Tanggung Jawab Ayah terhadap Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.291

Kata Kunci:

Hukum Keluarga, Nafkah Anak, Pasca Perceraian, Tanggung Jawab Ayah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami tanggung jawab serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan seorang ayah dalam memberikan nafkah anak pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab utama nafkah anak dan biaya pendidikan pasca perceraian ada pada ayah. Kegagalan ayah untuk memenuhi tanggung jawab ini mengakibatkan konsekuensi yang serius, baik secara hukum maupun sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmampuan atau kegagalan seorang ayah antara lain memburuknya kondisi ekonomi pasca perceraian, terbatasnya komunikasi antara ayah dan anak, dan situasi di mana ibu lebih stabil secara finansial dan mengambil alih peran memberikan nafkah anak. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemangku kepentingan terkait mengembangkan kebijakan dan program yang mendukung ayah pasca perceraian dalam memenuhi tanggung jawab mereka atas nafkah anak dan biaya pendidikan anak. Memberikan akses terhadap sumber daya ekonomi, pelatihan, dan bantuan hukum kepada para ayah sangatlah penting untuk membantu mereka mengatasi kesulitan keuangan pasca perceraian. Selain itu, harus ada fasilitasi komunikasi yang lebih efektif antara ayah dan anak, yang melibatkan konseling atau mediasi keluarga. Dalam situasi dimana ibu memiliki stabilitas keuangan yang lebih baik, pemangku kepentingan harus mempertimbangkan keseimbangan dalam pembagian tanggung jawab nafkah anak, sehingga memungkinkan kedua orang tua untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan mereka. Pendekatan ini akan membantu meminimalkan dampak negatif terhadap anak dan memahami perubahan dinamika sosio-ekonomi pasca perceraian.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. https://www.dpr.go.id/jdih/uu1945

Adebayo, A. A. (2020). Religions and Legal Regimes Function in the Protection of Children. JILS (Journal of Indonesian Legal Studies), 5(2), 335-360. https://doi.org/10.15294/jils.v5i2.38049

Ainiyah, Q., & Muslih, I. (2020). Dilema Hukum Keluarga di Indonesia (Studi Analisis Kasus Perceraian di Indonesia). Jurnal Istiqro, 6(1), 73-81. https://doi.org/10.30739/istiqro.v6i1.560

Amadea, N., Nasution, F. U., & Putri, S. A. (2022). The Appointing of a Legal Guardian based on Audi et Alteram Partem Principle and Only One Guardian Principle. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 124-139. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.185

Becker, G. S. (1965). A Theory of the Allocation of Time. The Economic Journal, 75(299), 493-517. https://doi.org/10.2307/2228949

Darmi, R. (2016). Implementasi Konvensi Hak Anak Terkait dengan Perlindungan Anak yang Berhadapan dengan Proses Hukum (Implementation of Children Rights Convention Related to Children Protection against the Law). Jurnal Penelitian Hukum de Jure, 16(4), 439-450. http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2016.V16.439-450

Darna, A. (2021). Perkembangan Hukum Islam di Indonesia: Konsep Fiqih Sosial dan Implementasinya dalam Hukum Keluarga. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(1), 90-107. http://dx.doi.org/10.22373/ujhk.v4i1.8780

Ghaisa, S. S. R. (2020). Komunikasi Interpersonal Antara Orangtua dan Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus di Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin). Jurnal Mutakallimin: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 28-25. http://dx.doi.org/10.31602/jm.v3i1.3525

Gussevi, S., Novianty, I., & Supiana, P. (2023). Father’s Obligations for Post-Divorce Children’s Mortgage Rights. Muttaqien: Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies, 4(1), 29-46. https://doi.org/10.52593/mtq.04.1.03%20

Hudafi, H. (2020). Pembentukan Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam. Al Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 6(2), 172-182. http://dx.doi.org/10.30983/alhurriyah.v5i2.3647

Jatmiko, B. D. W., Hidayah, N. P., & Echaib, S. (2022). Legal Status of Interfaith Marriage in Indonesia and Its Implications for Registration. Journal of Human Rights, Culture and Legal System, 2(3), 167-177. https://doi.org/10.53955/jhcls.v2i3.43

Khairuddin, K., Badri, B., & Auliyana, N. (2020). Pertimbangan Hakim terhadap Putusan Nafkah Pasca Perceraian (Analisis Putusan Mahkamah Syar’iyah Aceh Nomor 01/Pdt.G/2019/MS.Aceh). El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 3(2), 164-189. http://dx.doi.org/10.22373/ujhk.v3i2.7700

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1974 Number 1, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3019). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/742

Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 1989 on Religious Courts (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1989 Number 49, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3400). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/597

Law of the Republic of Indonesia Number 3 of 2006 on Amendment to Law Number 7 of 1989 on Religious Courts (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2006 Number 22, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4611). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/59

Law of the Republic of Indonesia Number 50 of 2009 on the Second Amendment to Law Number 7 of 1989 on Religious Courts (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2009 Number 159, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5078). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/587

Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 on Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 186, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6401). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1753

Mahmud, Y., Akili, R. H. S., Kadir, Y., & Moonti, R. M. (2019). Restorative Justice dalam Putusan Hakim Nomor: 31/Pid.Sus/2018/PN.Lbto Atas Kasus Persetubuhan terhadap Anak. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 52-69. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.37

Mansari, M., & Moriyanti, M. (2019). Sensitivitas Hakim terhadap Perlindungan Nafkah Isteri Pasca Perceraian. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 5(1), 43-58. http://dx.doi.org/10.22373/equality.v5i1.5377

Miralles, P., Godoy, C., & Hidalgo, M. D. (2023). Long-Term Emotional Consequences of Parental Alienation Exposure in Children of Divorced Parents: A Systematic Review. Current Psychology, 42, 12055-12069. https://doi.org/10.1007/s12144-021-02537-2

Mubarak, R., Munawir, Z., & Munthe, R. (2016). Peranan Pengadilan Agama Kelas I Medan terhadap Pembatalan Perkawinan. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial, 8(2), 190-200. https://doi.org/10.24114/jupiis.v8i2.5165

Novitasari, C. N., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Analisis Hukum Islam terhadap Faktor Putusnya Tali Perkawinan (Analysis of Islamic Law on Factor of Marriage Divorce). Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 3(2), 322-341. http://dx.doi.org/10.22373/sjhk.v3i2.4441

Nurfieni, A. (2022). Dinamika Regulasi Perlindungan Hak Konstitusional Anak Pasca Perceraian. Jurnal Cita Hukum Indonesia, 1(2), 73-86. https://doi.org/10.57100/jchi.v1i2.15

Putri, E. A. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Perceraian Akibat Perselisihan Terus Menerus. Jurnal Hukum Sasana, 7(1), 163-181. https://doi.org/10.31599/sasana.v7i1.618

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Rahman, S., Qamar, N., & Kamran, M. (2020). Efektivitas Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian: Studi Kasus Perkawinan Poligami. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 104-118. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.60

Resmini, W., Sakban, A., & Resmayani, N. P. A. (2021). Utang Piutang setelah Terjadinya Perceraian. Selaparang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, 5(1), 773-783. https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6531

Rimi, A. M. (2023). The Position of Premarital Property and Joint Property after Divorce: A Study of Premarital Agreement. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 376-387. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.226

Salsalbila, C. A., Sumarwoto, S., & Dewi, P. M. (2022). Tinjauan Hukum Islam terhadap Akibat Hukum Perceraian karena Ketidakmampuan Suami Menafkahi Istri. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 5(2), 170-180. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v5i2.6356

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Sihabuddin, N. K., & Nahuway, J. (2022). Pola Komunikasi Interpersonal Orang Tua dan Anak pada Keluarga Broken Home. Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura, 1(2), 132-149. https://doi.org/10.30598/JIKPvol1iss2pp132-149

Trisna, K. D. N. Y., Sudiatmaka, K., & Adnyani, N. K. S. (2022). Implementasi Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil terhadap Proses Perceraian pada Perkawinan Tidak Tercatat di Kabupaten Buleleng. Jurnal Komunitas Yustisia, 5(3), 297-307. https://doi.org/10.23887/jatayu.v5i3.51907

Tsani, W. L., & Utama, A. D. W. (2022). Perceraian di Masa Pandemi Covid-19; Analisis terhadap Penyebab Meningkatnya Angka Perceraian di Semarang. Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum, 16(2), 249-269. https://doi.org/10.24239/blc.v16i2.1167

United Nations General Assembly. (1989, 20 November). Resolution Adopted by the General Assembly: 44/25. Convention on the Rights of the Child (A/RES/44/25). https://digitallibrary.un.org/record/80135/files/A_RES_44_25-EN.pdf?ln=en

Diterbitkan

2023-12-06

Cara Mengutip

Lira, M. A. (2023). Tanggung Jawab Ayah terhadap Pemenuhan Nafkah Anak Pasca Perceraian. SIGn Jurnal Hukum, 5(2), 276-291. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i2.291