Tujuan & Ruang Lingkup
Tujuan
SIGn Journal of Cultural Studies bertujuan menyediakan wadah ilmiah bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan profesional untuk mengkaji praktik budaya, pemaknaan, representasi, identitas, dan relasi kuasa kontemporer, mengembangkan pengetahuan teoretis dan empiris, serta berkontribusi terhadap perkembangan kajian budaya pada tingkat nasional, regional, dan global.
Jurnal ini berupaya memfasilitasi diskusi ilmiah mengenai produksi, sirkulasi, interpretasi, dan kontestasi budaya sekaligus berkontribusi terhadap perluasan wacana kajian budaya Indonesia serta keterhubungannya dengan beragam perkembangan regional dan global. Jurnal menerima naskah dengan beragam metodologi penelitian dan pendekatan kritis sepanjang memenuhi standar keilmiahan, membahas isu budaya yang relevan, serta menunjukkan kontribusi substantif terhadap pemahaman mengenai hubungan antara budaya, media, wacana, identitas, ideologi, kekuasaan, konsumsi, dan transformasi sosial.
SIGn Journal of Cultural Studies menerbitkan artikel ilmiah dalam bahasa Inggris untuk memperluas akses pembaca dan kontributor dari berbagai negara. Pertimbangan editorial terutama didasarkan pada keandalan data, sumber, atau material budaya yang dikaji, kesesuaian pendekatan teoretis dan metodologis, ketelitian dan koherensi interpretasi serta analisis, relevansi isu budaya yang dikaji, serta signifikansi kontribusi yang dikemukakan oleh penulis.
Ruang Lingkup
SIGn Journal of Cultural Studies menerbitkan karya ilmiah orisinal yang membahas isu, praktik, representasi, dan transformasi budaya kontemporer. Ruang lingkup jurnal meliputi, tetapi tidak terbatas pada, bidang-bidang berikut:
Bahasa, Semiotika, Wacana, dan Representasi
- Linguistik dan Pemaknaan Budaya
- Semiotika dan Praktik Penandaan
- Wacana dan Analisis Wacana
- Representasi dan Pemaknaan Budaya
- Bahasa, Komunikasi, dan Politik Kebudayaan
- Narasi, Simbol, dan Teks Budaya
Media, Budaya Digital, dan Infrastruktur Budaya
- Media Massa dan Representasi Budaya
- Media Digital dan Budaya Digital
- Media Sosial dan Budaya Platform
- Algoritma, Teknologi, dan Pengalaman Budaya
- Khalayak Media dan Penerimaan
- Identitas Termediasi dan Komunitas Daring
Kekuasaan, Ideologi, dan Politik Kebudayaan
- Relasi Kuasa
- Ideologi dan Hegemoni Budaya
- Politik Kebudayaan dan Kontestasi
- Resistensi, Aktivisme, dan Intervensi Budaya
- Kelembagaan dan Politik Produksi Budaya
- Pengetahuan, Otoritas, dan Kekuasaan Budaya
Budaya Populer, Konsumsi, dan Produksi Budaya
- Budaya Populer
- Konsumerisme dan Budaya Konsumsi
- Gaya Hidup dan Praktik Budaya Sehari-hari
- Industri Kreatif dan Produksi Budaya
- Hiburan, Selebritas, dan Budaya Penggemar
- Komodifikasi dan Ekonomi Budaya
Gender, Feminisme, Identitas, dan Perbedaan
- Feminisme dan Kajian Budaya Feminis
- Gender dan Seksualitas
- Politik Identitas
- Ras, Etnisitas, dan Identitas Budaya
- Interseksionalitas dan Perbedaan Budaya
- Representasi, Marginalisasi, dan Keberakaran Sosial
Globalisasi, Pascakolonialisme, dan Budaya Transnasional
- Globalisasi dan Transformasi Budaya
- Kajian Budaya Pascakolonial dan Dekolonial
- Arus Budaya Transnasional
- Migrasi, Diaspora, dan Mobilitas Budaya
- Interaksi Budaya Global dan Lokal
- Hibriditas Budaya dan Lokalisasi
Kehidupan Sehari-hari, Komunitas, dan Praktik Budaya
- Budaya Sehari-hari dan Pembentukan Makna
- Komunitas dan Praktik Budaya
- Pemuda dan Subkultur
- Memori dan Identitas Budaya
- Kewargaan Budaya dan Rasa Memiliki
- Perubahan Praktik Budaya dan Kehidupan Sosial
Jurnal secara khusus menerima penelitian kritis dan interdisipliner yang mengkaji hubungan antara makna, praktik, teks, teknologi, dan kelembagaan budaya dengan struktur kekuasaan, identitas, ideologi, ekonomi, serta perubahan sosial. Kajian yang memanfaatkan perspektif studi media, komunikasi, sosiologi, antropologi, pemikiran politik, kajian gender, atau bidang terkait dapat diterima sepanjang budaya tetap menjadi komponen substantif dalam permasalahan penelitian, kerangka teori atau konseptual, analisis, dan kontribusi ilmiahnya.
Naskah harus menunjukkan hubungan yang jelas antara persoalan budaya atau objek kajian, kerangka teori atau konseptual, metodologi, data, teks, atau material budaya yang dikaji, interpretasi atau analisis, serta kontribusi ilmiah yang dikemukakan oleh penulis. Kajian yang terutama membahas disiplin lain tanpa keterlibatan substantif dengan pemaknaan, praktik, representasi budaya, atau relasi kuasa berada di luar ruang lingkup utama jurnal dan dapat ditolak pada tahap pemeriksaan awal oleh editor.










