Social Critique within the Kabhanti Modero Tradition: An Interactional Development Communication Model among the Muna Indigenous Community
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.685Kata Kunci:
Interaksi Simbolik, Kabhanti Modero, Kearifan Lokal, Komunikasi Pembangunan, Kritik SosialAbstrak
Paradigma komunikasi pembangunan struktural dari atas ke bawah sering kali memicu kebuntuan komunikasi dan gagal mengakomodasi aspirasi masyarakat lapisan bawah. Di tengah kelumpuhan birokrasi tersebut, tradisi lisan kabhanti modero pada masyarakat adat Muna di Provinsi Sulawesi Tenggara hadir tidak sekadar sebagai sarana hiburan, melainkan sebagai ruang dialogis yang merespons kegagalan pembangunan secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme penyampaian kritik sosial yang terenkapsulasi di dalam lirik kabhanti modero serta menganalisis operasionalisasi tradisi tersebut sebagai model komunikasi pembangunan interaksional. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui teknik pengamatan partisipatif, wawancara mendalam dengan komunikator inti dan tokoh adat, serta dokumentasi pada ritus siklus kehidupan yang sakral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik pantun yang dilantunkan beroperasi sebagai instrumen interaksi simbolik untuk mengartikulasikan keresahan riil masyarakat terkait kegagalan infrastruktur melalui metafora yang santun namun menekan secara politis. Operasionalisasi penyampaian kritik ini dieksekusi melalui formasi sirkular memusat yang meruntuhkan sekat spasial antara masyarakat awam dan elite pemerintah. Lebih lanjut, keberadaan pakta mitigasi konflik, mekanisme kurasi pesan internal, keterlibatan otoritas adat, dan validasi kolektif dari khalayak memberikan legitimasi sosial yang absolut bagi tuntutan perbaikan kinerja pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kabhanti modero merupakan instrumen kontrol sosial riil dan wujud sanksi sosiologis yang sangat efektif. Oleh karena itu, pemerintah daerah direkomendasikan untuk mengintegrasikan ruang dialogis kultural ini ke dalam musyawarah perencanaan pembangunan guna meminimalisasi bias informasi elitis.
Unduhan
Referensi
Blumer, H. (1986). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press. https://books.google.co.id/books?id=HVuognZFofoC
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Fourth Edition). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=DLbBDQAAQBAJ
Fisher, B. A. (1974). Small Group Decision Making: Communication and the Group Process. McGraw Hill. https://books.google.co.id/books?id=m8ZHAAAAYAAJ
Fitriani, F., Ino, L., & Samsul, S. (2022). Tradisi Lisan Kabhanti Gambusu pada Masyarakat Muna di Desa Lasunapa Kecamata Duruka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Lisani: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya, 5(2), 114-119. Retrieved from https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/1206
Hadirman, H., & Mustafa, M. (2021). Tradisi Kabhanti Sebagai Reproduksi Identitas dan Solidaritas Sosial Etnik Muna. Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama, 1(2), 104-116. https://doi.org/10.30984/jinnsa.v1i2.128
Hardiman, H., & Ardianto, A. (2016). Kabhanti Wuna Media Komunikasi Tradiosonal dan Tantangannya di Era Globalisasi. Potret Pemikiran, 20(2), 1-15. https://doi.org/10.30984/pp.v20i2.751
Hardin, H., & Hadirman, H. (2017). Pesan Dakwah Islam dalam Nyanyian Rakyat (Pemaknaan atas Teks-Teks Kabhanti Kantola pada Masyarakat Muna). Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 2(2), 145-159. https://doi.org/10.30984/ajip.v2i2.525
Khairul, M., Junaidi, M., Ariyani, R., & Hapsa, H. (2024). Preserving and Adapting the Mappadendang Ritual by the Bugis Ethnicity in the Kaili Indigenous People’s Area. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 114-126. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.337
Lindayani, L. R., Masri, F. A., Idul, R., & Sawali, L. (2018). A Metaphorical Analysis of Kabhanti Modero to Show Munanese Social Relations. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 4(2), 72-80. Retrieved from https://sloap.org/journals/index.php/ijllc/article/view/157
Lufini, A. W. W. (2026). Politeness Beyond Universality: Face-Threatening Acts and Cultural Symbolism in Muna Kabhanti. Journal of Pragmatics and Discourse Research, 6(1), 49-65. https://doi.org/10.51817/jpdr.v6i1.1572
Maiyo, M. S. N., Aepu, S. H., Dewi, C., Ariyani, R., & Bakari, Y. (2023). Moibba’ Ritual: A Rite of Passage and Identity Formation for the Boano Indigenous Community. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 37-51. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.331
Marua, A., & Muzakkir, A. K. (2023). Fajar.co.id Political Reporting: A Study on Editorial Policy Related to the Makassar Mayoral Election. SIGn Journal of Social Science, 3(2), 75-87. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i2.324
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third Edition). Sage. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ
Mulyana, D. (2001). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Remaja Rosdakarya.
Patonga, H. K., Hatta, I., Resmiwati, R., & Badollahi, M. Z. (2024). Exploring Symbolism in the Torompio Dance within the Traditions of the Pamona Tribe. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 127-140. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.339
Puspayani, P., Roslan, S., & Tawulo, M. A. (2019). Fungsi Budaya Kabhanti Modero (Tarian Berpantun) pada Masyarakat Muna (Studi di Desa Lalemba Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat). Jurnal Neo Societal, 4(1) Retrieved from https://ojs.uho.ac.id/index.php/neosocietal/article/view/7026
Rahayu, M., Maoudy, A. F., Gunawan, I., Muchlis, N. F. F., Renold, R., & Djabbar, A. (2026). Sustainable Travel Experience: Integration of Indigenous Storytelling into Travel Patterns Design in Lae-Lae Island – Makassar City. SIGn Journal of Social Science, 6(2), 461-478. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.499
Rahman, R., Suddin, S., Syukur, L. O., & Sardin, M. (2026). Kabhanti Sebagai Media Komunikasi Sosial dalam Masyarakat Ciacia. Selami IPS, 19(1), 88-96. Retrieved from https://selami.uho.ac.id/index.php/ppkn_ips/article/view/148
Rianse, U., Baka, W. K., Hermina, S., Rianse, M. I. K. B., & Martisa, E. (2025). Model Kolaborasi Quadruple Helix dalam Pengembangan Wisata Terpadu di Kecamatan Lohia Kabupaten Muna. Journal Publicuho, 8(4), 2589-2604. https://doi.org/10.35817/publicuho.v8i4.990
Rina, R., Jumaidin, L. O., & Saidin, S. (2016). Kearifan Lokal dalam Melestarikan Budaya Kabhanti Modero Sebagai Media Komunikasi Pembangunan (Studi pada Masyarakat Muna di Desa Sawerigadi Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat). Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikas dan Informasi, 1(3), 1-15. Retrieved from https://ojs.uho.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/1663
Rogers, E. M. (1976). Communication and Development: The Passing of the Dominant Paradigm. Communication Research, 3(2), 213-240. https://doi.org/10.1177/009365027600300207
Rogers, E. M., & Shoemaker, F. F. (1971). Communication of Innovations: A Cross-Cultural Approach (Second Edition). The Free Press. https://books.google.co.id/books?id=csCyAAAAIAAJ
Rusman, R., Junaidi, M., Hidayat, R., Badollahi, M. Z., & Hapsa, H. (2023). Cultural Heritage and Social Adaptation: The Internalization of Paddisengeng Values by the Bugis-Bone Ethnicity in Masamba Village. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 52-68. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.334
Samsul, S. (2015). Pola Pewarisan Tradisi Lisan Kabhanti Modero pada Masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Etnoreflika: Jurnal Sosial dan Budaya, 4(1), 759-769. Retrieved from https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/etnoreflika/article/view/131
Sasmita, S., Dewi, C., Nasrum, M., Hendra, H., & Badollahi, M. Z. (2022). Symbols and Meanings in the Mematua Ritual Procession among the Kaili Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 26-37. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.320
Schramm, W. (1954). How Communication Works. In W. Schramm (Ed.), The Process and Effects of Mass Communication (pp. 3-26). University of Illinois Press. https://books.google.co.id/books?id=hQNjwQEACAAJ
Sibarani, R. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Asosiasi Tradisi Lisan.
Spradley, J. P. (2016). Participant Observation. Waveland Press. https://books.google.co.id/books?id=q7DlCwAAQBAJ
Udu, S. (2015). Tradisi Lisan Bhanti-Bhanti Sebagai Media Komunikasi Kultural dalam Masyarakat Wakatobi. Humaniora, 27(1), 53-66. https://doi.org/10.22146/jh.v27i1.6410
West, R. L., & Turner, L. H. (2021). Introducing Communication Theory: Analysis and Application (Seventh Edition). McGraw Hill. https://books.google.co.id/books?id=Rw8LEQAAQBAJ
.jpg)












