Pedoman Penulis
Penulis harus mempersiapkan naskah sebagai karya ilmiah orisinal yang relevan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta memenuhi template naskah dan persyaratan editorial yang berlaku. Naskah harus menggunakan bahasa akademik yang jelas, sistematis, dan koheren serta menjaga konsistensi terminologi, penyajian data, sitasi, dan referensi.
Artikel penelitian harus terdiri atas 4.500–8.000 kata yang dihitung mulai dari kata pertama pada Judul hingga kata terakhir pada bagian Kesimpulan dan Saran. Bagian Referensi tidak termasuk dalam penghitungan jumlah kata. Naskah di luar rentang tersebut hanya dapat dipertimbangkan apabila memiliki alasan akademik yang dapat dipertanggungjawabkan dan disetujui oleh editor.
Dalam pemeriksaan editorial awal sebelum peer review, editor memberikan perhatian khusus terhadap hubungan antara masalah atau tujuan penelitian dengan arah kebaruan, serta konsistensi antara desain penelitian dan data yang digunakan. Pemenuhan persyaratan teknis saja tidak menjamin bahwa naskah akan dilanjutkan ke tahap berikutnya apabila landasan substantif atau metodologisnya masih belum memadai.
Ketentuan mengenai tahapan pengajuan dan publikasi diatur lebih lanjut dalam Submission & Publication Procedure. Ketentuan khusus mengenai plagiarisme dan kemiripan naskah, penggunaan kecerdasan buatan, kepenulisan, serta etika publikasi masing-masing diatur dalam Plagiarism & Similarity Screening, AI & Automated Tools Policy, Authorship & Contributorship, dan Publication Ethics & Malpractice.
Persyaratan Umum Naskah
Naskah harus disusun sesuai dengan standar penulisan ilmiah yang relevan dengan sifat penelitian dan bidang keilmuan terkait. Penulis harus memastikan bahwa substansi, metode, data, analisis, kesimpulan, dan sumber yang digunakan dapat ditelusuri serta konsisten secara internal.
Secara umum, naskah harus:
- sesuai dengan fokus dan ruang lingkup jurnal;
- mengikuti template naskah yang disediakan oleh jurnal;
- menggunakan bahasa akademik dan terminologi disiplin ilmu secara konsisten;
- menyajikan struktur argumentasi yang sistematis tanpa pengulangan atau kontradiksi yang tidak diperlukan;
- menggunakan data, sumber, dan referensi yang relevan serta dapat diverifikasi;
- membedakan secara jelas antara hasil penelitian, interpretasi penulis, dan informasi yang berasal dari sumber lain; dan
- memenuhi persyaratan yang berlaku mengenai etika penelitian, integritas, dan kebijakan editorial.
Persyaratan teknis seperti format file, ukuran huruf, spasi, tata letak, dan unsur tipografis lainnya harus mengikuti template jurnal yang berlaku pada saat pengajuan.
Struktur Naskah
Artikel penelitian pada umumnya terdiri atas Judul, Abstrak, Kata Kunci, Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan dan Saran, serta Referensi. Struktur ini juga menjadi dasar untuk mengevaluasi kelengkapan dan konsistensi naskah selama proses review.
Judul harus akurat, ringkas, jelas, dan mencerminkan fokus utama penelitian.
Abstrak harus terdiri atas 150–250 kata dan dapat dipahami sebagai ringkasan yang berdiri sendiri. Abstrak harus merangkum secara proporsional tujuan penelitian, metode, temuan utama, dan kesimpulan. Informasi yang disajikan dalam abstrak harus konsisten dengan substansi naskah.
Kata kunci terdiri atas paling banyak lima kata atau frasa kunci yang merepresentasikan konsep utama penelitian. Setiap kata kunci atau frasa kunci harus dipisahkan dengan tanda titik koma (;).
Pendahuluan harus menempatkan masalah penelitian dalam konteks ilmiah yang relevan, menjelaskan research gap, memosisikan penelitian dalam kaitannya dengan penelitian terdahulu, serta mengarahkan pembaca pada kebaruan, tujuan, dan kontribusi ilmiah penelitian. Analisis substantif yang merupakan hasil utama penelitian tidak boleh diselesaikan secara prematur dalam Pendahuluan.
Metode harus menjelaskan secara memadai jenis atau desain penelitian, sumber dan karakteristik data, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis agar proses penelitian dapat dipahami dan konsistensinya dengan masalah serta tujuan penelitian dapat dievaluasi.
Hasil dan Pembahasan harus menyajikan temuan penelitian berdasarkan data dan metode yang telah ditetapkan sebelumnya serta mengembangkan analisis secara kritis, sistematis, dan koheren. Pembahasan harus menjawab masalah dan tujuan penelitian serta, apabila relevan, menghubungkan temuan dengan penelitian terdahulu. Hasil dan Pembahasan juga harus menghindari redundansi dan kontradiksi yang tidak diperlukan antarbagiannya. Sub-bab hanya dapat digunakan dalam Hasil dan Pembahasan apabila diperlukan secara analitis dan tidak boleh dikembangkan lebih lanjut menjadi tingkatan sub-sub-bab.
Kesimpulan dan Saran harus menyatakan temuan utama penelitian secara ringkas dan konkret serta tetap konsisten dengan masalah penelitian, tujuan, hasil, dan pembahasan. Kesimpulan tidak boleh sekadar mengulang pembahasan. Saran dapat memuat rekomendasi akademik, kebijakan, praktis, atau penelitian selanjutnya apabila didukung oleh hasil penelitian.
Referensi mengidentifikasi sumber yang dikutip dalam naskah.
Masalah Penelitian, Kebaruan, dan Kontribusi Ilmiah
Kebaruan tidak boleh disajikan semata-mata sebagai klaim yang berdiri sendiri. Kebaruan harus muncul dari hubungan logis antara perkembangan penelitian terdahulu, gap yang teridentifikasi, masalah atau tujuan penelitian, temuan analitis, dan kontribusi yang dihasilkan.
Penulis harus memastikan bahwa perumusan masalah atau tujuan penelitian diarahkan untuk menghasilkan kebaruan yang dapat diidentifikasi. Masalah atau tujuan penelitian tidak boleh sekadar mengulang pertanyaan deskriptif yang telah banyak dibahas tanpa mengidentifikasi gap ilmiah yang hendak diselesaikan melalui penelitian.
Hubungan substantif yang diharapkan mencakup:
- penelitian terdahulu digunakan untuk membangun state of the art;
- state of the art digunakan untuk mengidentifikasi research gap;
- research gap menjadi dasar perumusan masalah atau tujuan penelitian;
- Hasil dan Pembahasan menjawab masalah atau tujuan penelitian tersebut;
- kebaruan muncul dari analisis terhadap gap yang telah diidentifikasi; dan
- kontribusi ilmiah menjelaskan arti penting kebaruan tersebut bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan, praktik, atau penelitian lebih lanjut.
Pada tahap pemeriksaan editorial awal, editor dapat meminta revisi apabila masalah atau tujuan penelitian tidak menunjukkan hubungan yang memadai dengan gap, kebaruan, atau kontribusi ilmiah yang diklaim dalam naskah.
Konsistensi antara Desain Penelitian dan Data
Jenis atau desain penelitian yang dinyatakan harus konsisten dengan data yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik analisis, dan jenis kesimpulan yang dihasilkan. Konsistensi metodologis harus dipertahankan sejak perumusan masalah penelitian hingga penarikan kesimpulan.
Penulis harus memastikan bahwa:
- jenis atau desain penelitian sesuai untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian;
- sumber dan jenis data konsisten dengan desain penelitian yang dinyatakan;
- teknik pengumpulan data sesuai dengan karakteristik sumber data;
- teknik analisis sesuai dengan jenis data dan tujuan penelitian;
- Hasil dan Pembahasan benar-benar menggunakan data dan metode yang dijelaskan dalam naskah; dan
- kesimpulan tidak melampaui ruang lingkup data dan temuan analitis.
Naskah yang menyatakan jenis penelitian tertentu tetapi menggunakan sumber data atau prosedur analitis yang tidak konsisten harus memberikan justifikasi metodologis yang memadai. Penggunaan data empiris sebagai sumber utama dalam penelitian yang dinyatakan sepenuhnya normatif, penggunaan literatur sebagai satu-satunya dasar untuk membuat klaim empiris, atau inkonsistensi metodologis lainnya harus diselesaikan melalui penyesuaian desain penelitian atau penjelasan metodologis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Konsistensi ini tidak berhenti pada bagian Metode. Selama proses review, Hasil dan Pembahasan juga dievaluasi berdasarkan konsistensinya dengan sumber data dan metode penelitian yang telah dinyatakan sebelumnya.
Sitasi, Catatan Kaki, dan Sumber Regulasi
Seluruh sitasi dalam naskah harus menggunakan sistem sitasi dalam teks penulis–tahun sesuai dengan APA Style, 7th Edition. Catatan kaki tidak boleh digunakan sebagai sistem utama untuk mengutip sumber ilmiah.
Catatan kaki dapat digunakan secara terbatas untuk:
- memberikan penjelasan tambahan yang relevan apabila memasukkan informasi tersebut ke dalam paragraf utama akan mengganggu alur argumentasi atau keterbacaan; dan
- memberikan informasi metodologis tertentu mengenai informan, termasuk status atau jabatan serta waktu wawancara, sepanjang penggunaannya konsisten dengan desain penelitian dan persyaratan kerahasiaan yang berlaku.
Catatan kaki tidak boleh digunakan untuk memindahkan sitasi sumber yang seharusnya dicantumkan sebagai sitasi dalam teks.
Apabila penelitian dalam bidang apa pun menggunakan undang-undang, peraturan, atau instrumen pemerintah lainnya sebagai sumber atau objek analisis, penulis harus memverifikasi status keberlakuan hukumnya, termasuk perubahan, pencabutan, penggantian, dan periode keberlakuan yang relevan dengan objek penelitian.
Peraturan yang tidak lagi berlaku tetap dapat digunakan untuk tujuan historis atau komparatif maupun untuk menganalisis peristiwa yang terjadi pada periode ketika peraturan tersebut masih berlaku, tetapi statusnya harus dijelaskan secara akurat. Peraturan yang telah diubah tidak boleh disajikan seolah-olah rumusan sebelumnya masih berlaku apabila perubahan tersebut relevan dengan analisis.
Tabel, Gambar, dan Materi Pendukung
Tabel, gambar, diagram, grafik, atau materi visual lainnya harus memiliki fungsi analitis atau informatif yang jelas dan berhubungan langsung dengan pembahasan naskah. Setiap unsur harus dirujuk dalam teks, diberi nomor dan judul secara konsisten, serta disertai sumber apabila berasal atau diadaptasi dari materi lain.
Tabel dan gambar harus dapat dibaca dengan jelas serta disajikan dalam kualitas yang sesuai untuk proses penyuntingan dan publikasi. Data yang semestinya disajikan sebagai tabel atau objek lain yang dapat diedit tidak boleh diajukan hanya dalam bentuk screenshot.
Materi pendukung yang diperlukan untuk memahami atau memverifikasi penelitian dapat disertakan sesuai dengan sifat penelitian dan persyaratan jurnal yang berlaku.
Referensi
Seluruh sitasi dalam teks dan entri dalam daftar referensi harus secara konsisten mengikuti APA Style, 7th Edition. Setiap sumber yang dikutip dalam naskah harus tercantum dalam bagian Referensi, dan setiap sumber yang tercantum dalam bagian Referensi harus dikutip dalam naskah.
Penulis harus memprioritaskan referensi yang relevan, kredibel, dan mutakhir, terutama artikel ilmiah yang telah melalui peer review dan berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Literatur terbaru, terutama publikasi dalam lima tahun terakhir, dianjurkan untuk menunjukkan perkembangan state of the art. Namun, sumber seminal, teori fundamental, dokumen primer, peraturan, atau publikasi yang lebih lama tetap dapat digunakan apabila relevan secara substantif.
DOI harus dicantumkan apabila tersedia dan dapat diverifikasi. URL harus dicantumkan apabila dipersyaratkan berdasarkan jenis sumber dan ketentuan APA Style, 7th Edition.
Referensi harus dipilih berdasarkan relevansi ilmiah dan kontribusinya terhadap penelitian. Jurnal tidak mewajibkan penulis mengutip publikasi tertentu hanya karena publikasi tersebut diterbitkan oleh jurnal, penerbit, editor, reviewer, atau institusi tertentu.
Untuk panduan format referensi berdasarkan berbagai jenis sumber, penulis harus merujuk pada contoh resmi yang tersedia dalam APA Style Reference Examples. Contoh tersebut digunakan sebagai panduan untuk menerapkan APA Style, 7th Edition sesuai dengan jenis sumber yang dikutip dalam naskah.
.jpg)












