Inkonsistensi Definisi Nelayan Kecil dalam Kerangka Hukum Indonesia: Studi Perbandingan Peraturan Perundang-Undangan

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.259

Kata Kunci:

Konflik Norma, Nelayan Kecil, Peraturan Perundang-Undangan, Ukuran Kapal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis konflik norma mengenai definisi nelayan kecil dalam peraturan perundang-undangan pada tingkat hierarki yang sama. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konflik norma antara UU Nomor 45 Tahun 2009 dengan UU Nomor 7 Tahun 2016 dalam mendefinisikan nelayan kecil. UU Nomor 45 Tahun 2009 mengatur nelayan dengan ukuran kapal maksimal 5 GT, sedangkan UU Nomor 7 Tahun 2016 mengatur nelayan yang menggunakan kapal milik sendiri atau kapal orang lain dengan ukuran maksimal 10 GT. Sedangkan GT merupakan satuan ukuran yang disepakati sebagai ketentuan Konvensi Internasional Pengukuran Tonase tahun 1969 dalam menentukan kategori kapal. Untuk meniadakan konflik norma mengenai definisi nelayan kecil, Pemerintah menerbitkan PERPPU Nomor 2 Tahun 2022. Fatalnya, PERPPU Nomor 2 Tahun 2022 menimbulkan ambiguitas yang menunjukkan definisi nelayan kecil semakin tidak jelas. Oleh karena itu, direkomendasikan agar DPR memprakarsai perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 2016 dan PERPPU Nomor 2 Tahun 2022. Perubahan tersebut harus mengakomodasi indikator yang lebih spesifik mengenai ukuran kapal, selaras dengan ketentuan dalam UU Nomor 45 Tahun 2009. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kejelasan dan kepastian hukum yang lebih baik bagi nelayan kecil serta memberikan panduan yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor kelautan dan perikanan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adityo, R. D. (2022). Ambiguitas Konsep Perlindungan Hukum terhadap Pekerja Sosial. Morality: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 65-74. http://dx.doi.org/10.52947/morality.v8i1.253

Afriansyah, A., Baskoro, D., & Imanuel, C. (2021). Analisis Definisi Kapal (Penangkap) Ikan dalam Perlindungan Awak Kapal pada Konvensi STCW-F. Masalah-Masalah Hukum, 50(2), 209-221. https://doi.org/10.14710/mmh.50.2.2021.209-221

Ardiyani, W. J., Iskandar, B. H., & Wisudo, S. H. (2019). Estimasi Jumlah Kapal Penangkap Ikan Optimal di WPP 712 Berdasarkan Potensi Sumber Daya Ikan. Albacore: Jurnal Penelitian Perikanan Laut, 3(1), 95-104. https://doi.org/10.29244/core.3.1.95-104

Busthami, D. S. (2022). The Principles of Good Legislation Forming: A Critical Review. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 308-319. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.223

Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 2 of 2022 on Job Creation (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2022 Number 238, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6841). https://peraturan.go.id/id/perppu-no-2-tahun-2022

Halim, A., Wiryawan, B., Loneragan, N. R., Hordyk, A., Sondita, M. F. A., White, A. T., Koeshendrajana, S., Ruchimat, T., Pomeroy, R. S., & Yuni, C. (2020). Developing A Functional Definition of Small-Scale Fisheries in Support of Marine Capture Fisheries Management in Indonesia. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 4(2), 239-262. https://doi.org/10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.9

Heckman, J. J. (1995). Lessons from the Bell Curve. Journal of Political Economy, 103(5), 1091-1120. https://doi.org/10.1086/262014

Ingram, H., & Schneider, A. (1990). Improving Implementation through Framing Smarter Statutes. Journal of Public Policy, 10(1), 67-88. https://doi.org/10.1017/S0143814X00004682

Kelsen, H. (2019). Teori Hukum Murni: Dasar-Dasar Ilmu Hukum Normatif (Trans. by R. Muttaqien). Nusamedia & Nuansa.

Khalid, A. (2014). Penafsiran Hukum oleh Hakim dalam Sistem Peradilan di Indonesia. Al 'Adl : Jurnal Hukum, 6(11), 9-36. http://dx.doi.org/10.31602/aa.v6i11.196

Law of the Republic of Indonesia Number 31 of 2004 on Fishery (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2004 Number 118, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4433). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/32

Law of the Republic of Indonesia Number 17 of 2008 on Shipping (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2008 Number 64, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4849). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/144

Law of the Republic of Indonesia Number 45 of 2009 on Amendment to Law Number 31 of 2004 on Fishery (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2009 Number 154, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5073). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/582

Law of the Republic of Indonesia Number 7 of 2016 on Protection and Empowerment of Fishermen, Fish Cultivators, and Salt Farmers (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 68, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5870). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1666

Law of the Republic of Indonesia Number 6 of 2023 on Enactment of Government Regulation In Lieu of Law Number 2 of 2022 on Job Creation Into Law (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2023 Number 41, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6856). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1825

Malik, F., Kotta, R. J., & Rada, A. M. (2019). Kebijakan Penataan Pulau-Pulau Terluar di Provinsi Maluku Utara dalam Rangka Mempertahankan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ganesha Law Review, 1(2), 106-157. https://doi.org/10.23887/glr.v1i2.58

Manik, J. D. N., & Wirazilmustaan, W. (2021). Ocean Grabbing: Deprivation of Fishermen’s Rights or Management Rights of Coastal and Marine Resources. Society, 9(1), 289-301. https://doi.org/10.33019/society.v9i1.216

Mariniello, T. (2019). Prolonged Emergency and Derogation of Human Rights: Why the European Court Should Raise its Immunity System. German Law Journal, 20(1), 46-71. https://doi.org/10.1017/glj.2019.3

Mousavi, S. F., & Rezaei, H. K. (2020). Constitutionalism in the International Community. Islamic Law Journal, 21(2), 319-344. https://doi.org/10.30497/law.2020.13658.2632

Mulyadi, M., Lewoleba, K. K., Wahyuningsih, Y. Y., Satino, S., & Ramadhani, D. A. (2023). Empowerment of the Fishermen Community in Pabeanudik Village: A Case Study of Legal Protection. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 261-276. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.221

Nurhayati, Y., Ifrani, I., & Said, M. Y. (2021). Metodologi Normatif dan Empiris dalam Perspektif Ilmu Hukum. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 2(1), 1-20. https://doi.org/10.51749/jphi.v2i1.14

Pauwelyn, J. (2003). Conflict of Norms in Public International Law: How WTO Law Relates to other Rules of International Law. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511494550

Pramoda, R., & Apriliani, T. (2019). Kajian Hukum Kebijakan Ukuran Kapal dalam Definisi Nelayan Kecil. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 9(2), 143-156. http://dx.doi.org/10.15578/jksekp.v9i2.7499

Qamar, N. (2021). Theory Position in the Structure of Legal Science. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 52-64. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.126

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Regulation of Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number PER.30/MEN/2012 on Capture Fisheries Enterprises in the Fisheries Management Area of the Republic of Indonesia (Bulletin Gazette of the Republic of Indonesia of 2013 Number 81). https://jdih.kkp.go.id/Homedev/DetailPeraturan/426

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Vranes, E. (2005). Lex Superior, Lex Specialis, Lex Posterior – Zur Rechtsnatur der “Konfliktlösungsregeln”. Zeitschrift für ausländisches öffentliches Recht und Völkerrecht, 65, 391-405.

Diterbitkan

2023-05-22

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Bima, M. R. (2023). Inkonsistensi Definisi Nelayan Kecil dalam Kerangka Hukum Indonesia: Studi Perbandingan Peraturan Perundang-Undangan. SIGn Jurnal Hukum, 5(1), 91-101. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.259

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama