Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penguatan Demokrasi Indonesia: Perspektif Kedaulatan Hukum dan Pembagian Kekuasaan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.353

Kata Kunci:

Kedaulatan Hukum, Mahkamah Konstitusi, Pembagian Kekuasaan, Penguatan Demokrasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran krusial Mahkamah Konstitusi dalam menjaga kedaulatan hukum, memelihara pembagian kekuasaan, dan memperkuat demokrasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Konstitusi berperan sentral dalam penguatan demokrasi melalui pengujian undang-undang, perlindungan hak asasi manusia, pengawasan terhadap eksekutif dan legislatif, serta menjaga keseimbangan kekuasaan dan harmoni sosial. Mahkamah Konstitusi juga bertindak sebagai pengarah kebijakan publik yang berkeadilan, dan penjaga harmoni sosial dalam konteks pluralisme hukum di Indonesia. Oleh karena itu, direkomendasikan agar Mahkamah Konstitusi terus memperkuat perannya, meningkatkan pendekatan dialogis dengan masyarakat, dan transparansi dalam pengambilan keputusan. Pemerintah dan Legislator perlu memperhatikan prinsip-prinsip konstitusi, keadilan sosial, dan hak asasi manusia dalam pembentukan peraturan perundang-undangan serta melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi dengan penuh komitmen. Masyarakat diharapkan aktif mengawasi dan menuntut pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi. Kolaborasi antara Mahkamah Konstitusi, Pemerintah, Legislator, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan di Indonesia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. https://peraturan.go.id/id/uud-1945

Ali, M. (2010). Mahkamah Konstitusi dan Penafsiran Hukum yang Progresif. Jurnal Konstitusi, 7(1), 67-90. https://doi.org/10.31078/jk715

Anwar, A. S., & Baskoro, A. (2022). Perlindungan Hukum Penghayat Kepercayaan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 Perspektif Hukum Responsif. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 2(1), 97-123. https://doi.org/10.14421/staatsrecht.v2i1.2803

Arifin, F. (2021). Pengujian Peraturan Kebijakan dalam Sistem Peradilan di Indonesia. Jurnal Litigasi, 22(1), 133-156. https://doi.org/10.23969/litigasi.v22i1.3751

Arifin, F. (2023). Reform and Simplification of Legislative Regulations in Indonesia. Journal of Law and Sustainable Development, 11(11), 1-17. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i11.2262

Brata, D. L., Adnyani, N. K. S., & Sudiatmaka, K. (2018). Kajian Normatif Perjanjian Perkawinan Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015. Jurnal Komunitas Yustisia, 1(3), 216-227.

Bustomi, Y. (2023). Politik Hukum Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 sebagai Upaya Pembangunan Hukum Nasional. Jurnal Ilmiah Hukum dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 9-20. https://doi.org/10.35912/jihham.v3i1.1795

Darmadi, N. S. (2011). Kedudukan dan Wewenang Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia. Jurnal Hukum, 26(2), 667-690.

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 46/PUU-VIII/2010 on the Review of Law Number 1 of 1974. https://putusan3.mahkamahagung.go.id/peraturan/detail/11ead091b1782de09ff2313231373535.html

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 69/PUU-XIII/2015 on the Review of Law Number 5 of 1960 and Law Number 1 of 1974. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=69/PUU-XIII/2015

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 135/PUU-XIII/2015 on the Review of Law Number 1 of 2014 and Law Number 8 of 2015. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=135/PUU-XIII/2015

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 97/PUU-XIV/2016 on the Review of Law Number 23 of 2006 and Law Number 24 of 2013. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=97/PUU-XIV/2016

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 36/PUU-XV/2017 on the Review of Law Number 17 of 2014 and Law Number 42 of 2014. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=36/PUU-XV/2017

Decision of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 91/PUU-XVIII/2020 on the Review of Law Number 11 of 2020. https://tracking.mkri.id/index.php?page=web.TrackPerkara&id=91/PUU-XVIII/2020

Gusman, D. (2023). Konstitusionalitas Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi: Studi Terhadap Pelaksanaan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan, 10(1), 21-36. https://doi.org/10.32493/skd.v10i1.y2023.32252

Hikmah, M. (2005). Mahkamah Konstitusi dan Penegakan Hukum dan HAM di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 35(2), 127-142. https://doi.org/10.21143/jhp.vol35.no2.1463

Hofi, M. A. (2021). Judicial Review Satu Atap di Mahkamah Konstitusi Sebagai Refleksi Terhadap Problematika dan Tantangan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Hukmy: Jurnal Hukum, 1(2), 221-234. https://doi.org/10.35316/hukmy.2021.v1i2.221-234

Iskandar, B. (2019). Analisis Putusan Mahkamah Konstitusi No. 36/PUU-XV/2017 Tentang Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi. Lex Renaissance, 4(2), 410-431. https://doi.org/10.20885/JLR.vol4.iss2.art12

Kartika, A. W. (2021). Fungsi Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Pemilihan Umum dalam Rangka Penegakkan Negara Hukum dan Demokrasi. Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 10(2), 10-22. https://doi.org/10.55129/jph.v10i2.1590

Krehbiel, J. N. (2021). Public Awareness and the Behavior of Unpopular Courts. British Journal of Political Science, 51(4), 1601-1619. https://doi.org/10.1017/S0007123419000723

Maarif, I., & Arifin, F. (2022). Komparasi Penggunaan Analysis Regulatory Method Sebagai Instrumen Pendukung Kebijakan dalam Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Litigasi, 23(2), 272-290. http://dx.doi.org/10.23969/litigasi.v23i2.6128

Madjid, M. A. S. W., & Asmorojati, A. W. (2023). The Urgency of the Constitutional Question by the Constitutional Court and Its Relevance to the Indonesian Democracy Index during the Covid-19 Pandemic. Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan, 4(1), 59-74. https://doi.org/10.18196/jphk.v4i1.17237

Mahanani, A. E. E. (2020). Impresi Putusan Mahkamah Konstitusi Bersifat Positive Legislature Ditinjau dari Progresivitas Hukum dan Teori Pemisahan Kekuasaan. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 54(2), 421-441. https://doi.org/10.14421/ajish.2020.54.2.421-441

Mirza, I. M. M., Natamiharja, R., & Serna, J. A. M. (2023). Social Transformation of International Human Rights Law through Indonesian Constitutional Court. Uti Possidetis: Journal of International Law, 4(3), 439-471. https://doi.org/10.22437/up.v4i3.25721

Muhtamar, S., & Bachmid, F. (2022). Constitutionality and Ideology in the Electoral System: Pancasila’s Moral Interpretation on the Proportional Representation System. SIGn Jurnal Hukum, 3(2), 201-220. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i2.227

Muqsitha, S., & Wibowo, A. (2023). Keberadaan Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia: Power, Authority, Administrative System, Constitution. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 2(2), 1-9. https://doi.org/10.58705/jpm.v2i1.81

Muzakkir, A. K., Alhamid, M., & Kambo, G. A. (2021). Pembatalan Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Keterkaitannya pada Pemilihan Umum Tahun 2024. Pleno Jure, 10(1), 54-67. https://doi.org/10.37541/plenojure.v10i1.560

Nurdzakiyyah, A., Nurwagita, E. D., & Maharani, G. P. (2022). Penghapusan Pasal 22 Undang-Undang Mahkamah Konstitusi sebagai Upaya Memperkuat Independensi Hakim Konstitusi. Journal of Studia Legalia, 3(2), 1-20. https://doi.org/10.61084/jsl.v3i02.43

Patra, R. (2022). Peran Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Demokrasi di Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum, 8(2), 381-393. https://doi.org/10.23887/jkh.v8i2.51180

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2022). The Dichotomy of Approach in the Study of Legal Science: A Critical Review. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 191-201. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.162

Rezah, F. S., & Sapada, A. T. (2023). The Independence and Accountability of the Constitutional Court in the Constitutional System in Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 247-260. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.166

Ruibal, A. (2021). Using Constitutional Courts to Advance Abortion Rights in Latin America. International Feminist Journal of Politics, 23(4), 579-599. https://doi.org/10.1080/14616742.2021.1947148

Sa’adah, N. (2019). Mahkamah Konstitusi Sebagai Pengawal Demokrasi dan Konstitusi Khususnya dalam Menjalankan Constitutional Review. Administrative Law and Governance Journal, 2(2), 235-247. https://doi.org/10.14710/alj.v2i2.235-247

Sadzali, A. (2022). Peranan Mahkamah Konstitusi dalam Mewujudkan Demokrasi Substantif pada Pemilu 2024 melalui Penegakan Hukum Progresif. As-Siyasi: Journal of Constitutional Law, 2(2), 193-218. https://doi.org/10.24042/as-siyasi.v2i2.14948

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Sari, F. K., Kusaimah, K., & Salman, S. (2023). Perlindungan Hukum Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental dalam Pemilihan Umum di Indonesia. Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam, 10(2), 189-199. https://doi.org/10.32505/politica.v10i2.7516

Siahaan, M. (2009). Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penegakan Hukum Konstitusi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 16(3), 357-378. https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss3.art3

Suharizal, S., & Arifin, F. (2019). Due to the Verdict of the Constitutional Court of the Republic of Indonesia Number 21/PUU-XII/2014 on the Extension of Pretrial Institutional Authority in Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 6(4), 218-224. http://dx.doi.org/10.18415/ijmmu.v6i4.986

Suparto, S. (2019). Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Kepala Daerah dalam Perspektif Hukum Progresif. Jurnal Ilmu Hukum: Fakultas Hukum Universitas Riau, 8(2), 286-301. https://doi.org/10.30652/jih.v8i2.7197

Widiarto, A. E. (2015). Ketidakpastian Hukum Kewenangan Lembaga Pembentuk Undang-Undang Akibat Pengabaian Putusan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 12(4), 735-754. https://doi.org/10.31078/jk1244

Widiarto, A. E. (2019). Implikasi Hukum Pengaturan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi dalam Bentuk Peraturan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Konstitusi, 16(1), 23-42. https://doi.org/10.31078/jk1612

Yusuf, C. (2021). Dampak Pemisahan Kewenangan antara Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung dalam Menginterpretasikan Undang-Undang dan Peraturan Dibawahnya. Jurnal Hukum, 37(2), 85-100. https://doi.org/10.26532/jh.v37i2.17377

Zainuddin, Z. (2022). The Legal Due Diligence of Land Acquisition for the Public Interest: A Critical Review. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 46-57. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.159

Zulfan, Z. (2017). Pemisahan Kekuasaan Hubungan Presiden dan Dewan Perwakilan Daerah dalam Fungsi Legislasi. Masalah-Masalah Hukum, 46(2), 146-154. https://doi.org/10.14710/mmh.46.2.2017.146-154

Diterbitkan

2023-12-28

Cara Mengutip

Arifin, F. (2023). Peran Mahkamah Konstitusi dalam Penguatan Demokrasi Indonesia: Perspektif Kedaulatan Hukum dan Pembagian Kekuasaan. SIGn Jurnal Hukum, 5(2), 356-371. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.353