Peran Sanro Pammana dalam Sistem Kesehatan Tradisional Masyarakat Bugis: Studi Kasus Ritual Kelahiran dan Perawatan Ibu dan Bayi

Penulis

  • Hilda Anjarsari Universitas Tadulako, Indonesia
  • Abd. Kahar Muzakkir CV. Social Politic Genius (SIGn), Indonesia
  • Muh. Zainuddin Badollahi Universitas Tadulako, Indonesia
  • Busro Busro Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjss.v5i1.386

Kata Kunci:

Kesehatan Tradisional, Masyarakat Bugis, Modernisasi, Ritual Kelahiran, Sanro Pammana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Sanro Pammana dalam sistem kesehatan tradisional masyarakat Bugis, khususnya terkait ritual kelahiran dan perawatan ibu serta bayi, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di tengah arus modernisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen di Desa Sanrobone dan Desa Bila, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mendeskripsikan dan memahami fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanro Pammana memegang peranan esensial dalam kesehatan maternal dan neonatal masyarakat Bugis, sebagai figur sentral yang memiliki pengetahuan dan kearifan lokal tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan pasca persalinan. Praktik kesehatan tradisional yang dijalankan, termasuk ritual ma’cerra wettang dan mappassili, merefleksikan pandangan holistik masyarakat Bugis yang memadukan dimensi fisik, spiritual, dan sosial-budaya. Kepercayaan terhadap Sanro Pammana berakar kuat pada tradisi dan pengalaman positif masyarakat, meskipun eksistensinya kini menghadapi tantangan akibat modernisasi, seperti pergeseran preferensi terhadap layanan kesehatan modern, terbatasnya regenerasi, minimnya pengakuan formal, serta perubahan gaya hidup dan lingkungan. Kendati demikian, Sanro Pammana tetap eksis dan menunjukkan kapasitas adaptasi di tengah perubahan zaman, mengindikasikan pentingnya upaya pelestarian dan pengembangan praktik kesehatan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya dan sistem kesehatan masyarakat Bugis.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agustang, A. (2011). Filosofi Research: Dalam Upaya Pengembangan Ilmu. Sarwah Press.

Badollahi, M. Z., & Hasbi, A. (2018). Etnografi Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD): Relasi Dokter dan Pasien di Rumah Sakit Umum Kota Makassar. Etnosia: Jurnal Etnografi Indonesia, 3(2), 250-267. https://doi.org/10.31947/etnosia.v3i2.5154

Busro, B., & Qodim, H. (2018). Perubahan Budaya dalam Ritual Slametan Kelahiran di Cirebon, Indonesia. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 14(2), 127-147. https://doi.org/10.23971/jsam.v14i2.699

Busro, B., Yuliyanti, A. Y., Syukur, A., & Rosyad, R. (2020). Theological Dimensions in Memitu Rituals in Cirebon. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 12(2), 227-242. https://doi.org/10.30959/patanjala.v12i2.636

Callister, L. C., & Khalaf, I. (2010). Spirituality in Childbearing Women. The Journal of Perinatal Education, 19(2), 16-24. https://doi.org/10.1624/105812410X495514

Crowther, S. (2017). Childbirth as a Sacred Celebration. In S. Crowther & J. Hall (Eds.), Spirituality and Childbirth: Meaning and Care at the Start of Life (pp. 13-29). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315389646-2

Dennis, C.-L., Fung, K., Grigoriadis, S., Robinson, G. E., Romans, S., & Ross, L. (2007). Traditional Postpartum Practices and Rituals: A Qualitative Systematic Review. Women’s Health, 3(4), 487-502. https://doi.org/10.2217/17455057.3.4.487

Gitawati, R. (2009). Gambaran Pemanfaatan Pengobat Tradisional dan Hubungannya dengan Akses Pelayanan Kesehatan di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bio Medis dan Farmasi.

Hicks, D., O’Dowd, M., & Corbett, M. (2018). Researching in the ‘Cultural Interface’: Working Between Non-indigenous and Indigenous Research Paradigms. In D. Kember & M. Corbett (Eds.), Structuring the Thesis: Matching Method, Paradigm, Theories and Findings (pp. 97-106). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0511-5_10

Ija, M. (2009). Pengaruh Status Gizi Pasien Bedah Mayor Pre Operasi Terhadap Penyembuhan Luka dan Lama Rawat Inap Pasca Operasi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta [Magister Thesis, Universitas Gadjah Mada]. Repository UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/41712

Muis, E. W., & Puji, H. B. (2020). Menjaga Sehat, Menjaga Adat Praktik Pengobatan Tradisional Tumpuroo dan Pelestarian Adat di Hukaea-Laeya. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 22(3), 271-287. https://doi.org/10.14203/jmb.v22i3.1064

Musie, M. R., Mulaudzi, M. F., Anokwuru, R., & Bhana-Pema, V. (2022). Recognise and Acknowledge Us: Views of Traditional Birth Attendants on Collaboration with Midwives for Maternal Health Care Services. International Journal of Reproductive Medicine, 2022(1), 1-10. https://doi.org/10.1155/2022/9216500

Nurhikmah, N. (2009). Hubungan Perilaku Ibu Berpantang Makanan Selama Nifas dengan Status Gizi Ibu dan Bayinya di Kecamatan Banjarmasin Utara di Kota Banjarmasin [Magister Thesis, Universitas Gadjah Mada]. Repository UGM. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/42482

Ohaja, M., & Anyim, C. (2021). Rituals and Embodied Cultural Practices at the Beginning of Life: African Perspectives. Religions, 12(11), 1-12. https://doi.org/10.3390/rel12111024

Rahmani, D. I., & Zakiyah, N. (2023). Analisis Hukum Islam terhadap Tradisi Makkatte Khitan Anak Perempuan Bugis. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 4(3), 517-531. https://doi.org/10.36701/bustanul.v4i3.1076

Rahmawati, R., & Sani, M. A. M. (2016). Transformasi Budaya Islam di Kerajaan Bone pada Abad ke XVII. Jurnal Adabiyah, 16(1), 26-43. https://doi.org/10.24252/JAd.v17i116i1a3

Regulation of Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 15 of 2018 on the Implementation of Traditional Complementary Health Services (Bulletin Gazette of the Republic of Indonesia of 2018 Number 940). https://peraturan.go.id/id/permenkes-no-15-tahun-2018

Rudhi, R. (2018). Persepsi Masyarakat Tentang Maccera Aqorang di Desa Barakkae Kec. Lamuru Kab. Bone. Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 12(1), 76-98. Retrieved from https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/sls/article/view/5670

Rusman, R., Junaidi, M., Hidayat, R., Badollahi, M. Z., & Hapsa, H. (2023). Cultural Heritage and Social Adaptation: The Internalization of Paddisengeng Values by the Bugis-Bone Ethnicity in Masamba Village. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 52-68. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.334

Sered, S. S. (1991). Childbirth as a Religious Experience? Voices from an Israeli Hospital. Journal of Feminist Studies in Religion, 7(2), 7-18. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/25002152

Sumitro, S., Oruh, S., & Agustang, A. (2021). Eksistensi Nilai Sosial Budaya Ndeu Paki Oi Mbaru Pada Masyarakat Donggo Kabupaten Bima. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(4), 199-204. https://doi.org/10.36312/jime.v7i4.2432

Susanto, A. S. (2004). Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Bina Cipta.

Sychareun, V., Phengsavanh, A., Hansana, V., Somphet, V., Sysouvanh, S., & Menorath, S. (2009). Cultural Beliefs and Traditional Rituals about Child Birth Practices in Lao PDR. The Asian-Pacific Resource & Research Centre for Women (ARROW).

Whitney, F. L. (1960). The Elements of Research. Prentice-Hall, Inc.

Withers, M., Kharazmi, N., & Lim, E. (2018). Traditional Beliefs and Practices in Pregnancy, Childbirth and Postpartum: A Review of the Evidence from Asian Countries. Midwifery, 56, 158-170. https://doi.org/10.1016/j.midw.2017.10.019

Diterbitkan

2024-11-28

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Anjarsari, H., Muzakkir, A. K., Badollahi, M. Z., & Busro, B. (2024). Peran Sanro Pammana dalam Sistem Kesehatan Tradisional Masyarakat Bugis: Studi Kasus Ritual Kelahiran dan Perawatan Ibu dan Bayi. SIGn Journal of Social Science, 5(1), 32-49. https://doi.org/10.37276/sjss.v5i1.386

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

<< < 1 2