The Dialectic of Ishlah Principle: Contextualizing Reconciliation on the Dominant Factors of Divorce
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.484Kata Kunci:
Asas Ishlah, Maqasid al-Shari’ah, Mediasi, PerceraianAbstrak
Penerapan mediasi yang bersifat seragam dalam perkara perceraian di Indonesia terbukti tidak efektif secara merata. Hal ini terutama terjadi ketika mediasi dihadapkan pada konflik yang merusak esensi perkawinan atau perjanjian suci (mitsaqan ghalizhan), seperti KDRT. Berangkat dari problem tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis dialektika antara imperatif asas perdamaian (ishlah) dengan heterogenitas faktor penyebab perceraian. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-kualitatif dan pendekatan filsafat hukum Islam, penelitian ini mengoperasionalkan kerangka tujuan-tujuan luhur syariat (maqasid al-shari’ah) sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan adanya dikotomi yang jelas. Mediasi memiliki potensi keberhasilan pada konflik fungsional-relasional seperti faktor ekonomi dan perselisihan terus-menerus (syiqaq). Namun, mediasi terbukti tidak efektif dan secara filosofis tidak tepat pada kasus pelanggaran fundamental seperti KDRT dan perselingkuhan karena bertentangan dengan tujuan perlindungan jiwa (hifz al-nafs). Penelitian ini menyimpulkan bahwa paradigma keberhasilan mediasi harus direkonseptualisasi. Paradigma tersebut harus beralih dari sekadar tercapainya rujuk formal menuju perwujudan perceraian yang baik (tasrihun bi ihsan), di mana kesepakatan damai mengenai hak-hak pasca-perceraian menjadi tolok ukur utama. Oleh karena itu, direkomendasikan pengembangan pedoman mediasi berbasis tipologi konflik untuk menyelaraskan praktik hukum dengan keadilan substantif.
Unduhan
Referensi
Amadea, N., Nasution, F. U., & Putri, S. A. (2022). The Appointing of a Legal Guardian based on Audi et Alteram Partem Principle and Only One Guardian Principle. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 124-139. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.185
Fahrurrozi, F., Apipuddin, A., & Sunardi, H. (2022). Penyelesaian Kasus KDRT Menggunakan Restoratif Justice Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus di Kepolisian Resort Kota Mataram). Al-Ihkam: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal Al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram, 14(2), 201-222. https://doi.org/10.20414/alihkam.v14i2.6929
Gadjong, A. A. (2023). Legal Consequences of Violating the Endogamy Marriage System in Indonesia: A Study of Legislation. SIGn Jurnal Hukum, 5(1), 141-154. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.229
Haeratun, H., & Fatahullah, F. (2022). Efektivitas Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama. Batulis Civil Law Review, 3(1), 29-59. https://doi.org/10.47268/ballrev.v3i1.930
Harjianto, H., & Jannah, R. (2019). Identifikasi Faktor Penyebab Perceraian Sebagai Dasar Konsep Pendidikan Pranikah di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 19(1), 35-41. https://doi.org/10.33087/jiubj.v19i1.541
Hartawati, A., Beddu, S., & Susanti, E. (2022). Model Mediasi dalam Meningkatkan Keberhasilan Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama. Indonesian Journal of Criminal Law, 4(1), 59-73. Retrieved from https://journal.ilininstitute.com/index.php/ijocl/article/view/1551
Iberahim, I., Akil, M., & Hasriani, A. (2023). Strategi Mediator pada Tingkat Keberhasilan Mediasi dalam Perkara Perceraian. Qanun: Journal of Islamic Laws and Studies, 2(1), 45-49. https://doi.org/10.58738/qanun.v2i1.286
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2022). Qur’an Kemenag. Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. https://quran.kemenag.go.id
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1974 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3019). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/742
Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 on Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 186, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6401). https://www.dpr.go.id/dokumen/jdih/undang-undang/detail/1753
Lira, M. A. (2023). The Father’s Responsibility for the Fulfillment of Child Support Post-Divorce. SIGn Jurnal Hukum, 5(2), 276-291. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.291
Mangarengi, A. A., & Hamzah, Y. A. (2021). The Position of the Marriage Law on Interfaith Marriages Abroad. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 65-83. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.127
Mulyana, A. A., & Irwan, I. (2025). The Role of the PKK of Medan City to Preventing Domestic Violence in Perspective of Law Number 23 of 2004. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 248-262. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.448
Musawwamah, S. (2022). Divorcing Husbands as a Solution to Protect Women’s Dignity: A Case Study of Domestic Violence at Madura Religious Court. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(2), 997-1021. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.14929
Nugraha, A., Barinong, A., & Zainuddin, Z. (2020). Faktor Penyebab Terjadinya Perceraian Rumah Tangga Akibat Perselingkuhan. Kalabbirang Law Journal, 2(1), 53-68. https://doi.org/10.35877/454RI.kalabbirang30
Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 1991 on Spread of the Compilation of Islamic Law. https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991
Purwadi, W. (2021). Analisis Efektivitas Mediasi pada Cerai Talak dan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Manado. Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 36-49. https://doi.org/10.30984/jifl.v1i1.1638
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 on Mediation Procedures in the Court (Bulletin Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 175). https://peraturan.go.id/id/peraturan-ma-no-1-tahun-2016
Rimi, A. M. (2023). The Position of Premarital Property and Joint Property after Divorce: A Study of Premarital Agreement. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 376-387. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.226
Saifullah, M. (2015). Efektivitas Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Jawa Tengah. Al-Ahkam, 25(2), 181-204. https://doi.org/10.21580/ahkam.2015.25.2.601
Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.
Tirtawening, T., & Maryam, R. (2018). The Urgency of Applying Domestic Violence Screening Mechanism for Divorce Mediation in Religious Court. Mimbar Hukum, 30(1), 138-152. https://doi.org/10.22146/jmh.28713
Zakih, M. (2024). Pengaruh Faktor Ekonomi dalam Kasus Perceraian Terhadap Putusan Pengadilan Agama di Jember (Studi Kasus Putusan PA Jember Nomor 4318/Pdt.G/2023/PA.Jr.). Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2), 953-964. Retrieved from https://www.ojs.cahayamandalika.com/index.php/jcm/article/view/3790
Zulkfa, M. K. (2021). Kegagalan dan Keberhasilan Mediasi dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Kajen Tahun 2017. Al-Hukkam: Journal of Islamic Family Law, 1(1), 37-52. Retrieved from https://e-journal.uingusdur.ac.id/al-hukkam/article/view/252














