Simbol dan Makna dalam Prosesi Ritual Mematua pada To Kaili
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.320Kata Kunci:
Masyarakat Adat, Pernikahan, Ritual, Simbol dan MaknaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami simbol dan makna prosesi ritual Mematua pada To Kaili di Desa Siniu Sayogindano. Penelitian ini menggunakan analisis etnografi. Analisis etnografi adalah pendekatan yang dimulai dari fakta lapangan yang kemudian dianalisis berdasarkan teori kebudayaan dan argumentasi yang sesuai guna mengeksplorasi situasi kultural dari masyarakat, dan kemudian menghasilkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi ritual Mematua pada To Kaili merupakan peristiwa yang kaya akan simbol dan makna, mengandung nilai-nilai budaya yang mendalam dan mencerminkan kearifan lokal. Delapan tahapan prosesi ini, mulai dari Polele menjemput pengantin perempuan hingga kedua pengantin baru meminta restu orang tua, tidak hanya mewakili langkah-langkah dalam ritual pernikahan tetapi juga mengajarkan pentingnya keharmonisan, rasa hormat, dan komitmen dalam kehidupan berumah tangga. Setiap aspek ritual Mematua mencerminkan keharmonisan antar individu, keluarga, dan masyarakat adat yang lebih luas. Hal ini menggarisbawahi bahwa pernikahan dalam tradisi adat Kaili merupakan peristiwa penyatuan dua individu dan merupakan ritual masyarakat yang melibatkan penghormatan terhadap nilai-nilai sosial dan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong lebih mengintensifkan upaya pendokumentasian dan penelitian prosesi ritual Mematua To Kaili untuk memastikan kekayaan simbol dan makna dalam tradisi ini tetap terjaga dan masih diakui oleh generasi mendatang. Bagi To Kaili, direkomendasikan untuk terus memelihara dan mempraktikkan tradisi ini, tidak hanya sebagai cara untuk merayakan momen penting dalam hidup tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan komunitas dan menghormati warisan budaya yang kaya. Keterlibatan masyarakat adat yang lebih besar dalam persiapan dan pelaksanaan prosesi ritual ini dapat secara efektif melestarikan nilai-nilai sosial dan spiritual yang menjadi landasan suku Kaili di tengah tantangan modernitas dan globalisasi.
Unduhan
Referensi
Akhirun, L., & Septiady, Y. (2022). The Exploring Ondel-Ondel Village: A Study of the Network and the Working System of Kramat Pulo’s Ondel-Ondel. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 14-25. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.188
Alexander, T. (2018). Mythos and the Semiotic Reconstitution of Self, Culture, and World. Language and Semiotic Studies, 4(2), 110-127. https://doi.org/10.1515/lass-2018-040208
Arios, R. L. (2019). Pertukaran Sosial dalam Tradisi Pantawan Bunting pada Suku Bangsa Besemah di Kota Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 11(3), 467-482. https://doi.org/10.30959/patanjala.v11i3.537
Ashrafi, K. (2022). Better Living through Communal Eating. Cell Host & Microbe, 30(10), 1343-1344. https://doi.org/10.1016/j.chom.2022.09.005
Habibi, R. K., & Kusdarini, E. (2020). Kearifan Lokal Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Pernikahan Pepadun di Lampung Utara. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 22(1), 60-69. https://doi.org/10.25077/jantro.v22.n1.p60-69.2020
Hicks, D., O’Dowd, M., & Corbett, M. (2018). Researching in the ‘Cultural Interface’: Working Between Non-indigenous and Indigenous Research Paradigms. In D. Kember & M. Corbett (Eds.), Structuring the Thesis: Matching Method, Paradigm, Theories and Findings (pp. 97-106). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0511-5_10
Indriyana, H., Sari, S., & Imanda, A. (2016). Etnografi Komunikasi dalam Adat Perkawinan Antar Suku. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 3(1), 71-86. https://doi.org/10.37676/professional.v3i1.294
Kalesaran, E. E. P., Kalangi, L. M. V., & Salea-Warouw, M. (2017). Makna Denotatif dalam Syair Tarian “Pomonte” Masyarakat Suku Kaili di Kota Palu. Kajian Linguistik, 5(2), 35-49. https://doi.org/10.35796/kaling.5.2.2017.24786
Kang, C., & Yu, H. (2022). A Lotmanian Semiotic Interpretation of Cultural Memory in Ritual. Semiotica, 245, 157-173. https://doi.org/10.1515/sem-2019-0085
Lutiyasa, R., & Nerosti, N. (2022). Bentuk Penyajian Tari Iyo-iyo pada Upacara Pengangkatan Gelar Depati Ninik Mamak di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kerinci. Jurnal Sendratasik, 11(2), 201-209. https://doi.org/10.24036/js.v11i2.114143
Muis, A. (2022). The Local Economic Development Based on Social Capital through Farmer Community. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 1-13. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.179
Peter, R., & Simatupang, M. S. (2022). Keberagaman Bahasa dan Budaya sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Budaya, 9(1), 96-105. https://doi.org/10.33541/dia.v9i1.4028
Puspani, N. L. K. D., & Herdiyanto, Y. K. (2016). Proses Penerimaan Dukungan Sosial Orangtua pada Laki-Laki dalam Perkawinan Nyentana. Jurnal Psikologi Udayana, 3(3), 453-465.
Qureshi, K. (2018). Marriage, the Islamic Advice Literature and Its Women Readers. Contemporary Levant, 3(1), 32-43. https://doi.org/10.1080/20581831.2018.1455341
Raden, S. (2011). Pelaksanaan Upacara Mematua dan Mandiu Pasili dalam Perkawinan Adat Suku Kaili (Suatu Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Adat). Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 8(2), 363-396. https://doi.org/10.24239/jsi.v8i2.369.363-396
Rijal, S., Syamsidar, S., & Badollahi, M. Z. (2020). Assongka Bala: Interpretation of Value Systems in Handling Disease Outbreaks in the Bugis-Makassar Society. Journal La Sociale, 1(2), 1-9. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v1i2.84
Rohmah, L. F., Noviekayati, I. G. A. A., & Saragih, S. (2020). Effective Communication Training to Improve the Satisfaction of Wedding Marriage / Long Distance Marriage (LDM) Review Marriage Commitments from Marriage Commitment. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 7(8), 459-465. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v7i8.1947
Sari, D. P., & Sutarto, S. (2021). Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam Tradisi Kenduri Nikah di Desa Barumanis. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 19(1), 85-100. https://doi.org/10.32729/edukasi.v19i1.829
Sari, E. N., & Setyawan, B. W. (2022). Makna Filosofis Tradisi Wiwit Panen Masyarakat Desa Murukan Kecamatan Mojoagung. Jurnal Budaya Nusantara, 5(3), 130-136. https://doi.org/10.36456/b.nusantara.vol5.no3.a5687
Schneggh, M. (2021). Eleven Namibian Rains: A Phenomenological Analysis of Experience in Time. Anthropological Theory, 23(1), 33-55. https://doi.org/10.1177/14634996211035365
Siswanto, E., & Ubaidillah, A. (2020). Marriage Tradition of Tobati Tribe: In Perspective on Islamic Law. Addin, 14(1), 141-164. https://doi.org/10.21043/addin.v14i1.9461
Whitney, F. L. (1960). The Elements of Research. Prentice-Hall, Inc.
.jpg)












