Eksplorasi Simbolisme Tarian Torompio dalam Tradisi Suku Pamona
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.339Kata Kunci:
Masyarakat Adat, Simbolisme, Tari TradisionalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami simbolisme dan makna tarian Torompio pada masyarakat adat Pamona di Desa Lambarese. Penelitian ini menggunakan analisis etnografi. Analisis etnografi adalah pendekatan yang dimulai dari fakta lapangan yang kemudian dianalisis berdasarkan teori kebudayaan dan argumentasi yang sesuai guna mengeksplorasi situasi kultural dari masyarakat, dan kemudian menghasilkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian Torompio merupakan wujud simbolisme yang kaya dan makna yang mendalam, menggambarkan interaksi yang kompleks antara manusia, alam, dan spiritualitas. Nama “torompio” dan konsep “paporapa”, menunjukkan bagaimana masyarakat adat Pamona mengkomunikasikan nilai dan emosi secara simbolis. Simbol gerak tarian mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual serta hubungan harmonis dengan alam. Peralihan pakaian adat dari “karaba” ke kain dan manik-manik menunjukkan adaptasi budaya dalam melestarikan tradisi di tengah perubahan zaman. Syair-syair (kayori), menggarisbawahi hubungan simbiosis antara masyarakat dan alam serta mencerminkan pandangan spiritual tentang penciptaan. Seluruh unsur dalam tarian Torompio secara sinergis mengungkapkan “Gelora Cinta Kasih” yang menjadi inti ekspresi budaya masyarakat adat Pamona. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Lembaga Adat Lemba Pamona Luwu, dan masyarakat adat Pamona mengambil langkah strategis dalam melestarikan dan memajukan tarian Torompio. Pertama, mengintegrasikan tarian Torompio ke dalam kurikulum pendidikan sekolah di Luwu Timur. Kedua, Lembaga Adat Lemba Pamona Luwu harus rutin menyelenggarakan workshop dan festival budaya yang menampilkan tarian Torompio sebagai acara utamanya. Ketiga, masyarakat adat Pamona diimbau untuk terus berinovasi dan menyesuaikan ekspresi budayanya dengan zaman modern dengan tetap menjaga esensi dan nilai asli tarian Torompio. Inisiatif-inisiatif ini akan berkontribusi dalam melestarikan tarian Torompio sebagai bagian penting dari warisan budaya dan identitas masyarakat adat Pamona sekaligus memperkaya keanekaragaman budaya Indonesia.
Unduhan
Referensi
Ahmad, B., Nasrum, M., Aepu, S. H., & Badollahi, M. Z. (2023). Langka Lipu: Cultural Heritage and Identity of the Banggai Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(2), 88-101. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i2.325
Aisyah, V. N. (2022). Ritual Communication and Disasters Preparedness in the Slope of Merapi Volcano. In International Conference on Community Empowerment and Engagement (ICCEE 2021) (pp. 141-151). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220501.016
Akhirun, L., & Septiady, Y. (2022). The Exploring Ondel-Ondel Village: A Study of the Network and the Working System of Kramat Pulo’s Ondel-Ondel. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 14-25. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.188
Balebu, Y. (2010). Tujuh Pilar Utama Mengenal Pakaian Adat Suku Pamona. Media Litbang Sulteng, 3(1), 70-77.
Dewi, R. S. (2012). Keanekaragaman Seni Tari Nusantara. Balai Pustaka.
Dewiyanti, F., Hatta, I., Marzuki, M., & Hendra, H. (2023). Tondo Lino Ngata Toro Nature School: An Innovative Educational Model for Sustainable Cultural Transformation. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 1-11. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.329
Erfiani, N. M. D., Sukarsih, N. N. T., & Jayantini, I. G. A. S. R. (2022). The Meaning of Marriage: A Semiotic Point of View. Linguistics and Culture Review, 6(1), 284-298. https://doi.org/10.21744/lingcure.v6n1.2231
Gimbo, M., & Harisantoso, I. T. (2023). Padungku as a Post-Conflict Ecclesiological Concept in Poso in Relation to Interfaith Communities. Tevunah: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(1), 18-35. https://doi.org/10.59361/tevunah.v1i1.1
Guilbault, V., Harvey, S.-P., & Vallerand, R. J. (2020). Dancing with Passion: A Look at Interpersonal Relationships. Psychology of Sport and Exercise, 48, 1-7. https://doi.org/10.1016/j.psychsport.2020.101667
Hicks, D., O’Dowd, M., & Corbett, M. (2018). Researching in the ‘Cultural Interface’: Working Between Non-indigenous and Indigenous Research Paradigms. In D. Kember & M. Corbett (Eds.), Structuring the Thesis: Matching Method, Paradigm, Theories and Findings (pp. 97-106). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0511-5_10
Huller, K. S. (2023). Representation of Lian Namang Music in the Besi Pare Ritual with an Ecofeminist Approach. Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik, 6(1), 114-122. https://doi.org/10.26740/vt.v6n1.p114-122
Ibrahim, N. A. N., Rani, N. S. A., Jamri, M. H., Bakar, M. H., Wahab, S. A., Mahbob, M. H., & Kahar, N. (2022). The Importance of Non-Verbal Communication in Organizations. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 12(6), 1841-1851. http://dx.doi.org/10.6007/IJARBSS/v12-i6/13901
Lapasila, N., Bahfiarti, T., & Farid, M. (2020). Etnografi Komunikasi Pergeseran Makna Pesan Tradisi Padungku Pasca Konflik Poso di Sulawesi Tengah. Scriptura, 10(2), 111-122. https://doi.org/10.9744/scriptura.10.2.111-122
Legislation Council of the House of Representatives of the Republic of Indonesia. (2021). Academic Draft for a Draft Law on the Central Sulawesi Province. https://berkas.dpr.go.id/akd/dokumen/BALEG-RJ-20211007-094114-6334.pdf
Li, Y., & Zhang, M. (2023). A Poetic Exploration of Death Aesthetics. Open Access Library Journal, 10(8), 1-8. https://doi.org/10.4236/oalib.1110513
Maiyo, M. S. N., Aepu, S. H., Dewi, C., Ariyani, R., & Bakari, Y. (2023). Moibba’ Ritual: A Rite of Passage and Identity Formation for the Boano Indigenous Community. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 37-51. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.331
Ortis, D. (2023). Dancing to Show Love, Practicing to Show Authority: The Practice of Dhamāl in the Qalandārī Sufi Order (Sehwan Sharīf, Pakistan). Journal of Sindhi Studies, 3(2), 1-28. https://doi.org/10.1163/26670925-bja10017
Özdil, M. A. (2021). The Effect of Clothing as a Marker on Identity. Motif Akademi Halkbilimi Dergisi, 14(33), 117-130. https://doi.org/10.12981/mahder.867867
Parinsi, A. M. (2018). Aktivitas Komunikasi Tarian Torompio Suku Pamona Kota Tentena Kabupaten Poso Sulawesi Tengah (Studi Etnografi Komunikasi Tarian Torompio Suku Pamona Kota Tentena Kabupaten Poso Sulawesi Tengah) [Bachelor Thesis, Universitas Komputer Indonesia]. UNIKOM Repository. https://repository.unikom.ac.id/59387
Posumah, H. E. (2013). Makna Pesan Simbolik dalam Proses Pertunangan Adat Pamona di Kabupaten Poso [Bachelor Thesis, Universitas Hasanuddin]. Repository Universitas Hasanuddin. https://repository.unhas.ac.id/id/eprint/24997
Rahmadani, D., Marzuki, M., Bakari, Y., & Muzakkir, A. K. (2024). The Participation of the Kaili Indigenous People and the Bugis Ethnicity in Preserving the Kupatan Ritual of the Java Ethnicity. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 87-99. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.335
Rusman, R., Junaidi, M., Hidayat, R., Badollahi, M. Z., & Hapsa, H. (2023). Cultural Heritage and Social Adaptation: The Internalization of Paddisengeng Values by the Bugis-Bone Ethnicity in Masamba Village. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 52-68. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.334
Sangaji, A. (2007). The Masyarakat Adat Movement in Indonesia: A Critical Insider’s View. In J. Davidson & D. Henley (Eds.), The Revival of Tradition in Indonesian Politics: The Deployment of Adat from Colonialism to Indigenism (pp. 339-356). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203965498
Sasmita, S., Dewi, C., Nasrum, M., Hendra, H., & Badollahi, M. Z. (2022). Symbols and Meanings in the Mematua Ritual Procession among the Kaili Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 26-37. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.320
Sherlita, S. (2013). Penyajian Torompio dalam Upacara Adat Penyambutan Tamu Suku Pamona di Luwu Timur [Bachelor Thesis, Universitas Negeri Makassar]. UNM Eprints. https://eprints.unm.ac.id/5430
Sulaeman, S., Rijal, M., Malawat, M., & Sere, I. (2021). The Symbolic Communication of the Ukuwala Mahiate Ritual of the Indigenous Peoples of Mamala, Moluccas, Indonesia. Journal of International Migration and Integration, 22, 385-403. https://doi.org/10.1007/s12134-019-00753-1
Sumo, R. N., Kodong, F., & Lotulung, D. R. (2020). Simbol-Simbol dalam Tradisi Perkawinan Skotlandia dan Pamona Sulawesi Tengah: Suatu Analisis Semiotik. Jurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi, 10, 1-19.
Suparni, S., & Saputra, R. (2023). The Semiotic Study: Decoding the Symbolic Meaning of the Nokeso Tradition in the Salena Environment. Pulchra Lingua: A Journal of Language Study, Literature & Linguistics, 2(1), 32-55. https://doi.org/10.58989/plj.v2i1.23
Whitney, F. L. (1960). The Elements of Research. Prentice-Hall, Inc.
Zaluchu, S. E. (2021). Dancing in Praise of God: Reinterpretation of Theology in Worship. Theologia Viatorum, 45(1), 1-5. https://doi.org/10.4102/tv.v45i1.86
.jpg)












