Non-Custodial Sentences in Indonesia’s Sentencing System: Legal Interconnections among Sentencing Purposes, Sentence Execution, and Selective Decarceration

Penulis

  • Dea Fadilla Universitas Pertiba, Indonesia
  • Yandi Yandi Universitas Pertiba, Indonesia
  • Wijayono Hadi Sukrisno Universitas Pertiba, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjss.v7i1.758

Kata Kunci:

Dekarseralisasi Selektif, Individualisasi Pemidanaan, Pelaksanaan Pidana, Pidana Nonpenjara, Tujuan Pemidanaan

Abstrak

Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 memperluas pilihan pemidanaan melalui pidana pengawasan, pidana denda, dan pidana kerja sosial. Penilaian terhadap ketiga pidana tersebut tidak dapat dibatasi pada kenyataan bahwa pelaksanaannya tidak dimulai di dalam penjara. Pengaturan mengenai kewajiban terpidana, pelaksanaan putusan, dan akibat ketidakpatuhan dapat menyebabkan pidana tersebut tetap berkaitan dengan pidana penjara. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterhubungan hukum antara tujuan pemidanaan, penjatuhan dan pelaksanaan pidana nonpenjara, serta merumuskan dekarseralisasi selektif dalam sistem pemidanaan Indonesia. Penelitian hukum normatif yang bersifat analitis-preskriptif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan ketentuan berdasarkan tujuan pemidanaan, persyaratan penjatuhan, bentuk pembatasan, pelaksanaan, dan akibat ketidakpatuhan. Ketentuan tersebut selanjutnya ditafsirkan secara gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menghindarkan penempatan awal di dalam penjara harus dibedakan dari keberlanjutan pelaksanaan pidana di luar penjara. Pidana pengawasan tetap mempunyai hubungan hukum dengan pidana penjara. Keberlanjutan pidana denda di luar penjara bergantung pada pembayaran dan eksekusi kekayaan. Pidana kerja sosial dapat menggantikan pidana penjara jangka pendek atau pidana denda ringan, tetapi akibat ketidakpatuhannya bergantung pada pidana dasar. Dekarseralisasi selektif dirumuskan melalui dimensi deskriptif, evaluatif, dan preskriptif yang mengendalikan penjatuhan pidana serta akibat hukum pada tahap pelaksanaan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Asa, A. I., Syamsuddin, M. M., Wahyudi, A., & Hamzah, A. (2025). Aliran Filsafat Hukum Sebagai Cara Pandang (Worldview) Hakim dalam Menjatuhkan Putusan Pidana. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 7(2), 199-227. https://doi.org/10.14710/jphi.v7i2.20-48

Atika, S., Syamsuddin, S., & Musmuliadin, M. (2025). Dikriminalisasi Penggelandangan dalam KUHP Baru: Studi Perbandingan dengan KUHP Lama dan Implikasinya Terhadap Pendekatan Sosial Hukum Pidana. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(3), 382-396. https://doi.org/10.71153/wathan.v2i3.340

Azis, L., & Ridwan, R. (2025). Dinamika Kriminalitas dalam Masyarakat: Faktor Sosial dan Solusinya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Merah Putih, 1(1), 33-43. https://doi.org/10.65661/jpkmmp.v1i1.17

Btr, T., Palapa, A., & Saifudin, I. (2024). Pidana Pengawasan dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana di Indonesia. Syntax Idea, 6(7), 3131-3144. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i7.4069

Gusron, G., & Hariansah, S. (2025). Pengelompokan Usia Warga Binaan dan Kepatuhan Hak Asasi Manusia dalam Sistem Pemasyarakatan. Jurnal Usm Law Review, 8(1), 530-543. https://doi.org/10.26623/julr.v8i1.11799

Harefa, S., Ismawati, S., & Hertini, M. F. (2025). Transformasi Kebijakan Pemidanaan dalam KUHP Nasional: Menuju Sistem Pemidanaan yang Berkeadilan dan Humanis. Simbur Cahaya, 32(2), 283-306. https://doi.org/10.28946/sc.v32i2.5050

Laia, F. F. D. (2024). The Urgency of Enacting Government Regulation on Community Service Sentence in Indonesian under the New Penal Code. SIGn Jurnal Hukum, 6(1), 1-16. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i1.350

Law of the Republic of Indonesia Number 22 of 2022 on the Correctional System (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2022 Number 165, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6811). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1810

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2023 on the Penal Code (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2023 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6842). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1818

Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2025 on the Criminal Procedure Code (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2025 Number 188, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 7149). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/2011

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2026 on Penal Adjustment (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2026 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 7153). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/2012

Lubis, N. E., Wiryadi, U., & Kaemirawati, D. T. (2023). Tinjauan Yuridis Peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam Memberikan Pembimbingan Kemasyarakatan Terhadap Klien Dewasa yang Memperoleh Pembebasan Bersyarat. Krisna Law: Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana, 5(2), 171-187. https://doi.org/10.37893/krisnalaw.v5i2.472

Malau, P. (2023). Tinjauan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru 2023. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 837-844. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2815

Ministry of Immigration and Corrections of the Republic of Indonesia. (2026, April 10). Overcrowding Lapas Menurun, Menteri Imipas Pertegas Komitmen Berantas Narkoba. https://kemenimipas.go.id/berita-utama/overcrowding-lapas-menurun-menteri-imipas-pertegas-komitmen-berantas-narkoba

Morris, N., & Tonry, M. (1990). Between Prison and Probation: Intermediate Punishments in a Rational Sentencing System. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780195061086.001.0001

Muladi, M., & Arief, B. N. (1992). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. PT Alumni.

Nugraha, R. S., Rohaedi, E., Kusnadi, N., & Abid, A. (2025). The Transformation of Indonesia’s Criminal Law System: Comprehensive Comparison between the Old and New Penal Codes. Reformasi Hukum, 29(1), 1-21. https://doi.org/10.46257/jrh.v29i1.1169

Prameswari, R. R. S. (2026). Tinjauan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru. Jurnal Sosial Teknologi, 6(2), 546-553. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32706

Prasetyo, K. M. M. G., Rivanie, S. S., Karim, M. S., & Latif, B. (2026). The Paradigm of Meaningful Guilty Pleas: Balancing Procedural Efficiency and Substantive Justice in the Indonesian Criminal Justice System. SIGn Journal of Social Science, 6(2), 255-271. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.568

Presidential Decision of the Republic of Indonesia of 2025 on the 2026 Government Regulation Drafting Program. https://peraturan.bpk.go.id/details/343435

Putra, A. M. S., Hartoyo, H., & Subekti, S. (2025). Strategi Pembinaan Narapidana Residivis Pencurian dalam Mencegah Residivisme di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(4), 1555-1565. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i4.7876

Putra, J. P., Hariansah, S., & Dewi, V. (2026). Dynamics of Restorative Justice Implementation Towards the Entry into Force of the New Penal and Criminal Procedure Codes: A Case Study on Ordinary Theft Cases at Pangkalpinang Police Resort. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 1097-1115. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.598

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ

Rahmi, K. A., Sularto, R. B., & Sutanti, R. D. S. (2026). Formulasi Konsep Keadilan Restoratif dalam Pembaruan Sistem Hukum Pidana di Indonesia. Humani (Hukum dan Masyarakat Madani), 16(1), 157-188. https://doi.org/10.26623/humani.v16i1.14423

Rivanie, S. S., Muchtar, S., Muin, A. M., Prasetya, A. M. D., & Rizky, A. (2022). Perkembangan Teori-Teori Tujuan Pemidanaan. Halu Oleo Law Review, 6(2), 176-188. https://doi.org/10.33561/holrev.v6i2.4

Rohmat, R., Istiqomah, M., & Aprilianda, N. (2025). An Integrated Policy Model for Supervisory Punishment under Indonesia’s New Criminal Code. Jurnal Penelitian Hukum de Jure, 25(3), 151-170. https://doi.org/10.30641/dejure.2025.V25.151-170

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Saputra, S. N. E., & Isnawati, M. (2022). Overcrowding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam System Pemidanaan di Indonesia. Pagaruyuang Law Journal, 6(1), 52-70. https://doi.org/10.31869/plj.v0i0.3822

Siagian, F. S. (2023). Optimizing Lawrence Meir Friedman’s Legal System Theory in the Authority to Investigate Corruption Crimes in Indonesia. Justices: Journal of Law, 2(4), 185-201. https://doi.org/10.58355/justices.v2i4.93

Sutanti, R. D. S., Simamora, J. T. M., Karima, P. Z. A., & Aryaputra, M. I. (2026). Pidana Pengawasan dalam KUHP Nasional Sebagai Alternatif Pemidanaan Berbasis Keadilan Restoratif. Jurnal Usm Law Review, 9(2), 1042-1062. https://doi.org/10.26623/julr.v9i2.14027

Ulfah, M. (2021). Pidana Kerja Sosial, Tokyo Rules, serta Tantangannya di Masa Mendatang. Jurnal Magister Hukum Udayana, 10(3), 517-535. https://doi.org/10.24843/jmhu.2021.v10.i03.p07

Wang, E. A., Western, B., Backes, E. P., & Schuck, J. (Eds.). (2020). Decarcerating Correctional Facilities during COVID-19: Advancing Health, Equity, and Safety. The National Academies Press. https://doi.org/10.17226/25945

Yofarrel, M. (2025). Kriminalisasi Berlebihan (Overcriminalization) sebagai Faktor Struktural Overcrowding Lapas dalam Sistem Peradilan Pidana. Unes Law Review, 8(1), 151-162. https://doi.org/10.31933/unesrev.v8i1.2504

Yusuf, D. M. M., Saragih, G. M., Setiawan, F., Sitompul, H. I., & Berson, H. (2025). Analisis Faktor Penghambat Penegakan Hukum Pidana di Indonesia dalam Perspektif Teori Lawrence Friedman. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(2), 711-725. https://doi.org/10.36987/jiad.v13i2.6369

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Fadilla, D., Yandi, Y., & Sukrisno, W. H. (2026). Non-Custodial Sentences in Indonesia’s Sentencing System: Legal Interconnections among Sentencing Purposes, Sentence Execution, and Selective Decarceration. SIGn Journal of Social Science, 7(1), 69-86. https://doi.org/10.37276/sjss.v7i1.758