The Paradox of Rebus Sic Stantibus Principle: The Dialectic between Stability and Flexibility in Contemporary International Treaty Law
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.494Kata Kunci:
Hukum Perjanjian Internasional, Konvensi Wina 1969, Pacta Sunt Servanda, Rebus Sic StantibusAbstrak
Hukum perjanjian internasional dihadapkan pada dialektika fundamental antara stabilitas yang dijamin oleh asas pacta sunt servanda dan tuntutan fleksibilitas akibat dinamika global yang disruptif. Asas rebus sic stantibus berfungsi sebagai katup pengaman teoretis untuk menjaga keadilan. Namun, dalam praktiknya asas ini menjadi sebuah paradoks karena diakui secara formal tetapi hampir tidak dapat diakses akibat interpretasi yang sangat restriktif. Melalui penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analisis yurisprudensi, penelitian ini mengkaji arsitektur hukum dan praktik peradilan yang membentuk doktrin ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kodifikasi dalam Pasal 62 Konvensi Wina 1969 secara sengaja merumuskan syarat kumulatif yang berat. Kebijakan ini diperkuat oleh praktik yudisial Mahkamah Internasional yang secara konsisten menolak klaim perubahan keadaan fundamental dalam kasus-kasus kunci. Hal ini menciptakan jurang signifikan antara eksistensi teoretis asas ini sebagai instrumen keadilan dan realitas penerapannya yang sangat terbatas. Kondisi tersebut menjadikannya ‘raksasa yang tertidur’ dalam tatanan hukum internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekakuan ini mengancam relevansi hukum perjanjian dalam merespons krisis kontemporer. Krisis tersebut mencakup perubahan iklim sistemik dan disrupsi teknologi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya diskursus baru untuk interpretasi yang lebih dinamis guna menyeimbangkan kembali stabilitas dengan keadilan.
Unduhan
Referensi
Abidi, A. H. H. (1977). Irano-Afghan Dispute over the Helmand Waters. International Studies, 16(3), 357-378. https://doi.org/10.1177/002088177701600304
Adhi, Y. P., Angi, R. S. A., & Renanda, A. I. (2024). Implikasi Hukum terhadap Pencantuman Klausula Rebus Sic Stantibus dalam Kontrak Privat Ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Diponegoro Private Law Review, 8(2), 120-133. Retrieved from https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dplr/article/view/19079
Adi, D. P. (2015). Absorbsi Prinsip “Rebus Sic Stantibus” dalam Kerangka Pembaharuan Hukum Perjanjian Nasional. Jatiswara, 30(1), 71-91. https://doi.org/10.29303/jtsw.v30i1.91
Dursun, E., Amani, A., & Yawar, M. E. (2025). The Legal Framework of the World Trade Organization from the Perspective of Game Theory in International Law. Global Spectrum of Research and Humanities, 2(2), 71-98. https://doi.org/10.69760/gsrh.010120250019
Hasyim, S., Husen, L. O., & Nasrullah, N. (2023). The Implications of TRIMs Agreement on Domestic Economy in the 21st Century: A Study of Legal Development. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 332-350. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.224
International Court of Justice. (1973, February 2). Fisheries Jurisdiction (United Kingdom v. Iceland) - Judgment (055-19730202-JUD-01-00-EN). https://www.icj-cij.org/node/103123
International Court of Justice. (1997, September 25). Gabčíkovo-Nagymaros Project (Hungary/Slovakia) - Judgment (092-19970925-PRE-01-00-EN). https://www.icj-cij.org/node/101335
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Kadarsih, D. A. R., Kurnia, M. P., & Hidayatullah, S. (2020). Legal Status of MoU Determining the Limits of the Territory Area Between Indonesia and Malaysia. Mulawarman Law Review, 5(2), 126-137. https://doi.org/10.30872/mulrev.v5i2.343
Kase, D. A. (2020). Wilayah Perbatasan Negara dalam Perspektif Hukum Internasional. Jurnal Hukum Proyuris, 2(1), 168-183. Retrieved from https://ejurnal.undana.ac.id/JP/article/view/3516
Kelsen, H. (1960). The Pure Theory of Law (Trans. by M. Knight). University of California Press.
Kinanti, F. M., Wiko, G., & Nurbani, E. S. (2023). Interaction Between the Protection of the Rights of Indigenous Peoples and Foreign Investment: Regulation in Indonesia. Padjadjaran Journal of International Law, 7(2), 150-171. https://doi.org/10.23920/pjil.v7i2.1351
Labuda, P. I. (2024). Countering Imperialism in International Law: Examining the Special Tribunal for Aggression Against Ukraine through a Post-Colonial Eastern European Lens. Yale Journal of International Law, 49(2), 271-310. Retrieved from https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=4518498
Law of the Republic of Indonesia Number 24 of 2020 on International Agreement (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2020 Number 185, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4012). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/388
Mardiyanto, I. (2023). Perjanjian Internasional Ditinjau dari Perspektif Hukum Nasional dan Internasional (Analisis Pasal 9 dan 18 Undang-Undang Perjanjian Internasional). Sapientia Et Virtus, 8(1), 185-209. https://doi.org/10.37477/sev.v8i1.415
Mustameer, H. (2022). Penegakan Hukum Nasional dan Hukum Internasional terhadap Kejahatan Cyber Espionage pada Era Society 5.0. Jurnal Yustika: Media Hukum dan Keadilan, 25(1), 40-53. https://doi.org/10.24123/yustika.v25i01.5090
Paramita, A. M. (2022). Interpretasi Asas Rebus Sic Stantibus dalam Kontrak Perdata Internasional. Jurnal Legal Reasoning, 4(2), 96-119. https://doi.org/10.35814/jlr.v4i2.3600
Purwanto, H. (2009). Keberadaan Asas Pacta Sunt Servanda dalam Perjanjian Internasional. Mimbar Hukum, 21(1), 155-170. https://doi.org/10.22146/jmh.16252
Purwanto, H. (2011). Keberadaan Asas Rebus Sic Stantibus dalam Perjanjian Internasional. Mimbar Hukum, Special Edition, 102-121. https://doi.org/10.22146/jmh.16160
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Simbolon, P. G. M. (2023). The Negative Investment List Policy in Indonesia: A Review of Free Trade and the Conservation of Endangered Fish Species. SIGn Jurnal Hukum, 5(2), 324-339. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.297
Syafik, A. M. (2023). Kegagalan La Via Campesina dalam Menghadapi WTO terkait Ancaman Krisis Pangan. Jurnal Hubungan Internasional, 16(1), 1-18. https://doi.org/10.20473/jhi.v16i1.39933
Tongsopit, S., Kittner, N., Chang, Y., Aksornkij, A., & Wangjiraniran, W. (2016). Energy Security in ASEAN: A Quantitative Approach for Sustainable Energy Policy. Energy Policy, 90, 60-72. https://doi.org/10.1016/j.enpol.2015.11.019
Triwijaya, H. Y., Sami’an, S., & Hardjomuljadi, S. (2025). Dispute Resolution Mechanism Related to Force Majeure Clauses in Construction Contracts: A Case Study of Procurement Process at the State-Owned Enterprises. SIGn Jurnal Hukum, 6(2), 401-417. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.402
United Nations. (1969, May 23). Vienna Convention on the Law of Treaties. https://legal.un.org/ilc/texts/instruments/english/conventions/1_1_1969.pdf
Wardhana, M. R., & Nrangwesti, A. (2025). Penggunaan Prinsip Rebus Sic Stantibus dalam Pembatalan Perjanjian Laut Timor (Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea/CMATS) antara Timor Leste dengan Australia. Teras Law Review: Jurnal Hukum Humaniter dan HAM, 7(1), 44-52. Retrieved from https://www.e-journal.trisakti.ac.id/index.php/teras-Lrev/article/view/22747
Wiraantaka, J. A., Sami’an, S., & Hardjomuljadi, S. (2025). Implementation of Legal Principles in Construction Service Agreements: A Normative Study. SIGn Jurnal Hukum, 6(2), 386-400. https://doi.org/10.37276/sjh.v6i2.401
Yuni, N. (2020). Marine Pollution Ditinjau dari Perbandingan Praktik Negara terhadap Instrumen Hukum Internasional. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 55-71. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.63














