The Dialectics of Judicial Pardon as a Safety Valve in the Offense of Murder: A Substantive Justice Analysis under Law Number 1 of 2023

  • Tarisha Ersya Ramadinah Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Syarif Saddam Rivanie Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Muhammad Said Karim Universitas Hasanuddin, Indonesia
  • Afif Muhni Universitas Hasanuddin, Indonesia

Abstrak

Transformasi fundamental hukum pidana nasional melalui pengundangan UU Nomor 1 Tahun 2023 mengusung paradigma keadilan substantif yang memicu dialektika normatif terhadap eksistensi asas legalitas formal peninggalan kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kedudukan rechterlijk pardon sebagai instrumen veiligheidsklep yang bersifat eksepsional guna mengakomodasi fakta hukum pada tindak pidana pembunuhan tertentu, sekaligus menilai efektivitasnya dalam menjaga keseimbangan antara kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan yang dianalisis secara kualitatif menggunakan logika deduktif serta metode dialektika hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatasan limitatif pemaafan hakim dalam Pasal 70 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 berbenturan secara diametral dengan mandat Pasal 53 ayat (2) Undang-Undang tersebut yang mewajibkan hakim mengutamakan keadilan substantif di atas kepastian hukum formal. Temuan ini menegaskan bahwa pemaafan hakim berfungsi sebagai saringan terakhir pasca-operasionalisasi saringan utama berupa alasan penghapus pidana konvensional seperti weer-exces dan overmacht. Melalui analisis terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jeneponto Nomor 4/Pid.B/2024/PN Jnp, terbukti bahwa pemaafan hakim secara eksepsional pada delik pembunuhan dengan tingkat ketercelaan rendah merupakan keniscayaan yudisial demi mewujudkan tujuan keadilan restoratif dan dekolonialisasi hukum pidana nasional. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa pemaafan hakim adalah instrumen penyelamat martabat kemanusiaan yang membutuhkan dukungan pedoman pemidanaan akuntabel. Oleh karena itu, Mahkamah Agung disarankan segera menyusun Peraturan Mahkamah Agung yang mengatur parameter kualitatif penerapan pemaafan pada delik berat guna menghindari disparitas putusan serta menjamin legitimasi moral hukum dalam sistem peradilan pidana Indonesia masa depan.

Kata Kunci: Keadilan Substantif, KUHP Baru, Pembunuhan, Pemaafan Hakim, Veiligheidsklep

Article Metrics

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Agista, C. D., & Adhari, A. (2022). Pembelaan Terpaksa sebagai Alasan Pembenar dalam Rangka Pembelaan Diri. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(10), 17023-17030. Retrieved from https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/12998

Akbar, M. F. (2022). Pembaharuan Keadilan Restoratif dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 51(2), 199-208. https://doi.org/10.14710/mmh.51.2.2022.199-208

Alfianda, R., Risardi, M., Kamisan, K., Amin, M., Sarioda, S., Maulida, R., & Albayani, A. Z. (2024). Tindak Pidana Korupsi dan Pertanggungjawaban Korporasi. Wathan: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(1), 64-75. https://doi.org/10.71153/wathan.v1i1.23

Arisandy, A. P., Sugiartha, I. N. G., & Karma, N. M. S. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan karena Pembelaan Terpaksa yang Melampaui Batas (Weer Exces). Jurnal Preferensi Hukum, 5(3), 278-283. Retrieved from https://ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/juprehum/article/view/8065

Bahri, R. A. (2024). Penafsiran Asas Judicial Pardon dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Baru. Journal of Interdisciplinary Legal Perspectives, 1(1), 16-32. https://doi.org/10.70837/m6wxns71

Baihaqi, I., Makarao, T., & Intihani, S. (2024). Pembelaan Terpaksa yang Melampai Batas (Weer Exces) Sebagai Alasan dalam Penghapusan Pidana. Jurnal Hukum Jurisdictie, 6(1), 1-11. https://doi.org/10.34005/jhj.v6i1.162

Decision of the District Court of Jeneponto Number 4/Pid.B/2024/PN Jnp on Defendant: Ramli Dg Rani Bin Dg Tanga. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaef05c3748357429e20303735373330.html

Estiningtyas, A. R., Hasanah, U., & Windari, R. (2024). Comparison of the Legal Regulation of the Rechterlijk Pardon in Indonesia and the Netherlands. Jurnal Suara Hukum, 6(1), 54-75. https://doi.org/10.26740/jsh.v6n1.p162-186

Eugenia, F., Limanto, C. J., & Tedjokusumo, D. D. (2024). Tantangan Praktis dalam Proses Pembuktian Perkara Pidana: Kredibilitas Saksi dan Validitas Bukti Elektronik. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 5(2), 492-503. Retrieved from https://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris/article/view/642

Farikhah, M. (2018a). Konsep Judicial Pardon (Pemaafan Hakim) dalam Masyarakat Adat di Indonesia. Jurnal Media Hukum, 25(1), 81-92. https://doi.org/10.18196/jmh.2018.0104.81-92

Farikhah, M. (2018b). Rekonseptualisasi Judicial Pardon dalam Sistem Hukum Indonesia (Studi Perbandingan Sistem Hukum Indonesia dengan Sisitem Hukum Barat). Jurnal Hukum & Pembangunan, 48(3), 556-588. Retrieved from https://scholarhub.ui.ac.id/jhp/vol48/iss3/6

Fathan, R., Rivanie, S. S., Karim, M. S., Iskandar, I., Sriyana, S., & Halim, H. (2025). The Integration of the LPSK into the Criminal Justice System: The Urgency of Witness and Victim Protection Amidst an Illusion of Criminal Procedure Law Reform. SIGn Journal of Social Science, 6(1), 69-87. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i1.517

Filani, A. O., & Aina, S. A. (2022). The Place of Discharge and Recognizance in Criminal Justice Administration in Nigeria. International Journal of Law, 8(3), 55-59. Retrieved from https://www.lawjournals.org/archives/2022/vol8/issue3/8-3-14

Firmansyah, R. A., Widjaja, M., Kusumawardani, C. E., Sugianto, F., & Indradewi, A. A. (2025). Justice Collaborator at a Legal Crossroads: An Analysis of the Tension between Substantive Justice and Legal Certainty. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 368-384. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.479

Hakim, L. N., Andariesta, N. F. D., Sari, R. K., & Aziziyah, T. (2022). RKUHP: Judicial Pardon Concept in Corruption Crime. Legal Brief, 11(3), 1940-1950. Retrieved from https://www.legal.isha.or.id/index.php/legal/article/view/415

Hardicky, N., Rahmad, R. A., & Susanti, H. (2024). Policy Formulation of the Rechterlijk Pardon Concept (Judge’s Forgiveness) in Traffic Accident Criminal Cases. Journal of Law, Politic and Humanities, 4(6), 2218-2228. https://doi.org/10.38035/jlph.v4i6.683

Hasibuan, S. M. (2021). Kebijakan Formulasi Rechterlijke Pardon dalam Pembaharuan Hukum Pidana. Jurnal Hukum Progresif, 9(2), 111-122. https://doi.org/10.14710/jhp.9.2.111-122

Irwan, M., Rahman, A., & Amaliyah, A. (2025). Judicial Law-Finding in the Criminal Justice System: Harmonizing Legal Certainty and Substantive Justice. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 647-663. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.502

Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.

Jatmiko, S. (2022). Rechterilijke Pardon (Pemaafan Hakim) dalam Tindak Pidana Perpajakan. Hermeneutika: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 121-133. https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v6i1.6774

Kaudis, D. M. (2021). Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaku Pembunuhan dalam Keadaan Terpaksa untuk Membela Diri Menurut Pasal 49 KUHP dan Pasal 338 KUHP. Lex Crimen, 10(3), 142-150. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/33128

Laia, F. F. D. (2024). Restorative Justice and Living Law Based on Dayak Ngaju Adat Law: A Comprehensive Analysis. SIGn Jurnal Hukum, 6(2), 68-84. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.363

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 on the Penal Code Regulations. https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/814

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2023 on the Penal Code (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2023 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6842). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1818

Manafe, V. A., & Sumanto, L. (2024). Asas Pemaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) Sebagai Upaya Penyelesaian Tindak Pidana Ringan untuk Pembaharuan Hukum Pidana Nasional. Quantum Juris: Jurnal Hukum Modern, 6(3), 338-349. Retrieved from https://journalversa.com/s/index.php/jhm/article/view/3102

Nazara, I., Burhanudin, K., & Frans, M. P. (2025). Makna Yuridis Tindak Pidana yang Sifatnya Ringan dalam Konsep Judicial Pardon Ditinjau Berdasarkan Asas Legalitas. Widya Yurisdika: Jurna Hukum, 8(1), 9-17. https://doi.org/10.31328/wy.v8i1.5573

Ningtias, A. D., & Shofa, A. F. (2024). Sinkronasi Konsep Pemaafan Hakim Sebagai Wujud Asas Restorative Justice dalam Hukum Acara Pidana. Risalah Hukum, 20(1), 33-40. https://doi.org/10.30872/risalah.v20i1.1372

Paulina, A. L., & Zulfa, E. A. (2024). Sentencing Guidelines and Rechterlijk Pardon in Article 54 Paragraph (1) and (2) of the Criminal Code 2023. Literacy: International Scientific Journals of Social, Education, Humanities, 3(3), 10-21. https://doi.org/10.56910/literacy.v3i3.1977

Putra, A. A. (2025). The Politics of Law Regarding Capital Punishment and the Protection of the Right to Life in Indonesia: A Perspective from Law Number 1 of 2023. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 188-202. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.429

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ

Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). Custom as a Critical Concept and Siri’ as the Core Concept of Ugi-Mangkasara Culture. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 40-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123

Rivanie, S. S., & Ashar, M. S. I. (2025). Reorientation of Indonesian Criminal Law Politics: Shifting Paradigm from Retributive to Restorative in Death Penalty Regulation. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 869-885. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.544

Rizal, M., Hatta, M., Sumiadi, S., Zulfan, Z., & Husni, H. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Upaya Pembelaan Diri Korban Tindak Pidana Pembunuhan. Cendekia: Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora, 2(4), 890-908. https://doi.org/10.70193/cendekia.v2i4.84

Saman, M. H. R., Kalo, S., Yunara, E., & Ekaputra, M. (2023). Kajian Hukum Ancaman Pidana Penjara Seumur Hidup Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dalam Penerapan Hukum di Indonesia. Jurnal Pencerah Bangsa, 2(2), 25-34. Retrieved from https://jurnal.mediapencerahanbangsa.co.id/index.php/jpb/article/view/32

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Setyawan, V. P., & Kurniawan, I. D. (2023). Permaafan Hakim dalam Pembaruan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Dunia Ilmu Hukum, 1(1), 20-24. https://doi.org/10.59435/jurdikum.v1i1.97

Suhartanto, F. P., & Febrianty, Y. (2024). Perbandingan Sistem Hukum Civil Law dan Common Law. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(3), 72-83. Retrieved from https://journal.appisi.or.id/index.php/konsensus/article/view/218

Sukma, F., & Cumbhadrika, C. (2023). Urgensi Penerapan Rechterlijk Pardon Sebagai Pembaharuan Hukum Pidana dalam Perspektif Keadilan Restoratif. Gorontalo Law Review, 6(1), 46-61. https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2678

Wicaksono, B. S., Ismansyah, I., & Elda, E. (2025). Rechterlijke Pardon sebagai Penyeimbang Asas Legalitas dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 7(4), 2658-2665. https://doi.org/10.38035/rrj.v7i4.1574

Diterbitkan
2026-01-13

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##