Ketentuan Pidana dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi: Studi Perbandingan Hukum antara Indonesia dan Singapura

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.272

Kata Kunci:

Denda, Ketentuan Pidana, Penjara, Perlindungan Data Pribadi, Pidana Tambahan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketentuan pidana antara PDPA dengan UU Nomor 27 Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok antara PDPA dengan UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang ketentuan pidana terkait pelanggaran perlindungan data pribadi. PDPA menggambarkan pendekatan yang lebih moderat dengan menetapkan pidana penjara dan denda yang relatif lebih ringan. Sebaliknya, UU Nomor 27 Tahun 2022 menggambarkan pendekatan yang lebih ketat dengan pidana penjara yang lebih berat, denda, dan pidana tambahan. Singapura condong ke arah pencegahan dan pendidikan, sementara Indonesia menempatkan prioritas tinggi pada penegakan hukum. Meskipun demikian, kedua pendekatan tersebut pada akhirnya bertujuan untuk melindungi data pribadi warganya. Oleh karena itu, direkomendasikan agar otoritas terkait di Singapura dan Indonesia terus mengevaluasi dan menyesuaikan kerangka hukum mereka untuk melindungi data pribadi secara efektif. Singapura dapat mempertimbangkan hukuman yang lebih ketat untuk mencegah pelanggaran, sekaligus mempertahankan fokusnya pada edukasi dan pencegahan. Di sisi lain, meskipun komitmen Indonesia terhadap penegakan hukum patut dipuji, Indonesia juga dapat memanfaatkan tindakan pencegahan dan edukasi publik untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan sukarela. Upaya kolaboratif antara kedua negara dapat memfasilitasi peningkatan berkelanjutan dalam perlindungan data pribadi dalam yurisdiksi masing-masing.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Association of Southeast Asian Nations. (2012, 19 November). ASEAN Human Rights Declaration. https://asean.org/asean-human-rights-declaration/

Begem, S. S., Qamar, N., & Baharuddin, H. (2019). Sistem Hukum Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat Melalui Mahkamah Pidana Internasional. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 1-17. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.28

Chik, W. B. (2013). The Singapore Personal Data Protection Act and an Assessment of Future Trends in Data Privacy Reform. Computer Law & Security Review, 29(5), 554-575. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2013.07.010

Damayanti, M., & Priyono, E. A. (2022). Legal Consequences for LDMO Disclosing Personal Data of Transacting Parties: A Study of Legal Protection. SIGn Jurnal Hukum, 4(2), 221-232. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.217

Disemadi, H. S., & Prasetyo, D. (2021). Tanda Tangan Elektronik pada Transaksi Jual Beli Online: Suatu Kajian Hukum Keamanan Data Konsumen di Indonesia. Wajah Hukum, 5(1), 13-20. http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v5i1.300

Gumelar, D. R., & Dinnur, S. S. (2020). Digitalisasi Pendidikan Hukum dan Prospeknya Pasca Pandemi Covid-19. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 1(2), 111-122. https://doi.org/10.15575/as.v1i2.9909

Hanifawati, S. D. (2021). Urgensi Penegakan Hukum Pidana pada Penerima Pinjaman Kegiatan Peer to Peer Lending Fintech Ilegal dan Perlindungan Data Pribadi. Jurnal Penegakan Hukum dan Keadilan, 2(2), 162-172. https://doi.org/10.18196/jphk.v2i2.12181

Iswandari, B. A. (2021). Jaminan Atas Pemenuhan Hak Keamanan Data Pribadi dalam Penyelenggaraan E-Government Guna Mewujudkan Good Governance. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 28(1), 115-138. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss1.art6

Johan, S. (2022). Will Data Protection Act Change the Use of Data in Indonesia Financial Services? Lambung Mangkurat Law Journal, 7(1), 1-13. https://doi.org/10.32801/lamlaj.v7i1.297

Law of the Republic of Indonesia Number 27 of 2022 on Personal Data Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2022 Number 196, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6820). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1814

Makarim, E. (2013). Hybrid Paradigm from European and America Concerning Privacy and Personal Data Protection in Indonesia. Indonesia Law Review, 3(4), 101-114. https://doi.org/10.15742/ilrev.v3n2.31

Mangold, S. (2023). Data Privacy and Digital Work Platforms in Global Perspective. Italian Labour Law E-Journal, 16(1), 109-125. https://doi.org/10.6092/issn.1561-8048/16472

Paripurna, A., Indriani, M., & Widiati, E. P. (2018). Implementation of Resolution No. 4/2016 of the ICPO-INTERPOL Concerning Biometric Data Sharing: Between Countermeasures Against Terrorist Foreign Fighters (FTFS) and Protection of the Privacy of Indonesian Citizens. Brawijaya Law Journal, 5(1), 117-142. https://doi.org/10.21776/ub.blj.2018.005.01.08

Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).

Rahman, F., & Wicaksono, D. A. (2021). Researching References on Interpretation of Personal Data in the Indonesian Constitution. Jurnal Penelitian Hukum de Jure, 21(2), 187-200. https://doi.org/10.30641/dejure.2021.V21.187-200

Rizal, M. S. (2019). Perbandingan Perlindungan Data Pribadi Indonesia dan Malaysia. Jurnal Cakrawala Hukum, 10(2), 218-227. https://doi.org/10.26905/idjch.v10i2.3349

Rosadi, S. D. (2018). Protecting Privacy on Personal Data in Digital Economic Era: Legal Framework in Indonesia. Brawijaya Law Journal, 5(1), 143-157. https://doi.org/10.21776/ub.blj.2018.005.01.09

Sampara, S., & Husen, L. O. (2016). Metode Penelitian Hukum. Kretakupa Print.

Setiawati, D., Hakim, H. A., & Yoga, F. A. H. (2020). Optimizing Personal Data Protection in Indonesia: Lesson Learned from China, South Korea, and Singapore. Indonesian Comparative Law Review, 2(2), 95-109. https://doi.org/10.18196/iclr.2219

The Statutes of the Republic of Singapore on Personal Data Protection Act 2012 [2020 Revised Edition]. https://sso.agc.gov.sg/Act/PDPA2012

United Nations General Assembly. (1948, 10 December). Universal Declaration of Human Rights (A/RES/217(III)[A]). https://digitallibrary.un.org/record/666853/files/A_RES_217%28III%29%5EA%5E-EN.pdf?ln=en

United Nations General Assembly. (1966, 16 December). Adopted and Opened for Signature, Ratification and Accession by General Assembly: International Covenant on Civil and Political Rights (A/RES/2200A(XXI)). https://www.un.org/en/development/desa/population/migration/generalassembly/docs/globalcompact/A_RES_2200A(XXI)_civil.pdf

Wibawa, I. (2016). Era Digital (Pergeseran Paradigma dari Hukum Modern ke Post Modernisme). Masalah-Masalah Hukum, 45(4), 285-291. https://doi.org/10.14710/mmh.45.4.2016.285-291

Yuspin, W., Wardiono, K., Nurrahman, A., & Budiono, A. (2023). Personal Data Protection Law in Digital Banking Governance in Indonesia. Studia Iuridica Lublinensia, 32(1), 99-130. https://doi.org/10.17951/sil.2023.32.1.99-130

Zainuddin, Z., & Salle, S. (2022). The Legal Awareness of Juveniles in Archipelagic Areas Using Social Media. SIGn Jurnal Hukum, 3(2), 163-173. https://doi.org/10.37276/sjh.v3i2.177

Diterbitkan

2023-07-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Soemitro, D. P., Wicaksono, M. A., & Putri, N. A. (2023). Ketentuan Pidana dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi: Studi Perbandingan Hukum antara Indonesia dan Singapura. SIGn Jurnal Hukum, 5(1), 155-167. https://doi.org/10.37276/sjh.v5i1.272