Beyond Ritual: Socio-Cultural and Economic Significance of the Sipulung Tradition in the Towani Tolotang Indigenous Community

Penulis

  • Nurul Auliya Amin Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Dwia Aries Tina Pulubuhu Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Rahmat Muhammad Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • M. Tahir Kasnawi Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Sakaria Sakaria Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Yahya Yahya Universitas Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.636

Kata Kunci:

Etnografi Reflektif, Masyarakat Adat, Resiliensi Kultural, Sipulung, Towani Tolotang

Abstrak

Keberadaan kelompok penghayat kepercayaan lokal di Indonesia terus menghadapi tantangan marginalisasi dan modernisasi. Di tengah kerentanan tersebut, masyarakat adat Towani Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang menunjukkan resiliensi kultural yang kuat melalui pelaksanaan tradisi Sipulung. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam dan menganalisis signifikansi (makna penting) sosial-budaya serta ekonomi dari tradisi komunal tersebut. Tradisi ini terbukti melampaui sekadar rutinitas peribadatan dogmatis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi reflektif. Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pencatatan lapangan di situs makam leluhur Perrinyameng. Keabsahan data tersebut kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian membuktikan bahwa tradisi Sipulung beroperasi sebagai sebuah ekosistem struktural (berjenjang) yang menopang keberlanjutan hidup komunitas melalui lima dimensi utama. Pertama, dimensi spiritual mewujudkan kepatuhan mutlak kepada Dewata Seuwae melalui praktik perenungan Molalaleng yang dikawal oleh figur Uwatta. Kedua, dimensi pendidikan kultural menyalurkan nilai leluhur melalui habituasi anak usia dini. Ketiga, dimensi sosial memperkuat kohesi mekanik dengan mengumpulkan kembali para Passompe dalam satu ruang inklusif. Keempat, dimensi ekonomi membongkar fakta bahwa pengeluaran ritual merupakan akumulasi kapital simbolik yang didorong oleh etos kerja keras Resopa na temmangingngi. Kelima, dimensi hiburan melalui olahraga Massempe’ berfungsi sebagai katarsis kultural. Kesimpulannya, Sipulung bukan sekadar ritus ziarah, melainkan instrumen resolusi yang menjamin keberadaan minoritas. Temuan ini merekomendasikan perlunya intervensi kebijakan pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan hak sipil. Selain itu, penetapan perlindungan tata ruang kawasan Perrinyameng sangat dibutuhkan sebagai benteng ketahanan masyarakat adat.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ahmad, B., Nasrum, M., Aepu, S. H., & Badollahi, M. Z. (2023). Langka Lipu: Cultural Heritage and Identity of the Banggai Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(2), 88-101. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i2.325

Anjarsari, H., Muzakkir, A. K., Badollahi, M. Z., & Busro, B. (2024). The Role of Sanro Pammana in the Traditional Healthcare System of the Bugis People: A Case Study of Birth Rituals and Maternal and Infant Care. SIGn Journal of Social Science, 5(1), 32-49. https://doi.org/10.37276/sjss.v5i1.386

Bahfiarti, T., Chotimah, I., Ilmi, D. N., & Anggriani, A. (2021). Analisis Komunikasi Keluarga dalam Mentransformasikan Nilai-Nilai Budaya To Lotang di Kabupaten Sidrap. Jurnal Komunikasi, 15(2), 169-180. https://doi.org/10.21107/ilkom.v15i2.12419

Braun, V., & Clarke, V. (2021). One Size Fits All? What Counts as Quality Practice in (Reflexive) Thematic Analysis? Qualitative Research in Psychology, 18(3), 328-352. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1769238

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Fourth Edition). SAGE Publications. https://books.google.co.id/books?id=DLbBDQAAQBAJ

Damirah, D., Darwis, D., Hamid, A., & Musmulyadi, M. (2022). Internalisasi Konsep Cycle Relation Model pada Komunitas Agama Lokal di Indonesia: Perspektif Sosial, Ekonomi dan Politik pada Kepercayaan Towani Tolotang, Aluk Todolo, dan Ammatoa di Sulawesi Selatan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 24(2), 141-156. Retrieved from https://ejournal.brin.go.id/jmb/article/view/9320

Fatmawati, P. (2018). Tudang Sipulung Sebagai Media Integrasi Masyarakat Amparita di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya, 9(1), 211-224. https://doi.org/10.36869/wjsb.v9i1.32

Geertz, C. (1993). The Interpretation of Cultures. Fontana Press. https://books.google.co.id/books?id=G1cYDQAAQBAJ

Hammersley, M., & Atkinson, P. (2019). Ethnography: Principles in Practice (Fourth Edition). Routledge. https://books.google.co.id/books?id=lwWSDwAAQBAJ

Hoon, C. Y. (2017). Putting Religion into Multiculturalism: Conceptualising Religious Multiculturalism in Indonesia. Asian Studies Review, 41(3), 476-493. https://doi.org/10.1080/10357823.2017.1334761

Junida, D. S. (2019). Mappadendang Sebagai Tradisi Bersama Komunitas To Wani Tolotang dengan Umat Islam. Dialog, 42(1), 39-48. https://doi.org/10.47655/dialog.v42i1.319

Khairul, M., Junaidi, M., Ariyani, R., & Hapsa, H. (2024). Preserving and Adapting the Mappadendang Ritual by the Bugis Ethnicity in the Kaili Indigenous People’s Area. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 114-126. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.337

Kusnandar, V. B. (2021, September 29). Lebih dari 102 Ribu Penduduk Indonesia Menganut Aliran Kepercayaan pada Juni 2021. Kata Data. Retrieved February 7, 2025, from https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/fc661f846d7069e/lebih-dari-102-ribu-penduduk-indonesia-menganut-aliran-kepercayaan-pada-juni-2021

Lawelai, H. (2020). Perlindungan Pemerintah Daerah Terhadap Kelompok Minoritas “Towani Tolotang” di Sulawesi Selatan. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 2(1), 73-92. https://doi.org/10.47650/jglp.v2i1.34

Maiyo, M. S. N., Aepu, S. H., Dewi, C., Ariyani, R., & Bakari, Y. (2023). Moibba’ Ritual: A Rite of Passage and Identity Formation for the Boano Indigenous Community. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 37-51. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.331

Mattulada, M. (1985). Latoa: Satu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Gadjah Mada University Press. https://books.google.co.id/books?id=eZlGAAAAMAAJ

Nasruddin, N. (2019). Ritual Tahunan Masyarakat Hindu Tolotang di Perrinyameng Kelurahan Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang. Al-Hikmah, 21(2), 83-114. Retrieved from https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_hikmah/article/view/12087

Nursaadah, S., Rahman, F., Hasyim, M., Arsyad, D., & Bandung, A. B. T. (2025). Cultural Identity and the To Lotang Belief System in Sajak Rindu: Lontara Cinta dari Sidenreng: A Literary Anthropology Perspective. Theory and Practice in Language Studies, 15(5), 1626-1634. https://doi.org/10.17507/tpls.1505.27

Patonga, H. K., Hatta, I., Resmiwati, R., & Badollahi, M. Z. (2024). Exploring Symbolism in the Torompio Dance within the Traditions of the Pamona Tribe. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 127-140. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.339

Pelras, C. (1996). The Bugis. Blackwell Publishers. https://books.google.co.id/books?id=X-4CEAAAQBAJ

Permana, R. M. R. (2024, August 23). Data Lengkap Sebaran Jumlah Penduduk Penghayat Kepercayaan di Indonesia pada Semester I/2024. Data Indonesia. Retrieved February 7, 2025, from https://dataindonesia.id/varia/detail/data-lengkap-sebaran-jumlah-penduduk-penghayat-kepercayaan-di-indonesia-pada-semester-i2024

Rahmadani, D., Marzuki, M., Bakari, Y., & Muzakkir, A. K. (2024). The Participation of the Kaili Indigenous People and the Bugis Ethnicity in Preserving the Kupatan Ritual of the Java Ethnicity. SIGn Journal of Social Science, 4(2), 87-99. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i2.335

Raihani, R. (2018). Education for Multicultural Citizens in Indonesia: Policies and Practices. Compare: A Journal of Comparative and International Education, 48(6), 992-1009. https://doi.org/10.1080/03057925.2017.1399250

Rusman, R., Junaidi, M., Hidayat, R., Badollahi, M. Z., & Hapsa, H. (2023). Cultural Heritage and Social Adaptation: The Internalization of Paddisengeng Values by the Bugis-Bone Ethnicity in Masamba Village. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 52-68. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.334

Sasmita, S., Dewi, C., Nasrum, M., Hendra, H., & Badollahi, M. Z. (2022). Symbols and Meanings in the Mematua Ritual Procession among the Kaili Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 26-37. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.320

Setinawati, S., Jeniva, I., Tanyid, M., & Merilyn, M. (2025). The Framework of Religious Moderation: A Socio-Theological Study on the Role of Religion and Culture from Indonesia’s Perspective. Social Sciences & Humanities Open, 11, 1-11. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101271

Spradley, J. P. (2016). Participant Observation. Waveland Press. https://books.google.co.id/books?id=q7DlCwAAQBAJ

Taufik, M., & Hariza, R. (2023). Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang “Perrinyameng” Amparita Kabupaten Sidrap. Santri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(11), 4699-4721. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i11.1782

Wahyuni, D. (2024). Agama-Agama Lokal di Indonesia. Nas Media Pustaka. https://books.google.co.id/books?id=4D_8EAAAQBAJ

Diterbitkan

2026-03-25

Cara Mengutip

Amin, N. A., Pulubuhu, D. A. T., Muhammad, R., Kasnawi, M. T., Sakaria, S., & Yahya, Y. (2026). Beyond Ritual: Socio-Cultural and Economic Significance of the Sipulung Tradition in the Towani Tolotang Indigenous Community. SIGn Journal of Social Science, 6(2), 388-405. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.636

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama