Kedudukan Anak Perempuan dalam Hukum Waris Sunni dan Syiah: Kajian tentang Keadilan dan Penerapannya di Nusa Tenggara Barat

Penulis

  • Suryadin Suryadin Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Bachder Syarif Arkiang Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Diky Yumansyah Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia
  • Zuhrah Zuhrah Universitas Muhammadiyah Bima, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.447

Kata Kunci:

Hukum Kewarisan Islam, Anak Perempuan, Keadilan Gender, Pluralisme Hukum, Sunni-Syiah

Abstrak

Hukum kewarisan Islam merupakan arena perdebatan paradigmatik mengenai keadilan gender. Perdebatan ini terutama menyangkut kedudukan anak perempuan yang berbeda secara fundamental antara mazhab Sunni dan Syiah. Penelitian ini memiliki tiga tujuan. Pertama, menganalisis secara komparatif kedudukan anak perempuan dalam konstruksi hukum kewarisan Sunni dan Syiah. Kedua, memetakan implementasi hukum tersebut dalam lanskap pluralisme hukum di NTB. Ketiga, mengevaluasi perwujudan keadilan gender dalam praktik yang berlaku. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan strategi sequential explanatory. Metode ini mengombinasikan analisis doktrinal terhadap kitab fikih primer, analisis putusan pengadilan, wawancara mendalam dengan hakim dan tokoh adat, serta survei terhadap 150 kepala keluarga di tiga lokasi representatif di NTB. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga lapisan konflik. Pertama, konflik filosofis antara prinsip ‘ashabah (Sunni) dan qarabah (Syiah). Kedua, variasi implementasi di tingkat peradilan, dari yang kaku-formalistik hingga adaptif-kolaboratif, yang sangat dipengaruhi oleh hegemoni hukum adat patriarkal. Ketiga, defisit keadilan gender yang terukur secara kuantitatif. Defisit ini disebabkan oleh interaksi antara formalisme hukum negara (KHI), dominasi budaya patriarkal, dan rendahnya literasi gender. Disimpulkan bahwa ketidakadilan gender dalam praktik waris di NTB bersifat struktural. Permasalahan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui reformasi teks hukum, melainkan memerlukan pendekatan holistik yang mencakup edukasi kritis dan penguatan mekanisme keadilan substantif.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Aditya, Z. F. (2019). Romantisme Sistem Hukum di Indonesia: Kajian Atas Konstribusi Hukum Adat dan Hukum Islam terhadap Pembangunan Hukum di Indonesia. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 8(1), 37-54. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v8i1.305

Afifah, N. (2024). Mengkaji Ulang Stereotip Gender: Eksplorasi Stereotip Gender dalam Konteks Budaya Matrilineal Minangkabau. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 26(1), 93-104. https://doi.org/10.26623/jdsb.v26i1.9779

al-Haytami, I. H. (1971). Tuhfah al-Muhtaj bi Syarh al-Minhaj. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.

al-Najafi, M. H. (1984). Jawahir al-Kalam fi Syarh Syarai’ al-Islam. Dar Ihya al-Turath al-Arabi.

Azharuddin, A., Sarong, A. H., & Jauhari, I. (2015). Waris Islam di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 19-26. Retrieved from https://jurnal.usk.ac.id/MIH/article/view/4767

Bachri, S. (2018). Pro Kontra ‘Aul dalam Kewarisan Islam: Studi Komparatif Antara Pandangan Sunni dan Syiah. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah, 10(2), 49-60. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v10i2.6707

Elfia, E., Surwati, S., Nelli, F., & Fajri, Y. (2024). Gender Equality in Imamate Shia and Sunni Inheritance Jurisprudence: A Comparative Analysis of Legal Doctrines and Familial Relationships. Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 23(2), 555-594. https://doi.org/10.21093/mj.v23i2.8381

Faisal, F., Bahar, M., & Elfia, E. (2021). Penerapan Asas Bilateral dalam Kewarisan Islam Menurut Ulama Sunni dan Syi’ah Imamiyyah. Jurnal Al-Ahkam, 12(2), 89-116. Retrieved from https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/alahkam/article/view/3617

Hanan, A. F., & Adly, M. A. (2023). Anak Perempuan Sebagai Penghijab Saudara Kandung Ayah (Analisis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Medan Nomor 40/Pdt.P/2017/PA Medan). Jurnal Preferensi Hukum, 4(3), 321-328. Retrieved from https://ejurnal.warmadewa.ac.id/index.php/juprehum/article/view/8096

Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.

Jalil, D. (2022). Penyimpangan Hukum Waris di Indonesia. Al-Mizan: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 6(1), 1-19. https://doi.org/10.33511/almizan.v6n1.1-19

Jauhari, I. (2016). Kedudukan dan Hak-Hak Anak Perempuan dalam Hukum Kewarisan Islam. Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial, 3(2), 9-17. Retrieved from https://www.konfrontasi.net/index.php/konfrontasi2/article/view/34

Laili, R. N., & Santoso, L. (2021). Analisis Penolakan Isbat Nikah Perspektif Studi Hukum Kritis. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 3(1), 1-34. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v3i1.566

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. (2022). Qur’an Kemenag. Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia. https://quran.kemenag.go.id

Langford, M. (2024). Mixed Methods in Human Rights Research. In B. A. Andreassen et al. (Eds.), Research Methods in Human Rights: A Handbook (Second Edition, pp. 292-320). Edward Elgar Publishing. https://doi.org/10.4337/9781803922614.00028

Muhardinata, I. (2020). Perbedaan Pandangan dalam Pengembangan Ahli Waris Menurut Sunni, Syi’ah dan Hazairin. El-Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 68-87. https://doi.org/10.56874/el-ahli.v1i1.89

Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 1991 on Spread of the Compilation of Islamic Law. https://peraturan.bpk.go.id/Details/293351/inpres-no-1-tahun-1991

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2022). The Dichotomy of Approach in the Study of Legal Science: A Critical Review. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 191-201. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.162

Rahmawati, F. H., & Zuhdi, S. (2022). The Cancellation of Grant Deed in Inheritance Cases: Case Studies of Court Decisions. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 87-98. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.167

Rama, F. T. (2019). Eksistensi Anak Perempuan dalam Hukum Kewarisan Syiah. Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 9(1), 24-46. https://doi.org/10.15642/alhukama.2019.9.1.24-46

Rezah, F. S., & Muzakkir, A. K. (2021). Custom as a Critical Concept and Siri’ as the Core Concept of Ugi-Mangkasara Culture. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 40-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.123

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Saprun, M., Jumadiah, J., & Afrizal, T. Y. (2023). Kedudukan Anak Perempuan dalam Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Adat (Studi Penelitian di Desa Pasir Kecamatan Tripe Jaya Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 6(4), 1-17. https://doi.org/10.29103/jimfh.v6i4.13078

Sinaga, G. R. I., Nugroho, B. D., & Nasution, F. U. (2022). Inheritance Dispute Resolution Related to the Position of Adopted Son Based on Batak Toba Indigenous Law. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 1-14. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.128

Syahdan, S. (2016). Pembagian Harta Warisan dalam Tradisi Masyarakat Sasak: Studi pada Masyarakat Jago Lombok Tengah. Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 4(2), 120-138. https://doi.org/10.36088/palapa.v4i2.28

Syaikhu, S. (2018). Kewarisan Islam dalam Persfektif Keadilan Gender. El-Mashlahah, 8(2), 122-134. https://doi.org/10.23971/maslahah.v8i2.1323

Syukur, M., & Ashari, W. S. (2024). Analisis Perbandingan Hak Waris Anak Perempuan Suku Sasak Antara Hukum Islam dan Hukum Adat. Rayah Al-Islam: Jurnal Ilmu Islam, 8(3), 1198-1217. https://doi.org/10.37274/rais.v8i3.1058

Willya, E. (2014). Konsep Kalâlah dalam Alquran dan Penafsirannya Menurut Suni dan Syiah Imâmiyyah. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 14(1), 135-144. https://doi.org/10.15408/ajis.v17i1.1250

Diterbitkan

2025-07-18

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Suryadin, S., Arkiang, B. S., Yumansyah, D., & Zuhrah, Z. (2025). Kedudukan Anak Perempuan dalam Hukum Waris Sunni dan Syiah: Kajian tentang Keadilan dan Penerapannya di Nusa Tenggara Barat. SIGn Jurnal Hukum, 7(1), 301-318. https://doi.org/10.37276/sjh.v7i1.447