Adat dan Budaya Masyarakat Woloan sebagai Potensi Desa Wisata di Kota Tomohon
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjt.v1i1.233Kata Kunci:
Adat, Budaya, Desa Wisata, Potensi WisataAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis adat dan budaya masyarakat Woloan sebagai desa wisata potensial di Kota Tomohon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling, yaitu dilakukan secara sengaja berdasarkan pengetahuan dan aktivitas masyarakat dalam adat dan budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: observasi dan wawancara. Data yang terkumpul selama penelitian disusun secara sistematis, dianalisis secara deskriptif kualitatif, dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Woloan di Kecamatan Tomohon Barat Provinsi Sulawesi Utara masih memiliki adat dan budaya yang dapat dilestarikan, seperti tercermin dari peninggalan sejarah Waruga di amfiteater, industri rumahan tradisional, dan tarian tradisional seperti Maengket, Tarian Makamberu, Maengket Marambak, Maengket Lalayaan dan kemudian kegiatan Mapalus (gotong royong). Selain itu, Woloan juga memiliki beberapa tempat wisata unggulan, seperti Puncak Kaisanti dan Rumah Makan dan Kafe Welu, di mana kita bisa mengagumi pemandangan alam Gunung Lokon, persawahan, rumah penduduk di kaki Gunung Lokon, dan matahari terbenam.
Unduhan
Referensi
Ante, E., Benu, N. M., & Moniaga, V. R. B. (2016). Dampak Ekonomi dan Sosial Alih Fungsi Lahan Pertanian Hortikultura Menjadi Kawasan Wisata Bukit Rurukan di Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon. Agri-Sosioekonomi, 12(3), 113-124. https://doi.org/10.35791/agrsosek.12.3.2016.14058
Berdame, J., & Lombogia, C. A. R. (2020). Merajut Tradisi di Tengah Transisi: Pendidikan Lingkungan Hidup Berbasis Kearifan Lokal dalam Budaya Mapalus Suku Minahasa. Tumou Tou, 7(2), 128-142. https://doi.org/10.51667/tt.v7i2.458
Kalangi, Y., Pangemanan, P. A., Mandei, J. R., & Pakasi, C. B. D. (2015). Kontribusi Pendapatan Industri Rumah Panggung terhadap Pendapatan Rumah Tangga Masyarakat di Desa Woloan Satu Utara Kec. Tomohon Barat. Agri-Sosioekonomi, 11(2), 41-51. https://doi.org/10.35791/agrsosek.11.2.2015.8488
Koondoko, Y. Y. F., Putra, I. N. D., & Paturusi, S. A. (2017). Pengembangan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara. JUMPA (Jurnal Master Pariwisata), 4(1), 136-150.
Makawekes, A. D., Rumagit, G. A. J., & Talumingan, C. (2019). Analisis Keuntungan Usaha Rumah Kayu CV Tumou Pratamadi Kelurahan Woloan 1 Kecamatan Tomohon Barat. Agri-Sosioekonomi, 15(1), 17-26. https://doi.org/10.35791/agrsosek.15.1.2019.22780
Nainggolan, A. M., Manullang, J., & Heydemans, N. A. (2022). Sacrality of the Manguni Bird in the Minahasa Contextual Theology. Pasca: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 18(2), 153-161. https://doi.org/10.46494/psc.v18i2.209
Nismawati, N., & Nugroho, C. (2021). Pelestarian Akulturasi Adaptasi Budaya Mapalus Daerah Minahasa Sulawesi Utara. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 8(1), 45-52. https://doi.org/10.26858/sosialisasi.v0i3.19576
Nismawati, N., Oruh, S., & Agustang, A. (2021). Eksistensi Tari Kabasaran Pada Masyarakat Minahasa. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 7(4), 194-198. http://dx.doi.org/10.58258/jime.v7i4.2429
Pandaleke, S., & Maragani, M. (2019). Maengket Sebagai Sarana Pendidikan Seni Melalui Aktivitas Apresiatif dan Kreatif. GЀTЀR: Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik, 2(1), 24-33. https://doi.org/10.26740/geter.v2n1.p24-33
Plangiten, N. N., Rorong, A. J., Goni, S. Y. V. I., & Dengo, S. (2022). The Impact of Social Distancing and Physical Distancing Policies in the Management of Artificial Tourism Objects. Journal La Sociale, 3(5), 181-188. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v3i5.720
Poluan, A. R., Heydemans, N. A., & Nainggolan, A. M. (2022). The Sacredness of the Maengket Dance in Contextual Theological Perspective. Pasca: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 18(1), 105-117. https://doi.org/10.46494/psc.v18i1.191
Rahman, E. Y. (2022). Tarian Adat Kabasaran di Minahasa (Analisis Nilai Budaya dan Peluangnya sebagai Sumber Pendidikan Karakter). Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP), 6(1), 2110-2115. http://dx.doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2783
Rompas, F., Saerang, D. P. E., & Tumewu, F. J. (2019). Influence of Destination Image and Customer Experience to Revisit Intention at Kai’ Santi Garden. Jurnal Emba: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(5), 4561-4570.
Tandaju, R. P., Manginsela, E. P., & Waney, N. F. L. (2017). Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Cengkeh terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani (Studi Kasus Petani Pemilik Lahan di Kelurahan Kumelembuai Kecamatan Tomohon Timur). Agri-Sosioekonomi, 13(3A), 63-74. https://doi.org/10.35791/agrsosek.13.3A.2017.18017
Walansendow, A., & Lagarense, B. E. S. (2016). Karakteristik Model dan Disain Produk Souvenir Berbahan Dasar Kayu dan Tempurung Kelapa sebagai Produk Pariwisata. Tourism Scientific Journal, 1(2), 115-133. https://doi.org/10.32659/tsj.v1i2.7
Wewengkang, N. D. (2018). Makna Budaya dalam Mitos di Minahasa. Kadera Bahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesusasteraan, 10(2), 105-119. https://doi.org/10.47541/kaba.v10i2.48











