Institutionalization of Gender Mainstreaming in Regional Development Planning and Budgeting in East Kalimantan Province

Penulis

  • Nadia Istamala Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Muh. Jamal Amin Universitas Mulawarman, Indonesia
  • Cathas Teguh Prakoso Universitas Mulawarman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjss.v7i1.779

Kata Kunci:

Kapasitas Pelaksana, Koordinasi Kelembagaan, Penganggaran, Pengarusutamaan Gender, Perencanaan

Abstrak

Pengarusutamaan gender dalam pembangunan daerah memerlukan pelembagaan yang menghubungkan pembagian peran, kapasitas pelaksana, dan penggunaan instrumen dalam proses perencanaan serta penganggaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pelembagaan pengarusutamaan gender di Provinsi Kalimantan Timur melalui koordinasi kelembagaan, kapasitas pelaksana, dan penggunaan instrumen perencanaan dan penganggaran responsif gender. Penelitian lapangan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2026. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui pengelompokan tematik serta pemeriksaan silang antarsumber dan antarteknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pelaksana dan kegiatan koordinasi telah tersedia, tetapi pelaksanaan tanggung jawab operasional masih didominasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengembangan kapasitas telah dilaksanakan, sedangkan kemampuan analisis gender dan penyusunan Gender Budget Statement belum tersebar secara merata. Penerapan instrumen perencanaan dan penganggaran responsif gender telah menghasilkan rangkaian administratif melalui Klik SiGen, rekapitulasi anggaran responsif gender, dan pelaporan. Integrasi instrumen tersebut dengan keputusan program dan anggaran belum berlangsung secara konsisten. Ketiga unsur tersebut menghasilkan pola empiris pelembagaan dengan dominasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai organisasi penggerak. Pola tersebut terbentuk melalui hubungan saling memperkuat antara ketimpangan pembagian peran, ketidakmerataan kapasitas, dan ketergantungan pada pendampingan dalam penggunaan instrumen.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Arafat, A., Syahrir, S. N., & Triani, N. (2022). Implementation of the Tourism Park Development Program in Unamendaa Village. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 55-74. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.322

Azizah, N., Prakoso, C. T., & Saipul, S. (2026). Implementation of the RSPO International Standard: Evaluation of Substantive Success and Systemic Constraints for Oil Palm Smallholders. SIGn Journal of Social Science, 6(2), 423-442. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.669

Bouckaert, G., Peters, B. G., & Verhoest, K. (2010). The Coordination of Public Sector Organizations: Shifting Patterns of Public Management. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9780230275256

Braun, V., & Clarke, V. (2021). One Size Fits All? What Counts as Quality Practice in (Reflexive) Thematic Analysis? Qualitative Research in Psychology, 18(3), 328-352. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1769238

Caywood, K., & Darmstadt, G. L. (2024). Gender Mainstreaming at 25 Years: Toward an Inclusive, Collaborative, and Structured Research Agenda. Journal of Global Health, 14, 04011. https://doi.org/10.7189/jogh.14.04011

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Fourth Edition). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=DLbBDQAAQBAJ

Hanani, R., Rosilawati, R. S., & Bellastuti, D. B. (2025). Why Gender Mainstreaming Fails at the Local Level: A Policy Capacity Analysis of Human Development Policy in Wonogiri Central Java. Cakrawala: Jurnal Litbang Kebijakan, 19(1), 1-21. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v19i1.782

Harirah, Z., Marta, A., & Isril, I. (2023). Pergulatan Advokasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender di Kota Pekanbaru. Journal of Social and Policy Issues, 3(3), 135-139. https://doi.org/10.58835/jspi.v3i3.200

Hazhiyah, H. D., Suparno, S., & Karmanis, K. (2025). Evaluasi Capaian Tujuh Prasyarat Pengarusutamaan Gender dalam Tata Kelola Pemerintahan Kota Semarang. Jurnal Media Administrasi, 10(2), 96-110. https://doi.org/10.56444/jma.v10i2.3224

Ilham, T., & Velianto, A. U. (2022). Belajar dari yang Terbaik: Evaluasi Pengarusutamaan Gender di Kota Surabaya, Indonesia. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 48(1), 127-140. https://doi.org/10.33701/jipwp.v48i1.2556

Istamala, N., Prakoso, C. T., & Amin, M. J. (2026). Implementation of Gender Mainstreaming Policies in Regional Development in East Kalimantan Province. Jurnal Economina, 5(7), 4316-4323. Retrieved from https://ejournal.45mataram.ac.id/index.php/economina/article/view/3202

Kertati, I. (2022). Implementasi Penyelenggaraan Tujuh Prasyarat Pengarusutamaan Gender (PUG) di Daerah. Jurnal Media Administrasi, 7(1), 1-7. https://doi.org/10.56444/jma.v7i1.58

Kusumawardhani, F., Harsini, H., & Nasution, S. R. (2021). Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam Perencanaan dan Penganggaran di Provinsi Riau Tahun 2020. Jurnal Administrasi Politik dan Sosial, 2(3), 121-134. https://doi.org/10.46730/japs.v2i3.66

Maharani, M., Sabaruddin, A., & Maulid, M. (2023). The Role of Actors in Retribution Policy at the Kea-Kea Nature Tourism Park. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 12-36. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.330

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third Edition). Sage. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ

Musfiroh, M. R., & Mubarok, A. F. (2024). Administrative Pitfalls in Gender Mainstreaming Practices: Learning from 3 Districts: Jepara Regency, Pati Regency and Pemalang Regency. Muwazah: Jurnal Kajian Gender, 16(2), 202-218. https://doi.org/10.28918/muwazah.v16i2.8718

Ndamayilu, W. H., Koja, M. T., Daghu, D. L., & Namu, A. M. N. (2024). Implementasi Kebijakan Peraturan Bupati Gunungkidul No. 33 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah. Jurnal Desentralisasi dan Kebijakan Publik (JDKP), 5(1), 14-28. https://doi.org/10.30656/jdkp.v5i1.8020

Nurdin, N. (2022). Implementing Gender Mainstreaming in Indonesian Local Government: The Case of Tangerang Regency. Jurnal Transformative, 8(1), 31-56. https://doi.org/10.21776/ub.transformative.2022.008.01.2

Regulation of the Province of East Kalimantan Number 2 of 2016 on Gender Mainstreaming in Regional Development (Provincial Gazette of East Kalimantan of 2016 Number 2, Supplement to the Provincial Gazette of East Kalimantan Number 72). https://peraturan.bpk.go.id/details/20950

Regulation of the Province of East Kalimantan Number 5 of 2024 on Amendment to Regulation of the Province of East Kalimantan Number 2 of 2016 on Gender Mainstreaming in Regional Development (Provincial Gazette of East Kalimantan of 2024 Number 5). https://peraturan.bpk.go.id/details/288799

Said, A. L., Hariyadi, S., & Agusman, Y. (2024). Implementation of an Online-Based Policy for Local Tax and Retribution Collection. SIGn Journal of Social Science, 5(1), 1-15. https://doi.org/10.37276/sjss.v5i1.345

Scott, W. R. (2013). Institutions and Organizations: Ideas, Interests, and Identities (Fourth Edition). SAGE Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/asi/institutions-and-organizations/book237665

Siswiraningtyas, A. N., & Yuhertiana, I. (2021). Implementation Gender-Responsive Budget: The Constraints and Their Coping Strategies. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 6(1), 10-19. https://doi.org/10.26740/jpsi.v6n1.p10-19

Spradley, J. P. (2016). Participant Observation. Waveland Press. https://books.google.co.id/books?id=q7DlCwAAQBAJ

Takayasa, T. I. (2023). The Implementation of Gender Mainstreaming Policy in Indonesian Local Government – The Case of Salatiga City 2017-2022. JPW (Jurnal Politik Walisongo), 5(2), 163-189. https://doi.org/10.21580/jpw.v5i2.21121

Tazkia, A., Listyaningsih, L., & Cadith, J. (2022). Implementasi Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan di Kabupaten Pandeglang. Jurnal Administrasi Publik, 18(1), 25-44. https://doi.org/10.52316/jap.v18i1.93

Wahyudi, R., & Elanda, Y. (2023). Challenges and Strategies for Gender Mainstreaming Policy in Smart City Development in Indonesia. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 9(1), 24-38. https://doi.org/10.22373/equality.v9i1.17192

Wu, X., Ramesh, M., & Howlett, M. (2018). Policy Capacity: Conceptual Framework and Essential Components. In X. Wu et al. (Eds.), Policy Capacity and Governance: Assessing Governmental Competences and Capabilities in Theory and Practice (pp. 1-25). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-319-54675-9_1

Ylöstalo, H. (2016). Organizational Perspective to Gender Mainstreaming in the Finnish State Administration. International Feminist Journal of Politics, 18(4), 544-558. https://doi.org/10.1080/14616742.2016.1149307

Diterbitkan

2026-08-16

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Istamala, N., Amin, M. J., & Prakoso, C. T. (2026). Institutionalization of Gender Mainstreaming in Regional Development Planning and Budgeting in East Kalimantan Province. SIGn Journal of Social Science, 7(1), 87-105. https://doi.org/10.37276/sjss.v7i1.779

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama