Pelaksanaan Hukuman Kebiri Kimia: Perspektif Hukum Pidana dan Hak Asasi Manusia
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.282Kata Kunci:
Hak Asasi Manusia, Hukum Pidana, Kebiri Kimia, Kekerasan Seksual, Perlindungan AnakAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana kebiri kimia selaras dengan kerangka hukum pidana Indonesia dan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman kebiri kimia sebagaimana diatur dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2016 dan PP Nomor 70 Tahun 2020 ditetapkan sebagai upaya pencegahan terhadap kekerasan seksual terhadap anak. Namun, relevansi hukuman ini harus dilihat dari dua perspektif utama: hukum pidana dan hak asasi manusia. Dari perspektif hukum pidana, kebiri kimia berfungsi sebagai retribusi, rehabilitasi, dan deterransi, bekerja secara sinergis untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi anak dari kekerasan seksual. Sementara dari sisi hak asasi manusia, sangat penting untuk memastikan perlindungan anak tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang digariskan dalam UDHR, UUD NRI Tahun 1945, dan UU Nomor 39 Tahun 1999. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi mengenai evaluasi yang komprehensif terhadap pelaksanaan hukuman kebiri kimia dapat diajukan kepada Pemerintah. Pertama, meskipun kebijakan ini bertujuan untuk mencegah pelecehan seksual terhadap anak, kajian mendalam dari sudut pandang hukum pidana harus diperkuat untuk memastikan efektifitas tiga fungsi utama pemidanaan: retribusi, rehabilitasi, dan deterransi. Kedua, tinjauan dari perspektif hak asasi manusia sama pentingnya. Kebijakan ini harus dipastikan selaras dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang terkandung dalam UDHR, UUD NRI Tahun 1945, dan UU Nomor 39 Tahun 1999. Dengan demikian, langkah-langkah konkrit seperti amandemen, pelatihan penegakan hukum, dan pendidikan publik menjadi sangat penting untuk mengoptimalkan hukuman kebiri kimia dalam perlindungan anak tanpa mengabaikan hak asasi manusia.
Unduhan
Referensi
The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. https://www.dpr.go.id/jdih/uu1945
Alimuddin, A., Nasution, N., & Jiwantara, F. A. (2022). Rendahnya Perlindungan Hukum terhadap Korban Kekerasan Anak Penyebab Meningkatnya Kasus Kekerasan Seksual. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(7), 2186-2192. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i7.694
Arake, L. (2020). Hukuman Kebiri Kimia Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Perspektif Fiqh Siyasah. Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, 5(1), 20-51. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v5i1.676
Basri, H. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana berdasarkan Sistem Peradilan Pidana Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 2(2), 104-121. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i2.90
Begem, S. S., Qamar, N., & Baharuddin, H. (2019). Sistem Hukum Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Melalui Mahkamah Pidana Internasional. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 1-17. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.28
Daming, S. (2020). Mengkaji Pidana Kebiri Kimia dalam Perspektif Medis, Hukum dan HAM. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 9(1), 22-29. https://doi.org/10.14421/sh.v9i1.1803
Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 on the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 99, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5882). https://peraturan.go.id/id/perppu-no-1-tahun-2016
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 70 of 2020 on Procedures for the Execution of the Chemical Castration Measure, Installing Electronic Detection Devices, Rehabilitation, and Disclosing the Identity of Offenders of Sexual Violence against Children (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2020 Number 269, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6585). https://peraturan.go.id/id/pp-no-70-tahun-2020
Hanif, G., & Agustanti, R. D. (2022). Problematika Residivis Kekerasan Seksual Terhadap Anak Setelah Eksekusi Pidana Tambahan Kebiri Kimia. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 9(2), 121-131. https://doi.org/10.31289/jiph.v9i2.8078
Hasanah, N. H., & Soponyono, E. (2018). Kebijakan Hukum Pidana Sanksi Kebiri Kimia dalam Perspektif HAM dan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal Magister Hukum Udayana, 7(3), 305-317. https://doi.org/10.24843/JMHU.2018.v07.i03.p03
Kardono, R. B. A., Jaya, N. S. P., & Rochaeti, N. (2020). Hukuman Kebiri terhadap Kejahatan Seksual Anak. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, 22(3), 567-582. https://doi.org/10.24815/kanun.v22i3.17120
Kartono, K., & Mulyana, A. (2019). The Implementation of Chemical Castration Penalties towards Paedophilia Crime Perpetrators. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 13(4), 321-332. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v13no4.1683
KPAI. (2021). Data Kasus Perlindungan Anak 2016 – 2020. Indonesian Child Protection Commission. https://bankdata.kpai.go.id/tabulasi-data/data-kasus-perlindungan-anak-2016-2020
KPAI. (2022). Data Kasus Perlindungan Anak 2021. Indonesian Child Protection Commission. https://bankdata.kpai.go.id/tabulasi-data/data-kasus-perlindungan-anak-2021
Law of the Republic of Indonesia Number 39 of 1999 on Human Rights (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1999 Number 165, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3886). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/440
Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2002 Number 109, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4235). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/322
Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 on Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 297, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5606). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1617
Law of the Republic of Indonesia Number 17 of 2016 on Enactment of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2016 on the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection Into Law (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 237, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5946). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1680
Mahmud, Y., Akili, R. H. S., Kadir, Y., & Moonti, R. M. (2019). Restorative Justice dalam Putusan Hakim Nomor: 31/Pid.Sus/2018/PN.Lbto Atas Kasus Persetubuhan terhadap Anak. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 52-69. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.37
Mardiya, N. Q. a. (2017). Penerapan Hukuman Kebiri Kimia bagi Pelaku Kekerasan Seksual. Jurnal Konstitusi, 14(1), 213-233. https://doi.org/10.31078/jk14110
Meer, T. v. d. (2014). Voluntary and Therapeutic Castration of Sex Offenders in the Netherlands (1938–1968). International Journal of Law and Psychiatry, 37(1), 50-62. https://doi.org/10.1016/j.ijlp.2013.09.005
Munthe, C. A. (2017). Relevansi Sanksi Kebiri Kimia dalam Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terhadap Tujuan Pemidanaan. Justitia et Pax, 32(2), 105-122. https://doi.org/10.24002/jep.v32i2.1149
Pratama, W. A. (2019). Penegakan Hukuman Mati terhadap Pembunuhan Berencana. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 29-41. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.34
Puteri, D. S., Wahono, D. C., Firdaus, R. J., & Sukamdani, S. (2020). Chemical Castration from Criminal Law and Human Rights. Cepalo, 4(1), 67-80. https://doi.org/10.25041/cepalo.v4no1.1910
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rahman, E. F., & Wibowo, H. (2021). Reintegrasi Sosial Korban Kasus Kekerasan Seksual Anak di P2TP2A DKI Jakarta. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(1), 97-105. https://doi.org/10.24198/focus.v4i1.34497
Rohmy, A. M., Setiyono, S., & Nihayaty, A. I. (2022). Kebijakan Pidana Tindakan Kebiri Kimia Pelaku Kejahatan Seksual Berulang pada Anak di Indonesia. Jurnal Rechtens, 11(2), 161-184. https://doi.org/10.56013/rechtens.v11i2.1361
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Suratman, T., & Shanty, W. Y. (2022). Perilaku Asusila Pada anak dan Upaya Diversi oleh Kepolisian Kajian Sosio-Legal. Jurnal Cakrawala Hukum, 13(1), 107-116. https://doi.org/10.26905/idjch.v13i1.7441
United Nations General Assembly. (1948, 10 December). Universal Declaration of Human Rights (A/RES/217(III)[A]). https://digitallibrary.un.org/record/666853/files/A_RES_217%28III%29%5EA%5E-EN.pdf?ln=en
Yuningsih, H., Nurjaya, I. N., Djatmika, P., & Ruba’I, M. (2020). Philosophical Foundation of Chemical Castration for Offenders of Sexual Violence against Children. Sriwijaya Law Review, 4(2), 62-78. https://doi.org/10.28946/slrev.Vol4.Iss2.297.pp62-78
Zakaria, C. A. F., Mahmud, A., & Mulyana, A. (2023). Legal Protection for Child Victims of Sexual Assault in a Restorative Justice Perspective. Jurnal Penelitian Hukum de Jure, 23(1), 59-70. http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2023.V23.59-70














