The Urgency of Applying Insolvency Test on General Corporate Bankruptcy under the Regime of Law Number 37 of 2004
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i2.541Kata Kunci:
Kepailitan, Pembuktian Sederhana, Perusahaan Umum, Tes Arus Kas, Tes NeracaAbstrak
Berbeda dengan sektor keuangan yang telah dimodernisasi melalui UU Nomor 4 Tahun 2023, rezim kepailitan bagi perusahaan umum di Indonesia masih terkunci pada syarat formalistik. Hal ini merujuk pada Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004, yang menganut prinsip praduga insolvensi yang memungkinkan perusahaan dipailitkan hanya dengan dua kreditor dan satu utang jatuh tempo. Proses tersebut dapat terjadi tanpa melalui pengujian kondisi keuangan secara materiil. Kondisi ini menimbulkan celah hukum bagi bahaya moral kreditor untuk menyalahgunakan instrumen kepailitan sebagai alat penagihan utang agresif. Praktik ini berpotensi mematikan perusahaan solven yang masih memiliki prospek usaha. Hal ini terlihat dalam analisis kasus PT Sritex yang akhirnya dinyatakan pailit. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi penerapan uji insolvensi sebagai syarat substantif kepailitan perusahaan umum. Selain itu, penelitian ini membedah hambatan yuridis penerapannya dalam sistem peradilan niaga. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum terhadap Insolvency Act 1986 (Inggris) dan Bankruptcy Code (Amerika Serikat). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hambatan utama adopsi insolvency test adalah benturan dengan asas pembuktian sederhana (sumir) dalam Pasal 8 ayat (4) UU Nomor 37 Tahun 2004. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum melalui adopsi model hibrida. Model ini menggabungkan tes arus kas sebagai pintu masuk dan tes neraca sebagai mekanisme pembelaan diri. Rekomendasi lainnya adalah pergeseran beban pembuktian kepada debitor untuk membuktikan solvabilitasnya. Langkah ini bertujuan mewujudkan keadilan ekonomi dan mencegah kepailitan prematur.
Unduhan
Referensi
Alysha, H., & Tham, J. (2024, January 31). The SICC’s First Restructuring Decision: Recognition of Garuda Airlines PKPU Proceedings. Norton Rose Fulbright. Retrieved October 23, 2025, from https://www.nortonrosefulbright.com/en-419/knowledge/publications/b3070a68/the-siccs-first-restructuring-decision-recognition-of-garuda-airlines-pkpu-proceedings
Amina, F. (2025). Urgensi Penerapan Insolvency Test Sebagai Bentuk Reformasi Hukum Kepailitan di Indonesia: Studi Perbandingan dengan Amerika Serikat. Media Hukum Indonesia, 3(5), 599-603. Retrieved from https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/mhi/article/view/1712
Child, R. (2022, March 15). Garuda Indonesia Restructuring Proceedings. Ashurst. Retrieved October 23, 2025, from https://www.ashurst.com/en/insights/garuda-indonesia-restructuring-proceedings
Doloksaribu, S. B. (2025). The Legal Implications of the Altman Z-Score as a Tool for Bankruptcy Prevention Through the Case Study of PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Technology and Economics Law Journal, 4(2), 672-679. Retrieved from https://scholarhub.ui.ac.id/telj/vol4/iss2/5
Gracia, G., & Mutiara, E. (2025, July 21). Insolvency Test sebagai Syarat Kepailitan di Indonesia. Mangatur Nainggolan Law Firm. Retrieved October 23, 2025, from https://mnllaw.co.id/insolvency-test-sebagai-syarat-kepailitan-di-indonesia
Hakim, L., & Saputra, N. D. (2023). Politik Hukum Insolvency Test dalam Pembaharuan Hukum Kepailitan di Indonesia. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(8), 305-311. Retrieved from https://jurnal.penerbitdaarulhuda.my.id/index.php/majim/article/view/899
Hariyadi, H. (2020). Restrukturisasi Utang sebagai Upaya Pencegahan Kepailitan pada Perseroan Terbatas. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 119-135. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.61
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Law of the Republic of Indonesia Number 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2004 Number 131, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4443). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/38
Law of the Republic of Indonesia Number 4 of 2023 on Financial Sector Development and Strengthening (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2023 Number 4, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6845). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1821
McCormack, G. (2025). Insolvency Assistance outside the Model Law: Section 426 of the UK Insolvency Act 1986. International Insolvency Review, 34(1), 31-47. https://doi.org/10.1002/iir.1561
Nola, L. F. (2017). Kedudukan Konsumen dalam Kepailitan (The Position of Consumer in Bankruptcy). Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan dan Kesejahteraan, 8(2), 255-270. https://doi.org/10.22212/jnh.v8i2.1069
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn). https://books.google.co.id/books?id=TAQHEAAAQBAJ
Rahmawati, P., & Rizkianti, W. (2023). Insolvency Test Sebagai Solusi Preventif dalam Konstruksi Hukum Kepailitan di Indonesia. Jurnal Yuridis, 10(2), 95-112. https://doi.org/10.35586/jyur.v10i2.6381
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Shubhan, M. H. (2014). Insolvency Test: Melindungi Perusahaan Solven yang Beritikad Baik dari Penyalahgunaan Kepailitan. Jurnal Hukum Bisnis, 33(1), 11-20. Retrieved from https://repository.unair.ac.id/100362
Simanjuntak, R. (2023, August 8). Reformasi Hukum Kepailitan Indonesia: Kepailitan Tidak Didasarkan Pada Insolvency Test. Hukumonline. Retrieved October 23, 2025, from https://www.hukumonline.com/berita/a/reformasi-hukum-kepailitan-indonesia--kepailitan-tidak-didasarkan-pada-insolvency-test-lt64d2137ca3c49
Sinaga, B. J. P., & Yustiawan, D. G. P. (2024). Analisis Yuridis Insolvency Test dalam Penyelesaian Kepailitan dan PKPU Ditinjau dari UU No 37 Tahun 2004. Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial dan Humaniora, 1(4), 186-193. https://doi.org/10.62383/humif.v1i4.656
Sinaga, E. P., & Maulisa, N. (2022). The Rights of Creditors of Guarantee Holders in a Limited Liability Company Declared Bankrupt. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 72-86. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.171
Sulistyany, F. D., & Murwani, S. W. (2024). Insolvency Test sebagai Metode guna Mengatasi Permasalahan Terkait Manipulasi Kepailitan oleh Kreditor yang Beriktikad Buruk. Yudhistira: Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan, 2(2), 22-32. https://doi.org/10.59966/yudhistira.v2i2.1079
Sunur, F. S. (2024). Atasi Tantangan: Memahami Pentingnya Uji Insolvensi dalam Kepailitan di Indonesia. Arbiter: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 6(1), 132-141. Retrieved from https://jurnalmahasiswa.uma.ac.id/index.php/arbiter/article/view/3833
Tirayo, A. M., & Halim, Y. (2022). Problematik Definisi Harta Pailit dalam Kepailitan dan PKPU untuk Mencapai Kepastian Hukum. Verstek, 10(2), 306-316. https://doi.org/10.20961/jv.v10i2.67631
Uly, Y. A., & Djumena, E. (2024, September 6). 21 Bank Setujui Restrukturisasi Utang Waskita Karya Rp 26,3 Triliun. Kompas. Retrieved October 23, 2025, from https://money.kompas.com/read/2024/09/06/180700926/21-bank-setujui-restrukturisasi-utang-waskita-karya-rp-26-3-triliun
United Kingdom: Insolvency Act 1986 (c. 45). https://www.legislation.gov.uk/ukpga/1986/45/contents
United States: Bankruptcy Code (Title 11 of the United States Code) [2024 Edition]. https://www.govinfo.gov/app/details/USCODE-2024-title11
Viswanathan, L., Bisht, A., & Sangani, K. (2025). According Due Credit to Creditors’ Interests: Examining Directorial Duties in Near Insolvency and Insolvency Scenarios. Vikalpa: The Journal for Decision Makers, 50(3), 191-210. https://doi.org/10.1177/02560909241306533
Warsito, L. (2024). Urgensi Pembuktian Syarat Kepailitan dan Tes Insolvensi dalam Permohonan Kepailitan. Jurnal Usm Law Review, 7(2), 822-834. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9018














