Implikasi Perjanjian TRIMs terhadap Perekonomian Domestik di Abad 21: Studi Pengembangan Hukum
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.224Kata Kunci:
Investor, Perekonomian Domestik, Perjanjian TRIMs, Regulasi InvestasiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perjanjian TRIMs bagi Indonesia. Dibahas tentang pengecualian perjanjian TRIMs, pemanfaatan masa transisi, serta upaya Pemerintah untuk meningkatkan nilai investasi. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, sosiologis, dan perbandingan dengan teknik studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia melaksanakan perjanjian TRIMs, dengan mempertimbangkan pengecualian dan masa transisi. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan investasi meliputi perlindungan hukum, peningkatan sumber daya manusia, lingkungan investasi kondusif, teknologi digital, pendekatan inovatif, dan penyederhanaan proses investasi. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Pemerintah memperkuat regulasi dan kebijakan investasi yang memperhatikan perkembangan masyarakat dan dunia usaha, serta meningkatkan investasi pendidikan dan teknologi digital. Masyarakat juga harus terlibat aktif untuk membantu meningkatkan investasi dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan upaya dan kerja sama yang baik, investasi di Indonesia diharapkan dapat meningkat dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di abad ke-21.
Unduhan
Referensi
Ardhiwisastra, Y. B. (2008). Penafsiran dan Konstruksi Hukum. PT. Alumni.
Asmah, A., & Husen, L. O. (2018). Implication of TRIMs Agreements in International Trade and Relationship with Legal Development in Indonesia. International Journal of Science and Research (IJSR), 7(1), 1484-1488.
Asmah, A., Wardani, D. E. K., & Raodiah, R. (2022). Large-Scale Social Restrictions and National Economic Recovery during the Covid-19 Pandemic: Laws and Regulations Implementation Strategy. SIGn Jurnal Hukum, 3(2), 121-134. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i2.158
Association of Southeast Asian Nations. (1992, 28 January). ASEAN Free Trade Area. https://asean.org/agreement-on-the-common-effective-preferential-tariff-cept-scheme-for-the-asean-free-trade-area-afta/
Astuti, W. R. D., & Fathun, L. M. (2020). Indonesian Economic Diplomacy in the G20 Economic Regime during the Administration of Joko Widodo. Intermestic: Journal of International Studies, 5(1), 47-68. http://dx.doi.org/10.24198/intermestic.v5n1.4
Atmadja, M. K. (1996). Investasi di Indonesia dalam Kaitannya dengan Pelaksanaan Perjanjian Hasil Putaran Uruguay. Jurnal Hukum, 5(3), 1-8.
Darajati, M. R. (2020). Ketaatan Negara terhadap Hukum Perdagangan Internasional. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 21-42. https://doi.org/10.24246/jrh.2020.v5.i1.p21-42
Dayantri, D. (2022). Implementasi Kebijakan Online Single Submission (OSS) pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Provinsi Sumatera Utara. Sibatik Journal, 1(5), 617-626. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i5.69
Dewi, N. W. M. S. (2021). The Impact of the World Trade Organization (WTO) on Indonesian Tourism Business Law Regulations. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata (JKTP), 1(2), 57-67. https://doi.org/10.53356/diparojs.v1i2.32
Government of Canada. (1973). Foreign Investment Review Act (Annual Report 1979-80). https://publications.gc.ca/collections/collection_2022/isde-ised/id51/Id51-1980-eng.pdf
Government of Canada. (1985, 20 June). Investment Canada Act (Note: 1985, c. 20). https://laws.justice.gc.ca/PDF/I-21.8.pdf
Hidayah, A. (2018). Landasan Filosofis dan Asas-Asas dalam Hukum Penanaman Modal di Indonesia. Solusi, 16(3), 216-226. https://doi.org/10.36546/solusi.v16i3.114
Indonesia-Australia. (2019, 5 March). Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement. https://www.dfat.gov.au/trade/agreements/in-force/iacepa/iacepa-text/Pages/default
International Trade Organization. (1947, 30 October). General Agreement on Tariffs and Trade 1994 (the WTO Legal Texts: GATT 1947). https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/gatt47_01_e.htm
Irawan, D. (2020). Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui Jaringan Usaha. Coopetition: Jurnal Ilmiah Manajemen, 11(2), 103-116. https://doi.org/10.32670/coopetition.v11i2.82
Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1994 on Ratification of the Agreement Establishing the World Trade Organization (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1994 Number 57, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3564). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/487
Lestari, P. (2020). Pengadaan Tanah untuk Pembangunan demi Kepentingan Umum di Indonesia Berdasarkan Pancasila. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 71-86. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.54
Mafulah, H. (2020). Pengecualian Perjanjian yang Berkaitan Paten dan Lisensinya dalam Pengawasan Persaingan Usaha. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 87-103. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.55
Pramita, K. D., & Hendrayana, K. D. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Investor sebagai Konsumen dalam Investasi Online. Jurnal Pacta Sunt Servanda, 2(1), 1-8. https://doi.org/10.23887/jpss.v2i1.449
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Riyaadhotunnisa, S., Amirulloh, M., & Yuanitasari, D. (2022). Activities of Uncertified Crypto Asset Physical Traders: A Study of Legal Protection for Investor. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 160-172. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.211
Rodrik, D. (2018). What Do Trade Agreements Really Do? Journal of Economic Perspectives, 32(2), 73-90. https://doi.org/10.1257/jep.32.2.73
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Sanjoyo, S., Sapriani, S., Setiawan, A., & Suroyya, S. (2020). Perizinan Berusaha melalui Online Single Submission sebagai Ketaatan Hukum dalam Rangka Meningkatkan Investasi. Borneo Law Review, 4(1), 64-78. https://doi.org/10.35334/bolrev.v4i1.1397
Setiadi, W. (2019). Penolakan Gugatan Indonesia oleh WTO atas Kebijakan Australia mengenai Kemasan Rokok Polos. Jurnal Esensi Hukum, 1(1), 12-23. https://doi.org/10.35586/esensihukum.v1i1.11
Siems, M., & Nelken, D. (2017). Global Social Indicators and the Concept of Legitimacy. International Journal of Law in Context, 13(4), 436-449. https://doi.org/10.1017/S1744552317000374
Situngkir, D. A. (2018). Asas Pacta Sunt Servanda dalam Penegakan Hukum Pidana Internasional. JCH (Jurnal Cendekia Hukum), 3(2), 153-165. http://doi.org/10.33760/jch.v3i2.29
United States-Mexico-Canada. (1992, 17 December). North American Free Trade Agreement. https://ustr.gov/sites/default/files/uploads/Countries%20Regions/africa/agreements/nafta/NAFTA%20Chapter%20Summaries.pdf
World Trade Organization. (1994, 15 April). Agreement Establishing The World Trade Organization. https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/04-wto.pdf
World Trade Organization. (1994, 15 April). Agreement on Trade-Related Investment Measures. https://www.wto.org/english/docs_e/legal_e/18-trims.pdf
World Trade Organization. (1994, 15 April). General Agreement on Tariffs and Trade 1994 (the WTO Agreements Series 2). https://www.wto.org/english/res_e/booksp_e/agrmntseries2_gatt_e.pdf














