Pembatalan Akta Hibah Akibat Perbuatan Melawan Hukum dan Bertentangan dengan Hukum Waris: Studi Putusan Nomor 85/Pdt.G/2021/PN Bdg
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.425Kata Kunci:
Pembatalan Hibah, Perbuatan Melawan Hukum, Perlindungan Hukum, Sengketa WarisAbstrak
Pembatalan akta hibah akibat PMH oleh penerima dalam konteks sengketa waris menimbulkan problematika hukum kompleks antara formalitas akta dan perlindungan kehendak bebas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam menyatakan PMH oleh anak dan membatalkan akta hibah, serta menganalisis wujud perlindungan hukum bagi pemberi hibah dalam Putusan Nomor 85/Pdt.G/2021/PN Bdg. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif melalui pendekatan studi kasus, perundang-undangan, dan konseptual, dengan analisis kualitatif deskriptif-analitis terhadap putusan tersebut. Hasil analisis menunjukkan Majelis Hakim membatalkan akta-akta hibah berdasarkan tidak terpenuhinya syarat subjektif sahnya perjanjian menurut Pasal 1320 KUHPerdata, yakni ketiadaan kesepakatan bebas akibat cacat kehendak (paksaan dan penyalahgunaan keadaan) yang disebabkan oleh PMH Tergugat yang terbukti. Pertentangan mekanisme hibah dengan prinsip harta bersama menurut UU Nomor 1 Tahun 1974 dan kaidah hukum waris turut memperkuat dasar pembatalan. Wujud perlindungan hukum bagi Penggugat termanifestasi secara efektif melalui pembatalan akta yang memulihkan otonomi kehendak, perintah restitusi untuk pemulihan kerugian materiil, penegasan hak waris yang benar yang memberikan kepastian hukum, serta deklarasi PMH oleh pengadilan sebagai bentuk pengakuan yuridis atas pelanggaran hak. Putusan ini menggarisbawahi prioritas pengadilan pada keadilan substantif dan perlindungan pihak yang dirugikan dalam sengketa hibah keluarga yang diwarnai PMH.
Unduhan
Referensi
Almuntazar, M. A., Manfarisyah, M., & Hamdani, H. (2019). Analisis Yuridis Pemberian dan Pembatalan Akta Hibah Tanah Nomor 590.4/23/2007 menurut Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Suloh: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 7(2), 14-34. https://doi.org/10.29103/sjp.v7i2.2032
Ayudiatri, S., & Cahyono, A. B. (2022). The Legality of Grants by Foreign Citizens on Land Objects in Indonesia: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 30-45. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.131
Azikin, W. (2018). Hibah dan Wasiat dalam Perspektif Hukum Perdata (BW) dan Kompilasi Hukum Islam. Meraja Journal, 1(3), 81-87. https://doi.org/10.33080/mrj.v1i3.19
Bashori, D. C., & Ichsan, M. (2021). Pembatalan Hibah oleh Pengadilan Agama. Hakam: Jurnal Kajian Hukum Islam dan Hukum Ekonomi Islam, 5(1), 44-56. https://doi.org/10.33650/jhi.v5i1.2738
Budify, A., Manurung, J. A. L., & Harianja, S. B. (2020). Pembatalan Akta Hibah di Pengadilan Negeri Pematangsiantar: Kajian Putusan Nomor 33/Pdt.G/2019/PN.Pms. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 72-85. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.77
Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on the Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/the Civil Code. https://jdih.mahkamahagung.go.id/legal-product/kitab-undang-undang-hukum-perdata/detail
Decision of the District Court of Bandung Number 85/Pdt.G/2021/PN Bdg on Lie Mie Jin v. Sugandi. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/zaec379ba4823236bb72313030333336.html
Dewi, E. D., Samosir, T., & Harlina, I. (2025). The Panel of Judges’ Rationale for the Annulment of a Land Grant Deed Due to an Unlawful Act by the Inheritor: A Case Study of Decision Number 175/Pdt.G/2023/PN Kpn. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 92-111. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.423
Fadillah, M., Adnan, A., & Amin, M. (2023). Kepastian Hukum terhadap Tanah Hibah Tanpa Surat Hibah dalam Perspektif KUHPerdata dan Kompikasi Hukum Islam. Nalar: Journal of Law and Sharia, 1(3), 200-215. https://doi.org/10.61461/nlr.v1i3.48
Fitri, I. N., Sriwidodo, J., & Marniati, F. S. (2023). Perlindungan Hukum Ahli Waris Terkait Hibah yang Merugikan Hak Mutlak Ahli Waris. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(2), 268-287. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i2.163
Ghani, A. A. A., Said, N. L. M., Muda, M. Z., & Azani, S. F. (2023). Analisis Hibah Menurut Tinjauan Fiqh dan Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah (KHES). Journal of Contemporary Islamic Law, 8(2), 27-34. https://doi.org/10.26475/jcil.2023.8.2.04
Hamzah, Y. A., & Mangarengi, A. A. (2023). The Authority of PPAT in Making AJB Related to Heritage Land Owned by a Minor. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 364-375. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.253
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Jadidyah, H., & Priyono, E. A. (2025). Kajian Yuridis terhadap Pembatalan Akta Hibah Akibat Penghibah Jatuh Miskin. Legal Standing: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 522-531. https://doi.org/10.24269/ls.v9i2.11710
Jalal, A., Suwitno, S., & Wahyuningsih, S. E. (2018). Keterlibatan Pejabat Notaris Terhadap Perbuatan Melawan Hukum dan Turut Serta Melakukan Tindak Kejahatan dalam Pemalsuan Dokumen. Jurnal Akta, 5(1), 227-233. https://doi.org/10.30659/akta.v5i1.2551
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1974 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3019). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/742
Law of the Republic of Indonesia Number 30 of 2004 on the Office of Notary Public (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 117, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4432). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/31
Law of the Republic of Indonesia Number 2 of 2014 on the Amendment to Law Number 30 of 2004 on the Office of Notary Public (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 3, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5491). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/927
Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 on Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 186, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6401). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1753
Pahlevi, R. R., Zaini, Z. D., & Hapsari, R. A. (2021). Analisis Perbuatan Melawan Hukum (Onrechtmatigedaad) terhadap Sengketa Kepemilikan Hak atas Tanah. Pagaruyuang Law Journal, 5(1), 18-28. https://doi.org/10.31869/plj.v5i1.2826
Putri, D. A. M., & Silviana, A. (2022). The Transfer of Land Rights through Oral Grants: A Case Studies of Court Decision. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 99-112. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.176
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rahman, S., Qamar, N., & Kamran, M. (2020). Efektivitas Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Kasus Perkawinan Poligami. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 104-118. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.60
Rahmawati, F. H., & Zuhdi, S. (2022). The Cancellation of Grant Deed in Inheritance Cases: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 87-98. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.167
Rimi, A. M. (2023). The Position of Premarital Property and Joint Property after Divorce: A Study of Premarital Agreement. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 376-387. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.226
Rusydi, I. (2016). Hibah dan Hubungannya dengan Kewarisan menurut Kompilasi Hukum Islam dan Hukum Perdata. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 4(2), 212-224. https://doi.org/10.25157/jigj.v4i2.324
Sakti, I. (2021). Peran dan Fungsi Notaris dalam Melakukan Jabatannya Berdasarkan Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Petita, 3(1), 149-163. https://doi.org/10.33373/pta.v3i1.3423
Salim, H. S., Djumardin, D., & Munandar, A. (2023). Penyuluhan Hukum Tentang Kekuatan Pembuktian Akta Hibah di Desa Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Jurnal Risalah Kenotariatan, 4(1), 309-315. https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v4i1.105
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Sanjaya, U. H., & Suprapton, M. Y. (2017). Kedudukan Ahli Waris yang Penerima Hibah dari Orang Tua terhadap Ahli Waris Lainnya pada Proses Pembagian Waris. Jurnal Yuridis, 4(2), 218-233. https://doi.org/10.35586/.v4i2.253
Sinaga, G. R. I., Nugroho, B. D., & Nasution, F. U. (2022). Inheritance Dispute Resolution Related to the Position of Adopted Son Based on Batak Toba Indigenous Law. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 1-14. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.128
Sutanto, H., & Tanuwidjaja, T. H. (2017). Kedudukan Ahli Waris terhadap Harta Warisan Seseorang yang Diduga Meninggal Dunia (Keadaan Tidak Hadir). Perspektif, 22(3), 231-237. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i3.630
Syam’ani, N. I., & Setiawan, I. K. O. (2025). Denial of an Application for Annulment of a Deed of Sale Due to Subjective Defect: A Case Study of Decision Number 32/Pdt.G/2019/PN Kpn. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 18-34. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.419
Syuhada, M. F. (2019). Pembatalan Akta Hibah oleh Ahli Waris setelah Putusan Pengadilan Agama. Jurnal Hukum dan Kenotariatan, 3(2), 191-207. https://doi.org/10.33474/hukeno.v3i2.3370
Yuliana, Y. (2023). Pelaksanaan Pembatalan Sertifikat Hak atas Tanah Karena Cacat Administrasi dan Putusan Pengadilan di Kabupaten Lombok Timur. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(2), 2031-2044. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i2.3927














