Collaborative Governance in Ecotourism Development: The Role of Political Actors and Institutional Challenges in Barru Regency

Penulis

  • Muhammad Asril Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Sakinah Nadir Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Muh. Imran Universitas Hasanuddin, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.650

Kata Kunci:

Aktor Politik, Ekowisata, Politik Lokal, Tantangan Institusional, Tata Kelola Kolaboratif

Abstrak

Pengembangan ekowisata di Kabupaten Barru saat ini menghadapi tantangan kompleks yang bersumber dari ketimpangan antara potensi sumber daya alam yang melimpah dengan kesiapan institusi pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran aktor pemerintah beserta aktor non-pemerintah, sekaligus membedah hubungan antara dinamika politik lokal dengan efektivitas kebijakan ekowisata di Kabupaten Barru. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif, di mana data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci dari unsur legislatif, eksekutif, serta masyarakat lokal melalui teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika politik lokal menjadi determinan utama yang menghambat efektivitas kebijakan akibat dominasi politik anggaran yang lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur fisik berskala besar dibandingkan pelestarian lingkungan. Kondisi tersebut memicu terjadinya tantangan institusional berupa vakum regulasi tingkat daerah yang mengakibatkan fragmentasi birokrasi serta kebingungan kewenangan pada instansi teknis pelaksana. Fakta empiris menunjukkan terjadinya penurunan drastis pada kunjungan dan pendapatan objek wisata milik pemerintah, sementara sektor swasta mengalami pertumbuhan masif. Kelemahan institusi formal negara tersebut mendorong munculnya inisiatif akar rumput dari aktor non-pemerintah di tingkat desa yang mengambil alih peran tata kelola secara swadaya, meskipun inisiatif tersebut terancam stagnasi akibat ketiadaan dukungan sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik tata kelola kolaboratif di Kabupaten Barru belum terwujud secara ideal akibat absennya forum pengambilan keputusan yang inklusif. Sebagai rekomendasi, pemerintah daerah perlu segera merumuskan peraturan daerah yang memandatkan pembentukan dewan ekowisata kolaboratif guna menyinergikan peran pengelola pemerintah, desa, dan swasta ke dalam satu visi pembangunan yang berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agung, M. F. M. (2025). Strategi Collaborative Governance dalam Reformasi Pelayanan Publik. The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA), 11(1), 18-26. https://doi.org/10.52447/ijpa.v11i1.8231

Alfiandri, A., & Mayarni, M. (2023). Implementation Model of Governance Policy for Developing Coastal Border Ecotourism in Indonesia. In G. Jameson et al. (Eds.), Proceedings of the Maritime Continent Fulcrum International Conference (MaCiFIC 2023) (70, pp. 1-13). EDP Sciences. https://doi.org/10.1051/bioconf/20237004005

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative Governance in Theory and Practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Arafat, A., Syahrir, S. N., & Triani, N. (2022). Implementation of the Tourism Park Development Program in Unamendaa Village. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 55-74. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.322

Austin, D. A. (2023). Implikasi Penerapan Good Governance terhadap Pembangunan Berkelanjutan di Bangladesh. JESS (Journal of Education on Social Science), 7(3), 303-313. https://doi.org/10.24036/jess.v7i3.515

Chrismansyah, R. (2023). Analysis of Ecotourism Development and Sustainability in the Heart of Borneo, Indonesia. Gadjah Mada Journal of Tourism Studies, 4(1), 42-59. https://doi.org/10.22146/gamajts.v4i1.70239

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (Third Edition). Sage. https://books.google.co.id/books?id=Ykruxor10cYC

Fahlevi, A. B., & Fahlevi, A. H. (2024). Optimalisasi Tata Kelola Pariwisata di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir. Lentera Jurnal Manajemen, 2(1), 27-36. Retrieved from https://lenterajurnalmanajemen.com/index.php/home/article/view/40

Indriani, I. (2025). Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Melalui Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Berau. ECO-BUILD (Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal), 9(1), 1-13. https://doi.org/10.35915/ej.v9i1.948

Jansen, L. J. M., & Kalas, P. P. (2020). Improving Governance of Tenure in Policy and Practice: A Conceptual Basis to Analyze Multi-Stakeholder Partnerships for Multi-Stakeholder Transformative Governance Illustrated with an Example from South Africa. Sustainability, 12(23), 1-30. https://doi.org/10.3390/su12239901

Jupir, M. M. (2013). Implementasi Kebijakan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal (Studi di Kabupaten Manggarai Barat). Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 1(1), 28-37. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2013.001.01.05

Kondoj, T. H. I., Solang, J. A., Gumolili, Y. J. H., Sendow, D. C., Lendo, F. B., & Sahentumuwo, Y. M. (2025). Development Strategy for Palaes Village Mangrove Park Ecotourism as a Buffer Destination of the Likupang National Strategic Tourism Area. SIGn Journal of Social Science, 6(1), 137-155. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i1.519

Kuhn, B. (2016). Collaborative Governance for Sustainable Development in China. Open Journal of Political Science, 6(4), 433-453. https://doi.org/10.4236/ojps.2016.64037

Law of the Republic of Indonesia Number 10 of 2009 on Tourism (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2009 Number 11, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4966). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/527

Law of the Republic of Indonesia Number 18 of 2025 on the Third Amendment to Law Number 10 of 2009 on Tourism (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2025 Number 180, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 7145). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/2009

Maharani, M., Sabaruddin, A., & Maulid, M. (2023). The Role of Actors in Retribution Policy at the Kea-Kea Nature Tourism Park. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 12-36. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.330

McNaught, R. (2024). The Application of Collaborative Governance in Local Level Climate and Disaster Resilient Development–A Global Review. Environmental Science & Policy, 151, 1-15. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2023.103627

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (Third Edition). Sage. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ

Muhammad, F. J., Irawati, I., & Halimah, M. (2022). Implementasi Kebijakan Program Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kota Manado. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 7(1), 63-83. Retrieved from https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/13234

Nirwan, N., Fahmal, A. M., & Arif, M. (2025). Legislative Authority and Equal Partnership: A Juridical Analysis of the Role of Regional Houses of Representatives in Regional Regulation Making. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 385-405. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.482

Nurhalimah, Z. (2024). Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah (Studi pada Destinasi Wisata Balong Kawuk Desa Sumberejo Kulon Kabupaten Tulungagung). Publiciana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17(2), 140-147. https://doi.org/10.36563/publiciana.v17i02.1208

Pham, K., Andereck, K. L., & Vogt, C. A. (2025). Stakeholders’ Involvement in an Evidence-Based Sustainable Tourism Plan. Journal of Sustainable Tourism, 33(4), 673-696. https://doi.org/10.1080/09669582.2023.2259117

Putri, E. D. H., Yulianto, A., Wardani, D. M., & Saputro, L. E. (2022). Dampak Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Terhadap Ekowisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 27(3), 317-327. Retrieved from https://pddikti.iptrisakti.ac.id/index.php/JIP/article/view/1632

Rahman, A., Badollahi, M. Z., Nurjannah, N., & Wahyuni, V. (2025). The Investment Paradox and Economic Sustainability in a Geopark: A Financial Feasibility Analysis of Tourism in Maros–Pangkep. SIGn Journal of Social Science, 5(2), 149-167. https://doi.org/10.37276/sjss.v5i2.493

Rahman, A. G., & Hidayati, N. (2023). Implementasi Kebijakan Pengembangan Ekowisata dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah (Studi pada Destinasi Wisata Gombengsari Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 9(2), 46-53. https://doi.org/10.21776/ub.jiap/2023.009.02.1

Regulation of Minister of Internal Affairs of the Republic of Indonesia Number 33 of 2009 on Guidelines for Ecotourism Development in the Regions.

Diterbitkan

2026-03-03

Cara Mengutip

Asril, M., Nadir, S., & Imran, M. (2026). Collaborative Governance in Ecotourism Development: The Role of Political Actors and Institutional Challenges in Barru Regency. SIGn Journal of Social Science, 6(2), 372-387. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i2.650