Criminal Liability of a Notary as a Co-Perpetrator in Embezzlement of Entrusted Funds in Land Transactions

Penulis

  • Petra Roni Togar Universitas Pancasila, Indonesia
  • Agus Surono Universitas Pancasila, Indonesia
  • Maslihati Nur Hidayati Universitas Pancasila, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v8i1.705

Kata Kunci:

Akta Autentik, Notaris, Penggelapan Dana, Perwakilan Tanpa Wewenang, Rekening Penampungan

Abstrak

Penelitian ini mengkaji batas ekstrem peralihan tanggung jawab jabatan Notaris dari ranah administratif menuju pertanggungjawaban pidana akibat tindakan melampaui wewenang berupa penampungan dana transaksi pertanahan dalam rekening pribadi tanpa kewenangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara dogmatis transformasi malapraktik prosedural menjadi turut serta melakukan tindak pidana penggelapan, menguji pembuktian fakta persidangan pada tingkat pertama, serta mengevaluasi secara kritis koreksi sanksi pidana penjara yang dapat langsung dieksekusi oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan analisis rantai putusan secara utuh lintas tiga tingkatan peradilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan Terdakwa mematuhi protokol kehadiran fisik para penghadap dalam pembuatan akta kuasa menjual merupakan tindakan aktif yang menjadi faktor pemudah terjadinya tindak pidana material. Penguasaan sepihak atas dana pelunasan dan rekayasa kuitansi bertanggal mundur oleh Terdakwa dikualifikasikan sebagai perbuatan aktif yang memenuhi seluruh unsur delik penggelapan dalam bentuk turut serta melakukan tindak pidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pidana bersyarat yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jombang melampaui batas kewajaran diskresi hakim. Kekeliruan tersebut dikoreksi secara tepat oleh Pengadilan Tinggi Surabaya dan dikuatkan oleh Mahkamah Agung melalui penjatuhan pidana penjara selama tujuh bulan yang dapat langsung dieksekusi guna menegakkan pencegahan umum dan memulihkan kepercayaan publik. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemberhentian tidak dengan hormat terhadap Terdakwa dari jabatan Notaris wajib diupayakan melalui penerapan Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 atas usulan Majelis Pengawas Pusat karena perbuatan Terdakwa terbukti merendahkan martabat jabatan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adam, P. M., Purba, H., Suprayitno, S., & Wau, H. S. M. (2024). The Legal Consequence of Fingerprint Forgery Substitute for Signature in Authentic Deed. SIGn Jurnal Hukum, 6(2), 188-205. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.376

Amelia, H., Abdullah, Z., & Wuryandari, R. U. S. W. (2025). The Annulment of a Grant Deed Due to Unlawful Act and Violation of Inheritance Law: A Case Study of Decision Number 85/Pdt.G/2021/PN Bdg. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 152-172. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.425

Andasasmita, K. (1981). Notaris dengan Sejarah, Peranan, Tugas Kewajiban, Rahasia Jabatannya. Sumur.

Ardhita, B. C. K., & Yunanto, Y. (2023). Juridical Analysis of the Implementation of Notary Public’s Authority in Making Deeds Related to the Land Sector. SIGn Jurnal Hukum, 5(2), 312-323. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.298

Arthawan, I. W. R., Atalim, S., & Sudiro, A. (2024). Accountability of Notary/Land Deed Official for Transaction of Land Sale and Purchase Based on Fake Evidence. Jurnal Notariil, 9(1), 9-14. https://doi.org/10.22225/jn.9.1.2024.9-14

Budiman, F. C., Sudarwanto, A. S., & Ismunarno, I. (2026). Judicial Silence on Administrative Malpractice: The Disregard of Notarial Repertorium in the Legal Considerations of Indonesian Supreme Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 1227-1242. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.573

Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on the Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/the Civil Code. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/kitab-undang-undang-hukum-perdata/detail

Daulay, A. A., Syahrin, A., & Tony, T. (2026). Konsekuensi Hukum terhadap Notaris Selaku Perantara Penyerahan Uang dalam Kasus Penggelapan: Studi Putusan Nomor 1379 K/Pid/2023. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7), 1-30. Retrieved from https://ojs.rewangrencang.com/index.php/jhlg/article/view/3197

Decision of the District Court of Jombang Number 150/Pid.B/2023/PN Jbg on Defendant: Merisa Virda Silfani, S.H., M.Kn. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaee34ca235b4e08ac7c303932383437.html

Decision of the High Court of Surabaya Number 858/Pid/2023/PT Sby on Appellee/Defendant: Merisa Virda Silfani, S.H., M.Kn. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaee416699469fb68407313033393030.html

Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1379 K/Pid/2023 on Defendant: Merisa Virda Silfani, S.H., M.Kn. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaeedd1ddd89a12abecc313433313233.html

Detiandri, L., Riyanto, A., & Setiawan, I. K. O. (2026). Demarcation of Criminal Liability of Notary Publics in the Falsification of Authentic Deeds: Examination of Supreme Court Decision Number 933 K/Pid/2023. SIGn Jurnal Hukum, 8(1), 117-132. https://doi.org/10.37276/sjh.v8i1.692

Hadjon, P. M. (1997). Tentang Wewenang. Yuridika, 7(5-6), 1-8. Retrieved from https://e-journal.unair.ac.id/ydk/article/view/5769

Husnawati, A., Hamid, A., & Samosir, T. (2025). Penggelapan Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah Pembuatan Akta Jual Beli. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(9), 1-32. https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i4.909

Iriantoro, A. (2022). Notarial Deeds Related to Defaults, Fraud and Embezzlement. Jurnal Notariil, 7(2), 84-88. https://doi.org/10.22225/jn.7.2.2022.84-88

Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.

Jayanti, N. N. T., Wesna, P. A. S., & Puspadma, I. N. A. (2024). Legal Consequences of Deposited Funds to Public Notary before Preparation of Sales and Purchase Agreement: A Case Study of Supreme Court Decision Number 508 K/Pid/2017. Ius Positum: Journal of Law Theory and Law Enforcement, 3(3), 14-25. https://doi.org/10.56943/jlte.v3i3.607

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 on the Penal Code Regulations. https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/814

Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1981 on the Criminal Procedure Code (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1981 Number 76, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3209). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/755

Law of the Republic of Indonesia Number 30 of 2004 on the Office of Notary Public (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 117, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4432). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/31

Law of the Republic of Indonesia Number 2 of 2014 on Amendment to Law Number 30 of 2004 on the Office of Notary Public (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 3, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5491). https://dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/927

Moeljatno. (2008). Asas-Asas Hukum Pidana (Revised Edition). PT Rineka Cipta.

Prakoso, M. T. M., & Sukirno, S. (2023). Notary Ethics and Profession: The Consequences of Sanctions for Violating the Code of Ethics. SIGn Jurnal Hukum, 5(1), 114-125. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.266

Putri, K. K. P., & Purwanto, I. W. N. (2024). Kewenangan Notaris/PPAT Melaksanakan Jasa Escrow Pembayaran Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan. Jurnal Interpretasi Hukum, 5(3), 1250-1256. https://doi.org/10.22225/juinhum.5.3.10799.1250-1256

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ

Rahardjo, S. (1983). Masalah Penegakan Hukum: Suatu Tinjauan Sosiologis. Sinar Baru.

Rahmawati, D. E. O. (2025). The Legal Liability of a Notary for the Criminal Act of Forging an Authentic Deed They Created (Judge’s Verdict Number 248/Pid.B/2022/PN.Jkt.Bar). Eduvest: Journal of Universal Studies, 5(12), 14230-14245. https://doi.org/10.59188/eduvest.v5i12.52037

Rahmawati, F. H., & Zuhdi, S. (2022). The Cancellation of Grant Deed in Inheritance Cases: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 87-98. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.167

Remmelink, J. (2003). Hukum Pidana: Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan Padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia (Trans. by T. P. Moeliono). PT Gramedia Pustaka Utama. https://books.google.co.id/books?id=JC_8uAAACAAJ

Retnaningsih, H., & Setiawan, I. K. O. (2025). Annulment of a Preliminary Sales Agreement due to Formal Defect Through Reconvention: A Case Study of Decision Number 1263/Pdt.G/2023/PN Dps. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 1-17. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.418

Ridha, Z. M., Srikusumadewi, A., & Sulistio, F. (2024). The Disparity in Judicial Decisions Related to Fraud and Embezzlement Committed by Notaries and/or Land Deed Officials. International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM), 6(3), 895-819. https://doi.org/10.47006/ijierm.v6i3.357

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Sembiring, E. S. (2024). Tinjauan Hukum Terhadap Notaris yang Melakukan Tindak Pidana Penggelapan Atas Penerimaan Uang Pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Studi Putusan Nomor 1035/Pid.B/2021/PN.Kis. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara, 2(4), 175-187. https://doi.org/10.55606/eksekusi.v2i4.1527

Sulaiman, S., Hasbi, Y., Said, M. H. M., & Faisal, F. (2026). Reconstructing Notarial Liability in Sale and Purchase Binding Agreements in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 10(1), 90-108. https://doi.org/10.28946/slrev.v10i1.5078

Utami, P. R., Effendy, M., & Mispansyah, M. (2022). Penggelapan Uang Titipan Pembayaran Pajak Bumi Bangunan oleh Notaris/PPAT dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi. Notary Law Journal, 1(2), 116-130. https://doi.org/10.32801/nolaj.v1i2.13

Wiradiredja, H. S. (2015). Pertanggungjawaban Pidana Notaris dalam Pembuatan Akta yang Didasarkan pada Keterangan Palsu Dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris Jo Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 dan KUHP. Jurnal Wawasan Yuridika, 32(1), 58-81. https://doi.org/10.25072/jwy.v32i1.90

Yolanda, M. A., Chandra, T. Y., & Ismed, M. (2025). Penegakan Hukum Terhadap Notaris Pelaku Tindak Pidana Penggelapan Uang Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Cendekia: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmiah, 2(2), 251-261. https://doi.org/10.62335/cendekia.v2i2.959

Zaqiyyah, N., & Masriani, Y. T. (2025). Akibat Hukum Terhadap Notaris atau PPAT yang Turut Serta dalam Proses Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor 1379K/Pid/2023). Notary Law Research, 6(2), 23-36. https://doi.org/10.56444/7vydbd13

Diterbitkan

2026-05-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Togar, P. R., Surono, A., & Hidayati, M. N. (2026). Criminal Liability of a Notary as a Co-Perpetrator in Embezzlement of Entrusted Funds in Land Transactions. SIGn Jurnal Hukum, 8(1), 208-230. https://doi.org/10.37276/sjh.v8i1.705