Association between Personal Hygiene, Personal Protective Equipment Usage, and Exposure Duration with the Occurrence of Allergic Contact Dermatitis among Seaweed Farmers

Penulis

  • Dian Furqani Hamdan Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia
  • Rifkha Ayu Andira Universitas Mega Buana Palopo, Indonesia
  • Rini Faramita Sadar STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjph.v4i2.684

Kata Kunci:

Alat Pelindung Diri, Dermatitis Kontak Alergi, Higiene Perorangan, Pekerja Rumput Laut

Abstrak

Pekerja budidaya rumput laut di kawasan pesisir menghadapi risiko okupasional yang tinggi terhadap dermatitis kontak alergi akibat paparan terus-menerus dengan lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan penyakit kulit ini dengan mengevaluasi hubungannya terhadap tingkat higiene perorangan, kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), dan durasi lama kontak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 47 responden yang dipilih melalui teknik pengambilan simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner tervalidasi dan pemeriksaan fisik, dilanjutkan dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dermatitis sebesar 55,32% pada sampel. Higiene perorangan kurang (p = 0,003) dan kepatuhan penggunaan APD yang tidak memadai (p = 0,016) diidentifikasi sebagai determinan signifikan dari penyakit ini. Menariknya, analisis terhadap dimensi waktu kerja menemukan sebuah anomali: kelompok dengan durasi kontak harian < 8 jam memiliki tingkat morbiditas tertinggi (p < 0,001), yang mengindikasikan potensi pengaruh kuat dari kerentanan genetik individu dan kontaminasi air laut. Berdasarkan temuan ini, otoritas layanan kesehatan primer setempat perlu menerapkan program edukasi modifikasi perilaku yang tepat sasaran serta memfasilitasi pembangunan fasilitas bilas air bersih untuk memutus rantai penularan patogen secara efektif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Arif, M. I., Juherah, J., & Aspa, N. N. A. (2024). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Bajo Barat Kabupaten Luwu. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 24(1), 49-57. https://doi.org/10.32382/sulo.v24i1.477

Azhar, K., & Hananto, M. (2011). Hubungan Proses Kerja dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani Rumput Laut di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Jurnal Ekologi Kesehatan, 10(1), 1-9. Retrieved from https://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/jek/article/view/1690

Dahlan, M. S. (2020). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan: Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat, Dilengkapi Aplikasi Menggunakan SPSS. Epidemiologi Indonesia.

Dwiseli, F., & Rahmadani, Y. (2024). Penyuluhan Pencegahan Dermatitis pada Petani Rumput Laut Lingkungan Pattitangngang, Kabupaten Takalar. Mammiri: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 22-26. Retrieved from https://etdci.org/journal/mammiri/article/view/1220

Fatahillah, W. R. (2024). The Influence of Atopy History on Sensitive Skin: A Systematic Review. Jurnal Biologi Tropis, 24(1b), 373-379. https://doi.org/10.29303/jbt.v24i1b.7994

Gregory, I. D., Collie, J., & Chapleau, R. R. (2022). Genetic Markers of Atopic Dermatitis Risk for Screening Aviation Applicants. Aerospace Medicine and Human Performance, 93(11), 806-810. https://doi.org/10.3357/amhp.6128.2022

Hatimi, F. I., Mubarak, R. A., Islami, S., & Apriliana, E. (2025). Penyuluhan Dermatitis Kontak Iritan dan Nyeri Punggung Bawah pada Nelayan Pelabuhan Lempasing. Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi, 6(1), 47-53. Retrieved from https://publikasi-adpiindonesia.id/ejournal/index.php/saintek/article/view/472

Humaerah, P., Riskiyani, S., & Thaha, R. M. (2024). Dermatis Disease Prevention Behavior (Case Study: Seaweed Farmers in Bantaeng Sub-District). Revista de Gestão Social e Ambiental, 18(6), 1-17. https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n6-002

Irma, I. (2024). Faktor Individu dan Riwayat Penyakit Kulit Sebagai Prediktor Dermatitis Kontak pada Nelayan. Indonesian Scholar Journal of Medical and Health Science, 3(5), 171-178. Retrieved from https://dohara.or.id/index.php/hsk/article/view/628/409

Irma, I., Febriyan, W. O. N., & Masluhiya, A. F. S. (2023). Determinant Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut. Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 4(2), 58-64. https://doi.org/10.24123/kesdok.v4i2.5616

Kaderiah, K., Alwi, M. K., Nurgahayu, N., Mutthalib, N. U., & Muhsanah, F. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada Nelayan Rumput Laut di Pulau Salemo. Window of Public Health Journal, 5(1), 29-36. https://doi.org/10.33096/woph.v5i1.600

Kim, A. R., Kim, M. J., Seo, J., Moon, K. M., & Lee, B. (2024). The Beneficial Roles of Seaweed in Atopic Dermatitis. Marine Drugs, 22(12), 1-28. https://doi.org/10.3390/md22120566

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta.

Pane, P. Y., Siregar, S. D., Rajagukguk, A. F. U., & Siallagan, J. C. P. (2022). Kejadian Dermatitis Kontak pada Nelayan dan Faktor-Faktor Penyebabnya. In Prosiding Forum Ilmiah Berkala Kesehatan Masyarakat (Vol. 2, pp. 40-44). Universitas Prima Indonesia. https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/fiberkesmas/article/view/2280

Risal, M. (2020). Use of Gloves Affects the Incidence of Irritant Contact Dermatitis in Seaweed Farmers. Health Information: Jurnal Penelitian, 12(1), 23-29. https://doi.org/10.36990/hijp.vi.181

Riskesdas. (2019). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. https://repository.kemkes.go.id/book/1323

Safriyanti, S., Lestari, H., & Ibrahim, K. (2016). Hubungan Personal Hygiene, Lama Kontak dan Riwayat Penyakit Kulit dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada Petani Rumput Laut di Desa Akuni Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016. JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 1(3), 1-10. Retrieved from https://ojs.uho.ac.id/index.php/jimkesmas/article/view/1258

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Wahyuni, W., Thamrin, Y., & Naiem, M. F. (2023). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pekerja Rumput Laut di Kecamatan Nunukan Selatan. Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH), 4(3), 318-329. https://doi.org/10.30597/hjph.v4i3.27346

Wang, H., Chen, M., Wang, T., Cai, W., Li, X., Huang, L., & Wang, M. (2025). Atopic Dermatitis and Risk of Autoimmune Diseases: A Systematic Review and Meta-Analysis. Frontiers in Immunology, 16, 1-14. https://doi.org/10.3389/fimmu.2025.1539997

Diterbitkan

2025-12-16

Cara Mengutip

Hamdan, D. F., Andira, R. A., & Sadar, R. F. (2025). Association between Personal Hygiene, Personal Protective Equipment Usage, and Exposure Duration with the Occurrence of Allergic Contact Dermatitis among Seaweed Farmers. SIGn Journal of Public Health, 4(2), 83-93. https://doi.org/10.37276/sjph.v4i2.684

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama