Adat sebagai Konsep Kunci dan Siri’ sebagai Konsep Inti Budaya Ugi-Mangkasara

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123

Kata Kunci:

Adat, Mangkasara, Siri’, Ugi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami adat sebagai konsep kunci dan siri’ sebagai konsep inti Budaya Ugi-Mangkasara berdasarkan perspektif antropologi hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yang berfokus pada penelusuran sejarah hukum adat yang memiliki keterkaitan dengan objek permasalahan. Objek kajian dalam penelitian ini ialah dokumen dan manuskrip tentang budaya Ugi-Mangkasara. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan perspektif antropologi hukum, sehingga objek kajian dapat dimaknai dan dideskripsikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adat sebagai konsep kunci dan siri’ sebagai konsep inti budaya Ugi-Mangkasara, merupakan produk budaya anak manusia Ugi-Mangkasara, yang sarat dengan tata nilai dari berbagai dimensi sebagai jati diri anak manusia Ugi-Mangkasara. Bagi anak manusia Ugi-Mangkasara, menghormati adat merupakan suatu kewajiban sosial pemilik kulturnya. Menegakkan siri’ merupakan penghormatan terhadap harga diri dan martabat kemanusiaan. Nilai yang dikandung budaya Ugi-Mangkasara, dapat dijadikan spirit bagi anak manusia pemilik budayanya secara khusus dan secara umum bagi anak manusia bangsa Indonesia sebagai bagian dari suku Ugi-Mangkasara.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abbas, I. (2013). Pappaseng: Kearifan Lokal Manusia Bugis yang Terlupakan. Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 15(3), 272-284. doi: https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v15i3.5752

Badewi, M. H. (2019). Nilai Siri’ dan Pesse dalam Kebudayaan Bugis-Makassar, dan Relevansinya terhadap Penguatan Nilai Kebangsaan. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo), 3(1), 79-96. doi: http://dx.doi.org/10.21580/jsw.2019.3.1.3291

Bahtiar, B. (2019). Hubungan Politik Antar Kerajaan: Gowa Dengan Bone, Soppeng, Wajo (Tellumpocco). Walasuji: Jurnal Sejarah dan Budaya, 10(2), 251-267. doi: https://doi.org/10.36869/wjsb.v10i2.12

Begem, S. S., et al. (2019). Sistem Hukum Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Melalui Mahkamah Pidana Internasional. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 1-17. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.28

Farid, A. Z. A. (1983). Persepsi Orang Bugis Makassar tentang Hukum, Negara dan Dunia Luar. Bandung: PT. Alumni.

Farid, A. Z. A. (2017). Capita Selecta: Kebudayaan Sulawesi Selatan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Farid, A. Z. A. (2017). Capita Selecta: Sejarah Sulawesi Selatan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Friedman, L. M. (2008). Sistem Hukum: Perspektif Ilmu Sosial (Trans. by M. Khozim). Bandung: Nusa Media.

Haar, B. t. (2011). Asas-Asas dan Susunan Hukum Adat (Trans. by Freddy Tengker). Bandung: CV. Mandar Maju.

Hadi, S. (2017). Hukum Positif dan The Living Law (Eksistensi dan Keberlakuannya dalam Masyarakat). DIH: Jurnal Ilmu Hukum, 13(26), 259-266. doi: https://doi.org/10.30996/dih.v0i0.1588

Hazairin. (1974). Tujuh Serangkai Tentang Hukum. Jakarta: Tintamas.

Ja’far, A. K. (2012). Teori-Teori Pemberlakuan Hukum Islam di Indonesia. Asas, 4(2), 1-6.

Kern, R. A. (1993). I La Galigo: Cerita Bugis (Trans. by La Side & Sagimun Mulus Dumadi). Yogyakarta: UGM Press.

Mattulada. (1995). La Toa: Satu Lukisan Analisis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Mattulada. (1998). Sejarah, Masyarakat, dan Kebudayaan Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Qamar, N. & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Qamar, N., et al. (2018). Menguak Nilai Kearifan Lokal Bugis Makassar: Perspektif Hukum dan Pemerintahan. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Rahim, A. R. (1992). Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Ujung Pandang: Hasanuddin University Press.

Soekanto, S. (1987). Hubungan Hukum Adat dengan Hukum Islam. Jurnal Hukum & Pembangunan, 17(2), 152-162. doi: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol17.no2.1300

Soekanto, S. (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Soekanto, S., et al. (1984). Antropologi Hukum: Proses Pengembangan Ilmu Hukum Adat. Jakarta: Rajawali Pers.

Soepomo, R. (1970). Hubungan Individu dan Masyarakat dalam Hukum Adat. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Thalib, S. (1980). Receptio A Contrario: Hubungan Hukum Adat dengan Hukum Islam. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Vollenhoven, C. v. (1934). Staatsrecht Overzee. Laiden: Stenfert Kroese.

Yusuf, M. (2013). Relevansi Nilai-Nilai Budaya Bugis dan Pemikiran Ulama Bugis: Studi atas Pemikirannya dalam Tafsir Berbahasa Bugis Karya MUI Sulsel. El-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 15(2), 199-216. doi: http://dx.doi.org/10.18860/el.v15i2.2766

Diterbitkan

2021-09-07

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). Adat sebagai Konsep Kunci dan Siri’ sebagai Konsep Inti Budaya Ugi-Mangkasara. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 40-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama