Legal Analysis of the Supreme Court Decision Regarding the Annulment of Acquittal in Corruption Crime Case: A Study of Decision Number 1227 K/Pid.Sus/2022
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.651Kata Kunci:
Aset Negara, Disparitas Putusan, Korupsi, Pembatalan Putusan, Putusan BebasAbstrak
Penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi di Indonesia masih diwarnai oleh disparitas putusan yang mencolok. Kondisi ini terjadi dalam perkara pengadaan tanah di mana Judex Facti membebaskan terdakwa dari dakwaan penuntut umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum Mahkamah Agung dalam membatalkan putusan bebas Pengadilan Negeri Samarinda. Selain itu, penelitian ini merekonstruksi unsur melawan hukum terkait status tanah negara serta menguji validitas alat bukti audit versus penilaian harga. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual. Studi ini menemukan bahwa pembatalan Putusan Nomor 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smr oleh Putusan Mahkamah Agung Nomor 1227 K/Pid.Sus/2022 didasarkan pada kekeliruan fundamental Judex Facti yang membuat kesimpulan dan pertimbangan hukum yang salah serta tidak sesuai dengan fakta terungkap di persidangan. Analisis membuktikan bahwa tanah bekas hak pakai yang telah habis masa berlakunya demi hukum kembali menjadi aset negara. Oleh karena itu, pembayaran ganti rugi kepada pihak ketiga merupakan tindakan fiktif yang memenuhi unsur secara melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Laporan Hasil Audit yang menyatakan terjadi kerugian negara lebih valid dibandingkan metode penilaian estimasi harga melalui komunikasi telepon yang cacat prosedur. Sebagai implikasi, penelitian ini merekomendasikan perlunya perubahan paradigma hakim dari pendekatan legalistik-formal menuju materiil-progresif dalam memutus perkara. Penelitian ini juga mendesak penyusunan pedoman pemidanaan yang terukur untuk meminimalisasi disparitas vonis dan memaksimalkan pengembalian kerugian negara.
Unduhan
Referensi
The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang-dasar
Behuku, J. G., Kusuma, J. I., Chasanah, N. U., Sugianto, F., & Indradewi, A. A. (2025). A The Judge’s Role in the Effectiveness of Anti-Corruption Enforcement in Indonesia: A Juridical Analysis. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 351-367. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.464
Claudiary, A. O. (2021). Argumentasi Kasasi Penuntut Umum Judex Facti Salah Menerapkan Hukum dalam Perkara Korupsi (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 433 K/Pid.Sus/2018). Verstek, 9(2), 407-415. https://doi.org/10.20961/jv.v9i2.51099
Daulay, A. F. (2025). Sentencing Disparities in Corruption Cases and Judicial Discretion in Indonesian Courts. Jurnal Ilmu Hukum Kyadiren, 6(2), 160-172. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i2.248
Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 114/PUU-X/2012 on the Review of Law Number 8 of 1981. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=114/PUU-X/2012
Decision of the District Court of Samarinda Number 1/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smr on Defendant: Suprianto, S.H. Bin (Alm.) Muhammad Kurdi AM. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaebee82ce06527a923c303933313533.html
Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1227 K/Pid.Sus/2022 on Defendant: Suprianto, S.H. Bin (Alm.) Muhammad Kurdi AM. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaedd904668c97588137313433343034.html
Fiah, E. M., Fallo, D. F. N., & Prabowo, S. (2025). Tinjauan Yuridis Penolakan Permohonan Kasasi oleh Mahkamah Agung Terkait Putusan Bebas dalam Tindak Pidana Korupsi. Journal of Administrative and Sosial Science, 6(2), 203-212. https://doi.org/10.55606/jass.v6i2.1981
Harefa, N. S. K., Manik, G. K., Marpaung, I. K. Y., & Batubara, S. A. (2020). Dasar Pertimbangan Hakim terhadap Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS): Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 73/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdn. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 30-42. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.68
Hartika, L., Dithisari, I., & Andriati, S. L. (2023). Urgensi Pelaksanaan Eksekusi Pidana Tambahan Uang Pengganti oleh Jaksa Eksekutor dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi. Binamulia Hukum, 11(2), 127-137. https://doi.org/10.37893/jbh.v11i2.297
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Kholik, I., Warman, E., & Harianto, D. (2022). Legal Protection of the Defendant’s Property as Evidence in the Trial Process of Corruption. Unifikasi: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 74-87. https://doi.org/10.25134/unifikasi.v9i2.6833
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 on the Penal Code Regulations. https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/814
Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1981 on the Criminal Procedure Code (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1981 Number 76, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3209). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/755
Law of the Republic of Indonesia Number 31 of 1999 on the Eradication of Corruption Crimes (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1999 Number 140, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3874). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/432
Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2001 on Amendment to Law Number 31 of 1999 on the Eradication of Corruption Crimes (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2001 Number 134, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4150). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/351
Mansyur, M., Renggong, R., & Oner, B. (2024). Putusan Bebas Perkara Pidana Korupsi di Pengadilan Pidana Korupsi Makassar. Indonesian Journal of Legality of Law, 6(2), 297-301. https://doi.org/10.35965/ijlf.v6i2.4475
Pawe, T., Husen, L. O., & Muzakkir, A. K. (2025). The Paradox of a Rule of Law State: A Critical Reflection on the Dialectic between Discourse and Reality in the Eradication of Corruption in Indonesia. Sovereign: International Journal of Law, 6(1-2), 1-17. https://doi.org/10.37276/sijl.v7i1-2.56
Prakosa, I. (2021). Pertimbangan Mahkamah Agung Memutus Permohonan Kasasi Penuntut Umum Berdasarkan Alasan Judex Facti Keliru Menafsirkan Peraturan Hukum dalam Perkara Korupsi. Verstek, 9(1), 129-135. https://doi.org/10.20961/jv.v9i1.49998
Prasetyo, Y., Febriansyah, F. I., Indiantoro, A., Isnandar, A., & Agiyanto, U. (2022). Analysis of the Reasons for the Judge’s Decision Which Relieves Defendants in Corruption Cases. Jurnal Jurisprudence, 12(1), 46-70. https://doi.org/10.23917/jurisprudence.v12i1.1008
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Saragih, A., & Ihsan, S. (2022). The Basis for the Judge’s Consideration of Acquitting the Perpetrators of Corruption Crime. Corruptio, 3(1), 1-10. https://doi.org/10.25041/corruptio.v3i1.2520
Sutopo, R. B. P., & Panjaitan, H. (2025). A Juridical Demarcation: Reconstructing the Proof of Mens Rea to Differentiate Policy and Corruption by Public Officials. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 765-784. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.525
Triastina, A. (2022). Kesesuaian Alasan Kasasi Terdakwa dalam Perkara Korupsi yang Dikabulkan oleh Mahkamah Agung dengan Pasal 253 Ayat 1 KUHAP. Verstek, 10(2), 386-391. https://doi.org/10.20961/jv.v10i2.67690
Zuhrah, Z., Sulistiyono, A., Ridwan, R., Syamsuddin, S., & Iksan, I. (2024). Independensi Hakim dalam Berbagai Disparitas Putusan Perkara Korupsi di Mahkamah Agung. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 47-70. https://doi.org/10.34304/jf.v13i1.236














