Law Enforcement against Platform X Accounts Distributing Pornographic Content: An Analysis of Criminal Liability and Blocking Measures
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.534Kata Kunci:
Hukum Positif, Konten Pornografi, Pemblokiran Akun, Platform XAbstrak
Maraknya penyebaran konten pornografi di Platform X, yang difasilitasi oleh kebijakan internal platform yang permisif dan anonimitas pengguna melalui “akun alter”, telah menciptakan konflik yuridis akut dengan hukum positif Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis dualisme penegakan hukum dalam merespons fenomena tersebut. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji dua pilar penegakan hukum: (1) konstruksi pertanggungjawaban pidana-represif terhadap individu pelaku, dan (2) kewenangan administratif-preventif pemutusan akses akun oleh Komdigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara pidana, konstruksi pertanggungjawaban pelaku bersifat dualistik, bersumber dari Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2024 dan Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008. Secara administratif, landasan kewenangan Komdigi (berdasarkan Pasal 40 ayat (2b) UU Nomor 1 Tahun 2024 junto PP Nomor 71 Tahun 2019) untuk memerintahkan PSE melakukan pemutusan akses secara de jure telah memadai, namun efektivitas de facto-nya terhambat oleh kebijakan internal platform dan sulitnya penindakan lintas-yurisdiksi. Analisis efektivitas hukum menemukan bahwa implementasi penegakan hukum secara keseluruhan terhambat oleh faktor substansi hukum (tumpang tindih regulasi dan kekosongan hukum modus operandi baru seperti deepfake), faktor aparat (keterbatasan SDM forensik), dan faktor masyarakat (tingginya permintaan konten). Lebih lanjut, ditemukan celah viktimologi krusial di mana kerangka hukum saat ini berisiko mengkriminalisasi korban revenge porn.
Unduhan
Referensi
Aziz, A. H. A., & Hasan, Z. (2025). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Pengancaman dengan Revenge Porn dalam Era Digital di Kota Bandar Lampung. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 4(3), 85-99. https://doi.org/10.55606/jhpis.v3i4.4476
Dumako, A. R., Ismail, D. E., & Mantali, A. R. Y. (2025). Hambatan dalam Penerapan Regulasi Hukum di Indonesia dalam Mengatur Penyebaran Konten Bermuatan Pornografi di Media Sosial. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 1155-1162. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1278
Government Regulation of the Republic of Indonesia of 2019 on Organization of Electronic Systems and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 185, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6400). https://peraturan.go.id/id/pp-no-71-tahun-2019
Gurusinga, I. B., Ekaputra, M., & Marlina, M. (2024). Upaya Penanganan Kasus Penyebaran Konten Asusila Melalui Media Elektronik oleh Subdit Siber Polda Sumatera Utara. Locus Journal of Academic Literature Review, 3(2), 219-236. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v3i2.290
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Kanci, H. V. P. (2023). Pertanggung-Jawaban Pidana Pelaku Penyebar Konten Pornografi di Media Sosial [Bachelor Thesis, Universitas Nusa Cendana]. Repository Undana. http://skripsi.undana.ac.id/index.php?p=show_detail&id=12433
Kanzun, M. (2023). Kewenangan KEMENKOMINFO dalam Memblokir Akses Konten Asusila di Media Sosial Twitter [Bachelor Thesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. UIN Malang Repository. https://etheses.uin-malang.ac.id/38699
Khumairah, F. (2022). Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Penyebaran Konten Pornografi (Studi Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik) [Bachelor Thesis, Universitas Panca Marga]. Repository UPM. http://repository.upm.ac.id/4107
Kolompoy, G. P. (2015). Eksistensi Tindak Pidana Pelanggaran Kesusilaan di Depan Umum (Pasal 281 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Lex Crimen, 4(7), 141-147. Retrieved from https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexcrimen/article/view/10103
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 on the Penal Code Regulations. https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/814
Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2008 Number 58, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4843). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/138
Law of the Republic of Indonesia Number 44 of 2008 on Pornography (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2008 Number 181, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4928). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/171
Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2016 on Amendment to Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 251, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5952). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1683
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2024 on the Second Amendment to Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2024 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6905). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1842
Makhrom, W. F. (2023). Pertanggungjawaban Terhadap Penyalahgunaan Media Sosial Sebagai Sarana Penyebarluasan Pornografi (Studi Kasus Putusan Nomor 328/Pid.Sus/2021/PN.Byw) [Bachelor Thesis, Universitas Pancasila]. Perpustakaan UP. https://perpus.univpancasila.ac.id/?p=show_detail&id=136044
Muning, T., & Rosando, A. F. (2024). Pertanggungjawaban Hukum Platfrom Onlyfans dalam Produksi dan Distribusi Konten Pornografi. Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 3(3), 188-193. https://doi.org/10.55681/seikat.v3i3.1292
Nabila, A. P., Manabung, N. A., & Ramadhansha, A. C. (2024). Peran Hukum Internasional dalam Menanggulangi Cyber Crime pada Kejahatan Transnasional. Indonesian Journal of Law, 1(1), 26-37. Retrieved from https://jurnal.intekom.id/index.php/inlaw/article/view/290
Napiah, I., & Terranova, R. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Revenge Porn di Indonesia: Antara Celah Hukum dan Urgensi Perlindungan Korban. Collegium Studiosum Journal, 7(1), 290-298. https://doi.org/10.56301/csj.v7i1.1458
Novera, O., & Fitri, Z. Y. (2024). Analisis Pengaturan Hukum Pidana terhadap Penyalahgunaan Teknologi Manipulasi Gambar (Deepfake) dalam Penyebaran Konten Pornografi Melalui Akun Media Sosial. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 10(2), 460-474. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i2.1539
Oktana, R., Akub, S., & Maskun, M. (2023). Social Media in the Process of Evidence of Electronic Information and Transaction Crimes. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 320-331. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.252
Putra, G. B. D. S. B., & Darmadi, A. A. N. O. Y. (2021). Pertanggungjawaban Pidana Penyalahgunaan Media Sosial Twitter Sebagai Wadah Penyebaran Konten Pornografi. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 9(10), 1724-1736. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/view/69846
Putri, W. (2024). Penggunaan Aplikasi X Sebagai Media Akses Konten Pornografi. Kalbisocio: Jurnal Bisnis dan Komunikasi, 11(1), 22-33. https://doi.org/10.53008/kalbisocio.v11i1.3264
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ
Rambe, S. M., Risdalina, R., & Kumalasari, I. (2024). The Role of the North Sumatra Regional Police in Combating Pornography in the Digital Era: A Criminal Psychology Perspective. SIGn Jurnal Hukum, 6(2), 219-232. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.382
Rivanie, S. S., Komuna, A. P., Putra, A. A., Utama, P. F., & Muzakkir, A. K. (2021). Protection of Children as Perpetrators of Criminal Act Stimulated by Pornography Based on Indonesian Laws. Musamus Law Review, 4(1), 1-15. https://doi.org/10.35724/mularev.v4i1.3759
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Shofian, S., Firdaus, M. R., & Virdaus, F. (2025). Analisis Normatif Terhadap Ketentuan Hukum bagi Pelaku Penyebaran Konten Pornografi di Internet. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 651-662. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.980
Siregar, G. T. P., & Sihite, I. P. S. (2021). Penegakan Hukum Pidana bagi Pelaku Penyebar Konten Pornografi di Media Sosial ditinjau dari Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 3(1), 1-11. https://doi.org/10.46930/jurnalrectum.v3i1.762
Soekanto, S. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. PT. Raja Grafindo Persada.
Sumadiyasa, I. K. A., Sugiartha, I. N. G., & Widyantara, I. M. M. (2021). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Cyber Crime dengan Konten Pornogafi. Jurnal Interpretasi Hukum, 2(2), 372-377. https://doi.org/10.22225/juinhum.2.2.3443.372-377
Sushanty, V. R. (2019). Pornografi Dunia Maya Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Informasi Elektronik. Jurnal Gagasan Hukum, 1(1), 109-129. https://doi.org/10.31849/jgh.v1i01.2894
Sutopo, R. B. P., & Panjaitan, H. (2025). A Juridical Demarcation: Reconstructing the Proof of Mens Rea to Differentiate Policy and Corruption by Public Officials. SIGn Jurnal Hukum, 7(2), 765-784. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.525
Syaer, M. F., Hamzah, R. E., & Hamsinah, H. (2024). Pengalaman Komunikasi Gen Z dalam Mengakses Konten Pornografi Melalui Akun Alter pada Media Sosial Twitter (X). Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora, 7(1), 26-36. Retrieved from https://journal.moestopo.ac.id/index.php/humaniora/article/view/4727
Uddin, B., Firmansyah, A., & Putri, A. S. H. (2024). Analisis Pakar dan Aktivis Media Sosial Terhadap Solusi Penanganan Konten Pornografi pada Kontroversi Pemblokiran X. Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi, 7(5), 1057-1063. https://doi.org/10.32672/jnkti.v7i5.7972
Ulumuddiin, M. H., Karmila, F., Agustin, A. A., Hardana, F., & Antoni, H. (2024). Analisis Terhadap Proses Pemeriksaan 2 Host Streamer Aplikasi Dream Live Terkait Konten Pornografi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Pornografi. Jurnal Dialektika Hukum, 6(1), 31-42. https://doi.org/10.36859/jdh.v6i1.1527
Wibowo, A. M. (2025). The Future of Copyright Protection for AI-Generated Art: Lessons from the Ghiblification Phenomenon. SIGn Journal of Social Science, 6(1), 1-27. https://doi.org/10.37276/sjss.v6i1.436
Wijanarko, A. A., Ridwan, R., & Prakarsa, A. (2021). Peran Digital Forensik dalam Pembuktian Tempus Delicti Sebagai Upaya Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pembuat Video Pornografi. Pampas: Journal of Criminal Law, 2(2), 68-88. https://doi.org/10.22437/pampas.v2i2.14771














