Dikotomi Pendekatan dalam Kajian Ilmu Hukum: Sebuah Tinjauan Kritis
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.162Kata Kunci:
Dikotomi, Doktrinal, Ilmu Hukum, Non-DoktrinalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis dikotomi pendekatan antara doktrinal dan non-doktrinal dalam kajian ilmu hukum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan teknik studi kepustakaan. Bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk menyajikan kesimpulan dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikotomi pendekatan dalam kajian ilmu hukum merupakan dinamika keilmuan yang sejalan dengan perubahan sosial di masyarakat. Pendekatan doktrinal merupakan kajian hukum normatif yang selalu menitikberatkan pada norma-norma yang tidak lain adalah karakter ilmu hukum itu sendiri. Sebaliknya, pendekatan non-doktrinal merupakan kajian hukum empiris yang melintasi disiplin ilmu lain dan tidak mengabaikan norma hukum sebagai karakter ilmu hukum. Selain itu, pendekatan doktrinal menentukan secara substansial apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak (das sollen). Pada saat yang sama, pendekatan non-doktrinal mengoreksi perilaku hukum tidak lain sebagai peradilan yang menciptakan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan dalam ranah empiris (das sein). Oleh karena itu, direkomendasikan kepada akademisi hukum untuk memiliki konstruksi pemikiran hukum yang progresif. Selain itu, pemerintah harus memastikan kompetensi setiap akademisi hukum ketika membuat naskah akademik Rancangan Peraturan Perundang-Undangan. Dalam hal ini, negara hukum harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Unduhan
Referensi
Ali, A. (2002). Menguak Tabir Hukum: Suatu Kajian Filosofis dan Sosiologis. Gunung Agung.
Barlian, A. E. A., & Arief, B. N. (2017). Formulasi Ide Permaafan Hakim (Rechterlijk Pardon) dalam Pembaharuan Sistem Pemidanaan di Indonesia. Law Reform, 13(1), 28-44. https://doi.org/10.14710/lr.v13i1.15949
Barral, V. (2012). Sustainable Development in International Law: Nature and Operation of an Evolutive Legal Norm. European Journal of International Law, 23(2), 377-400. https://doi.org/10.1093/ejil/chs016
Bruggink, J. J. H. (2015). Refleksi tentang Hukum: Pengertian-Pengertian Dasar dalam Teori Hukum (Trans. by Bernard Arief Sidharta). PT. Citra Aditya Bakti.
Christiani, T. A. (2016). Normative and Empirical Research Methods: Their Usefulness and Relevance in the Study of Law as an Object. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 219, 201-207. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2016.05.006
Farid, A. Z. A. (1983). Persepsi Orang Bugis Makassar tentang Hukum, Negara dan Dunia Luar. PT. Alumni.
Gestel, R. v., & Micklitz, H.-W. (2013). Why Methods Matter in European Legal Scholarship. European Law Journal, 20(3), 292-316. https://doi.org/10.1111/eulj.12049
Hunter, R., Ingleby, R., & Johnstone, R. (Eds.). (1995). Thinking about Law: Perspectives on the History, Philosophy, and Sociology of Law. Allen & Unwin.
Hutchinson, T., & Duncan, N. (2012). Defining and Describing What We Do: Doctrinal Legal Research. Deakin Law Review, 17(1), 83-119. https://doi.org/10.21153/dlr2012vol17no1art70
Kelsen, H. (1978). The Pure Theory of Law (Trans. by Max Knight). University of California Press.
Leeuw, F. L. (2015). Empirical Legal Research: The Gap between Facts and Values and Legal Academic Training. Utrecht Law Review, 11(2), 19-33. https://doi.org/10.18352/ulr.315
Lopa, B. (1996). Masalah-Masalah Politik, Hukum, Sosial, Budaya, dan Agama: Sebuah Pemikiran. PT. Pustaka Sinar Harapan.
Marzuki, P. M. (2016). Penelitian Hukum. Kencana Prenada Media Group.
Meuwissen, D. H. M. (1975). Elementen van Staatsrecht. W.E.J. Tjeenk Willink.
Paton, G. W. (1972). A Textbook of Jurisprudence. Oxford University Press.
Pound, R. (2000). Jurisprudence. The Lawbook Exchange, Ltd.
Qamar, N. (2021). Theory Position in the Structure of Legal Science. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 52-64. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.126
Qamar, N., & Gede, A. M. A. (2022). Tebaran Pemikiran tentang Hukum. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rahardjo, S. (1999). Ilmu Hukum. PT. Citra Aditya Bakti.
Rahardjo, S. (2005). Membedah Hukum Progresif. Kompas.
Rasjidi, L., & Rasjidi, I. T. (2002). Pengantar Filsafat Hukum. CV. Mandar Maju.
Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). Custom as a Critical Concept and Siri’ as the Core Concept of Ugi-Mangkasara Culture. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 40-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123
Ruhl, J. B., & Katz, D. M. (2015). Measuring, Monitoring, and Managing Legal Complexity. Iowa Law Review, 101(1), 191-244.
Shaffer, G., & Ginsburg, T. (2012). The Empirical Turn in International Legal Scholarship. The American Journal of International Law, 106(1), 1-46. https://doi.org/10.5305/amerjintelaw.106.1.0001
Sitabuana, T. H., & Adhari, A. (2020). Positivisme dan Implikasinya terhadap Ilmu dan Penegakan Hukum oleh Mahkamah Konstitusi (Analisa Putusan Nomor 46/PUU-XIV/2016). Jurnal Konstitusi, 17(1), 104-129. https://doi.org/10.31078/jk1715
Spaak, T. (2017). Realism about the Nature of Law. Ratio Juris, 30(1), 75-104. https://doi.org/10.1111/raju.12073
Syaputra, D. (2019). Analisa Ekonomi Atas Hukum Pidana terhadap Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi. Wajah Hukum, 3(1), 60-64. http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v3i1.48
Wignjosoebroto, S. (1994). Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional: Dinamika Sosial – Politik dalam Perkembangan Hukum di Indonesia. Rajawali Pers.
Yusriyadi, Y. (2020). Development of an Ideal Model Based on Positivism and its Implication Towards Legal Science and Law Enforcement. Diponegoro Law Review, 5(2), 231-244. https://doi.org/10.14710/dilrev.5.2.2020.231-244














