Ritual Moibba’: Ritus Peralihan dan Pembentukan Identitas Masyarakat Adat Boano
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.331Kata Kunci:
Masyarakat Adat, Pembentukan Identitas, Ritual, Ritus PeralihanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses, simbol, dan makna yang terkandung dalam ritual Moibba’ pada anak perempuan suku Boano. Penelitian ini menggunakan analisis etnografi. Analisis etnografi adalah pendekatan yang dimulai dari fakta lapangan yang kemudian dianalisis berdasarkan teori kebudayaan dan argumentasi yang sesuai guna mengeksplorasi situasi kultural dari masyarakat, dan kemudian menghasilkan suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Moibba’ merupakan ritus peralihan kompleks yang kaya akan simbolisme, mencerminkan transisi sosial dan pembentukan identitas anak perempuan suku Boano. Proses ini menandai transisi jasmani dan rohani individu yang menjalaninya serta mengkomunikasikan nilai-nilai budaya dan keyakinan spiritual, mulai dari proses womboan (pengurungan) hingga posugo’an kadera hua’an (duduk di kursi singgasana). Masing-masing alat dan bahan tertentu, mulai dari da’un dauna (daun sirih) hingga kadera hua’an (kursi singgasana), memiliki makna simbolis yang mendalam seperti perlindungan, kebersihan, kehormatan, dan kemurnian, yang secara kolektif membentuk tapestri kompleks identitas sosial dan budaya suku Boano. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Lembaga Adat, Penatua Masyarakat Adat, dan masyarakat adat Boano mengambil langkah-langkah strategis untuk melestarikan dan memajukan ritual Moibba’. Hal ini termasuk mengembangkan program pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman generasi muda tentang nilai-nilai dan simbolisme yang terkandung dalam ritual Moibba’, serta pentingnya pembentukan identitas dan pemeliharaan ikatan sosial dalam masyarakat adat Boano. Mengintegrasikan pengetahuan tentang ritual ini ke dalam kurikulum sekolah setempat juga direkomendasikan untuk memastikan transmisi pengetahuan budaya yang berkelanjutan. Mengembangkan inisiatif budaya seperti festival atau pameran yang menampilkan ritual Moibba’ dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya suku Boano, sekaligus memperkuat jaringan sosial dan solidaritas antar masyarakat adat. Dengan langkah tersebut, diharapkan ritual Moibba’ dan kekayaan budaya suku Boano dapat tetap terjaga dan terus berkembang di tengah tantangan modernitas dan globalisasi.
Unduhan
Referensi
Aderibigbe, I. S. (2019). Human Nature, Rites of Passage, Death, and Funeral Rites: “Gateways” to African Eschatological Beliefs and Practices. In I. S. Aderibigbe (Ed.), Contextualizing Eschatology in African Cultural and Religious Beliefs (pp. 39-56). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781351032988-4
Ahmad, B., Nasrum, M., Aepu, S. H., & Badollahi, M. Z. (2023). Langka Lipu: Cultural Heritage and Identity of the Banggai Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(2), 88-101. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i2.325
Akhirun, L., & Septiady, Y. (2022). The Exploring Ondel-Ondel Village: A Study of the Network and the Working System of Kramat Pulo’s Ondel-Ondel. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 14-25. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.188
Benjamin, R. (2023). Purification Rituals in Joyce. Journal of Modern Literature, 46(3), 56-73. https://doi.org/10.2979/jml.2023.a901931
Burad, R. (2023). Exploring the Artistry of Ahir Community: Traditional Costumes, Jewelry and Exquisite Embroidery. European Economic Letters, 13(4), 35-40. https://doi.org/10.52783/eel.v13i4.481
Chakim, S. (2022). A Review of Rituals and Local Wisdom of Indigenous Peoples in Indonesia. IBDA`: Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 20(2), 181-199. https://doi.org/10.24090/ibda.v20i2.6439
Coombes, E. (2020). Betwixt and Between: Considering Liminality and Rites of Passage in the Context of Music Therapy in a Specialist Further Education College. The Arts in Psychotherapy, 67, 1-5. https://doi.org/10.1016/j.aip.2019.101610
Czimbalmos, M. (2021). Rites of Passage: Conversionary in-Marriages in the Finnish Jewish Communities. Journal of Religion in Europe, 14(1), 1-27. https://doi.org/10.1163/18748929-20211502
Gennep, A. v. (2019). The Rites of Passage (Trans. by M. B. Vizedom & G. L. Caffee, Second Edition). The University of Chicago Press.
Hicks, D., O’Dowd, M., & Corbett, M. (2018). Researching in the ‘Cultural Interface’: Working Between Non-indigenous and Indigenous Research Paradigms. In D. Kember & M. Corbett (Eds.), Structuring the Thesis: Matching Method, Paradigm, Theories and Findings (pp. 97-106). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-0511-5_10
Huang, A. (2018). Subway Signs: Symbols of Cultural Norms and Values. Language and Semiotic Studies, 4(4), 28-46. https://doi.org/10.1515/lass-2018-040403
Kearney, P. J. (2018). Healing Rites of Passage: Salutogenesis in Serious Fun Camps. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315212463-6
Koentjaraningrat. (2012). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Longchar, R. (2020). Rites of Passage: Special Reference to Ao-Naga Puberty Rites as Markers of Identity. Litinfinite Journal, 2(2), 36-49. https://doi.org/10.47365/litinfinite.2.2.2020.36-49
Mahmud, M. O. (2022). A Study of the Yoruba Traditional Marriage as a Rite of Passage. International Journal of African Society, Cultures and Traditions, 10(1), 40-52. https://doi.org/10.37745/ijasct.2014/vol10no1pp.40-52
Maulana, R., Agustian, T., & Hartono, H. (2022). Filosofis Alat-Alat Tradisional Dayak Tabun sebagai Konteks Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 9(1), 94-105. https://doi.org/10.31571/sosial.v9i1.3323
Mentel, A. (2022). Rituals and Group Solidarity: An Ethnographic Case Study. Slovak Ethnology, 70(2), 228-247. https://doi.org/10.31577/sn.2022.2.20
Michaels, A. (2018). Rites of Passage: Saṃskāra. In P. Olivelle & D. R. Davis (Eds.), Hindu Law: A New History of Dharmaśāstra (pp. 86-97). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780198702603.003.0007
Muis, A. (2022). The Local Economic Development Based on Social Capital through Farmer Community. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 1-13. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.179
Obladen, M. (2017). Social Birth: Rites of Passage for the Newborn. Neonatology, 112(4), 317-323. https://doi.org/10.1159/000477955
Rahman, A. (2023). Fetisisme pada Badik oleh Masyarakat di Desa Duampanuae Kabupaten Sinjai. Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2(7), 2957-2968. https://doi.org/10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i7.5039
Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). Custom as a Critical Concept and Siri’ as the Core Concept of Ugi-Mangkasara Culture. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 40-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123
Ridwan, M., Toisuta, H., Sulaeman, S., & Salam, N. (2020). The Abda’u Ritual: Ethnographic Communication Study of Tulehu Society in the Moluccas, Indonesia. International Journal of Criminology and Sociology, 9, 709-722. https://doi.org/10.6000/1929-4409.2020.09.67
Rony, R. (2021). Urgensi Manajemen Budaya Organisasi Sekolah terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 2(1), 98-121. https://doi.org/10.31538/tijie.v2i1.26
Sasmita, S., Dewi, C., Nasrum, M., Hendra, H., & Badollahi, M. Z. (2022). Symbols and Meanings in the Mematua Ritual Procession among the Kaili Indigenous People. SIGn Journal of Social Science, 3(1), 26-37. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i1.320
Sayful, M. (2020). Strategi Penghidupan Nelayan Pedagang di Tempat Pelelangan Ikan (Lelong). SIGn Journal of Social Science, 1(1), 1-14. https://doi.org/10.37276/sjss.v1i1.95
Sebbeh, B. J. (2020). The Rites of Passage as a Social Obligation for Sustainable Cultural Development: A Case Study of the Importance of the Rites across Cultures. International Journal of Innovative Research and Development, 9(8), 42-55. https://doi.org/10.24940/ijird/2020/v9/i8/aug20010
Seli, S. (2021). Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172-187. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4326
Setiawan, W. (2020). Makna Simbolik Budaya Marhabaan bagi Kalangan Nahdlatul Ulama. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 3(2), 55-66. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v3i2.8203
Sonnex, C., Roe, C. A., & Roxburgh, E. C. (2022). Flow, Liminality, and Eudaimonia: Pagan Ritual Practice as a Gateway to a Life with Meaning. Journal of Humanistic Psychology, 62(2), 233-256. https://doi.org/10.1177/0022167820927577
Sundari, E., Dienaputra, R. D., Nugraha, A., & Yuliawati, S. (2021). Reduplikasi Upacara Adat Bapelas Sebagai Simbol Kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Panggung, 31(3), 319-330. http://dx.doi.org/10.26742/panggung.v31i3.1679
Syahrial, S., & Anjarsari, H. (2023). The Gastronomic Branding Strategies of Bugis-Makassar Traditional Treats in Starred Hotels. SIGn Journal of Social Science, 3(2), 137-152. https://doi.org/10.37276/sjss.v3i2.328
Wastap, J. B. (2017). Nilai-Nilai Pengetahuan Lokal Pembentuk Karakter Bangsa dalam Sandiwara Cirebon, Jawa Barat. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(1), 1-8. https://doi.org/10.31091/mudra.v32i1.65
Whitney, F. L. (1960). The Elements of Research. Prentice-Hall, Inc.
Xygalatas, D., & Maňo, P. (2022). Ritual Exegesis among Mauritian Hindus. Religion, 52(3), 429-449. https://doi.org/10.1080/0048721X.2022.2042418
Zarzycki, S. T. (2018). Value of Images and Symbols in Theological and Spiritual Reflection on Christian Spiritual Experience. Seminare, 39(4), 31-44. https://doi.org/10.21852/sem.2018.4.03
.jpg)












