Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Feri Hunimua
Kata Kunci:
Dermaga, Infrastruktur, Pelabuhan, Transportasi FeriAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja operasional pelayanan, utilitas, dan prioritas pembangunan infrastruktur Pelabuhan Feri Hunimua berdasarkan Standar Pelayanan Penumpang. Penelitian ini menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan aplikasi Expert Choice. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, studi dokumentasi, dan angket. Pengoperasian Pelabuhan Feri Hunimua melayani rute Hunimua – Waipirit dengan rute 11,5 mil. Ada 5 kapal yang beroperasi di jalur ini, yakni KMP Terubuk, KMP Inelika, KMP Tanjung Koako, KMP Roka Tenda dan KMP Dolosi dengan bobot 322 GT hingga 1.148 GT. Parameter analisis terdiri dari berth occupancy ratio (BOR), yard occupancy ratio (YOR), waiting time (WT), approach time (AT), effective time/berthing time (ET/BT), dan ton/gang/hour (T/G/H). Analisis data dilakukan berdasarkan kinerja pelayanan dan operasional dengan indikator utilitas. Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan penerapan Expert Choice berdasarkan parameter analisis menghasilkan pencapaian kinerja. Dalam hal ini, parameter BOR berkinerja baik, parameter YOR berkinerja baik, parameter WT berkinerja baik, parameter AT berkinerja rendah, parameter ET/BT berkinerja baik, dan parameter T/G/H berkinerja rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur Pelabuhan Feri Hunimua masih harus diprioritaskan. Dalam hal ini pengelola pelabuhan feri menambah area/lapangan untuk penyimpanan barang dan ruang tunggu kendaraan bermotor sebelum menaiki kapal. Pembangunan infrastruktur juga sangat mempengaruhi kegiatan bongkar muat untuk meningkatkan produktivitas buruh kerja.











