Professional Liability of Land Deed Officials and the Evidentiary Degradation of Materially Defective Grant Deeds: An Examination of Religious Court Decisions
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v8i1.693Kata Kunci:
Akta Hibah, Boedel Waris, Degradasi Pembuktian, Pejabat Pembuat Akta Tanah, Pertanggungjawaban HukumAbstrak
Peralihan hak atas tanah melalui instrumen hibah dibatasi secara mutlak paling banyak sepertiga dari harta peninggalan guna melindungi bagian mutlak (legitieme portie) ahli waris. Pelanggaran terhadap batasan materiil ini memiliki korelasi erat dengan kealpaan Pejabat Pembuat Akta Tanah dan berujung pada sengketa peradilan, sebagaimana tecermin pada anomali yurisdiksi antara Putusan Pengadilan Agama Lumajang dan Putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pertanggungjawaban yuridis pejabat umum serta mengkaji degradasi kekuatan pembuktian akta akibat cacat materiil. Melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, konseptual, dan filosofis, kajian ini menemukan bahwa kegagalan Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dikualifikasikan sebagai kealpaan yang berimplikasi pada timbulnya pertanggungjawaban administratif, perdata, dan etik. Lebih lanjut, pelampauan batas hibah tersebut mengakibatkan perbuatan hukum batal demi hukum, yang secara mutlak mendegradasi kekuatan pembuktian akta menjadi tulisan di bawah tangan dan menggugurkan keabsahannya dalam tata usaha negara. Namun, putusan pengadilan tingkat banding terikat secara kaku pada formalisme prosedural dengan menolak mengadili perkara (déni de justice) berdasarkan alasan yurisdiksi administratif. Sebagai preskripsi hukum, peradilan agama seharusnya membatalkan perbuatan hukum materiil hibah guna mengembalikan status objek menjadi keseluruhan harta peninggalan yang belum terbagi (boedel waris). Status objek ini difungsikan sebagai alas hak untuk memohon pemulihan keadaan semula (restitutio in integrum) pada Kantor Pertanahan. Intervensi Mahkamah Agung melalui yurisprudensi mutlak diperlukan guna menyelaraskan kepastian administrasi dengan nilai keadilan pelindungan harta kekayaan (hifz al-mal).
Unduhan
Referensi
Agustini, W., & Djaja, B. (2024). Pertanggungjawaban Notaris Terhadap Akta yang Cacat Hukum: Legal Consequences and Notary Liability for Deeds That Are Defected in Law. Journal Presumption of Law, 6(1), 1-17. https://doi.org/10.31949/jpl.v6i1.3852
Aliffa, U., & Wiryawan, I. W. (2021). Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Perjanjian Hibah Atas Tanah. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 6(2), 426-437. https://doi.org/10.24843/ac.2021.v06.i02.p16
Amelia, H., Abdullah, Z., & Wuryandari, R. U. S. W. (2025). The Annulment of a Grant Deed Due to Unlawful Act and Violation of Inheritance Law: A Case Study of Decision Number 85/Pdt.G/2021/PN Bdg. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 152-172. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.425
Arsy, E. A., Widhiyanti, H. N., & Ruslijanto, P. A. (2021). Tanggung Jawab Notaris Terhadap Akta yang Cacat Hukum dan Tidak Sesuai dengan Ketentuan Pembuatan Akta dalam Undang-Undang Jabatan Notaris. Jurnal Bina Mulia Hukum, 6(1), 130-140. https://doi.org/10.23920/jbmh.v6i1.324
Ayudiatri, S., & Cahyono, A. B. (2022). The Legality of Grants by Foreign Citizens on Land Objects in Indonesia: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 30-45. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.131
Azizah, L., Aziza, R., Amalia, S., & Aisyah, S. (2025). Relevansi Peran dan Kewenangan Edukasi Hukum oleh Notaris Tentang Akta Autentik: Analisis Berdasarkan Hukum Positif dan Hukum Islam. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1837-1846. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1181
Bashori, D. C., & Ichsan, M. (2021). Pembatalan Hibah oleh Pengadilan Agama. Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam, 5(1), 44-56. https://doi.org/10.33650/jhi.v5i1.2738
Bintang, A., Aljamili, M. F., Griptoni, G., Lasmini, L., & Ningsih, W. M. (2025). Batasan Tanggung Jawab Hukum Notaris dalam Pembuatan Akta Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 3(1), 88-103. https://doi.org/10.70308/adagium.v3i1.65
Budify, A., Manurung, J. A. L., & Harianja, S. B. (2020). Pembatalan Akta Hibah di Pengadilan Negeri Pematangsiantar: Kajian Putusan Nomor 33/Pdt.G/2019/PN.Pms. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 72-85. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.77
Circular of the Chief Justice of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 10 of 2020 on the Enactment of the Formulation Results of the 2020 Supreme Court Chamber Plenary Meeting as Guidelines for the Performance of Duties for Courts. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/sema-nomor-10-tahun-2020/detail
Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on the Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/the Civil Code. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/kitab-undang-undang-hukum-perdata/detail
Decision of the Religious Court of Lumajang Number 480/Pdt.G/2024/PA.Lmj on Plaintiffs versus Defendant. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaef6aa7a38778b888c4313732323530.html
Decision of the High Religious Court of Surabaya Number 385/Pdt.G/2024/PTA.Sby on Appellant versus Appellees. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaef91b4a647f7ecb055313030343134.html
Dewi, E. D., Samosir, T., & Harlina, I. (2025). The Panel of Judges’ Rationale for the Annulment of a Land Grant Deed Due to an Unlawful Act by the Inheritor: A Case Study of Decision Number 175/Pdt.G/2023/PN Kpn. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 92-111. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.423
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 24 of 1997 on Land Registration (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1997 Number 59, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3696). https://peraturan.go.id/id/pp-no-24-tahun-1997
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Kelsen, H. (1999). General Theory of Law and State (Trans. by A. Wedberg). The Lawbook Exchange, Ltd. https://books.google.co.id/books?id=D1ERgDXEbkcC
Pitlo, A. (1958). Het Systeem van Het Nederlandse Privaatrecht. Tjeenk Willink. https://books.google.co.id/books?id=z2VkmQEACAAJ
Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 1991 on Spread of the Compilation of Islamic Law. https://peraturan.go.id/id/inpres-no-1-tahun-1991
Putri, D. A. M., & Silviana, A. (2022). The Transfer of Land Rights through Oral Grants: A Case Studies of Court Decision. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 99-112. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.176
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ
Radbruch, G. (1950). Legal Philosophy (Trans. by K. Wilk). Harvard University Press. https://books.google.co.id/books?id=mjHhvQEACAAJ
Rafli, M., Bima, M. R., & Hamzah, Y. A. (2024). Peran Notaris dalam Pengaturan Hak Ahli Waris dalam Kasus Warisan Tanah dan Properti di Kepulauan Selayar. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 5(1), 45-61. https://doi.org/10.56087/qawaninjih.v5i1.471
Rahmawati, F. H., & Zuhdi, S. (2022). The Cancellation of Grant Deed in Inheritance Cases: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 87-98. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.167
Regulation of the Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 1 of 2006 on Provisions of the Implementation of Government Regulation Number 37 of 1998 on the Regulation of the Position of Land Deed Officials. https://jdih.atrbpn.go.id/peraturan/detail/167/peraturan-kepala-badan-pertanahan-nasional-nomor-1-tahun-2006
Sabiq, S. (2018). Fiqih Sunnah (Trans. by A. Aulia & A. Syauqina, Jilid 5). Republika Penerbit. https://books.google.co.id/books?id=pLHcDwAAQBAJ
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Sari, M. (2022). Perbandingan Penarikan Hibah dengan Pembatalan Akta Notaris (Kajian Pasal 212 Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Jurnal Ar-Risalah, 2(2), 10-29. https://doi.org/10.30863/arrisalah.v2i2.4160
Setiawan, I. K. O., & Samosir, T. (2023). Metodologi Penelitian Hukum. Penerbit Reka Cipta. https://penerbit-prc.com/penelitian-hukum
Solehah, S. A., Sabaruddin, A. K., & Musthafa, M. (2025). Konsep Hibah Bersyarat Sebagai Pencegahan Terjadinya Sengketa Waris di Pengadilan Agama. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(2), 1-10. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i2.5258














