Media Sosial dalam Proses Pembuktian Tindak Pidana Informasi dan Transaksi Elektronik
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v4i2.252Kata Kunci:
Alat Bukti, Cybercrime, Media Sosial, PembuktianAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis kedudukan dan prosedur penyitaan akun media sosial dalam proses pembuktian cybercrime. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan menggunakan teknik studi literatur. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan masalah dan menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan media sosial sebagai alat bukti yang sah dalam proses pembuktian di persidangan diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008 dan UU No. 8 Tahun 1981. Bukti elektronik dapat dikategorikan sebagai alat bukti petunjuk dengan memenuhi syarat formil dan materiil yang diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008. Sementara itu, prosedur penyitaan akun media sosial dalam proses pembuktian cybercrime didahului dengan penggeledahan handphone untuk mendapatkan spesifikasi perangkat. Akun media sosial, file, dokumen, dan aplikasi yang digunakan oleh pelaku cybercrime akan ditemukan dalam spesifikasi tersebut. Penyitaan akun media sosial diatur dalam Pasal 43 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016, sedangkan tata caranya dilakukan berdasarkan UU No. 8 Tahun 1981. Oleh karena itu, direkomendasikan agar pemerintah dan lembaga penegak hukum menerbitkan peraturan pelaksana mengenai prosedur penyitaan akun media sosial sebagai alat bukti yang sah dalam proses pembuktian kejahatan informasi dan transaksi elektronik. Selain itu, kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan platform media sosial sangat diperlukan dalam penanganan kasus bisa lebih mudah dan efisien, terutama terkait penyitaan akun media sosial yang digunakan oleh pelaku cybercrime. Di sisi lain, perlu diperluas makna alat bukti petunjuk sebagaimana diatur dalam UU No. 8 Tahun 1981 agar dapat menekankan alat bukti media sosial sebagai alat bukti yang sah.
Unduhan
Referensi
Akub, S., & Sutiawati, S. (2018). Keadilan Restoratif. CV. Litera.
Antoni, A. (2017). Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime) dalam Simak Online. Nurani: Jurnal Kajian Syari`ah dan Masyarakat, 17(2), 261-274. https://doi.org/10.19109/nurani.v17i2.1192
Arisandy, Y. O. (2020). Penegakan Hukum terhadap Cyber Crime Hacker. Indonesian Journal of Criminal Law and Criminology (IJCLC), 1(3), 162-169. https://doi.org/10.18196/ijclc.v1i3.11264
Decision of the District Court of Makassar Number 1808/Pid.Sus/2021/PN Mks. http://sipp.pn-makassar.go.id/show_detil/S2FLbHBJUk1rdVZYVW5VNWs5a2g2THIydVByRGZlYVJPeG8zY0RBMjE3Y1V0b3AySXU5SlhqcWRIaEtUZURBMnZWRVk4NUFNM1VnenkvWlhXZXNVdGc9PQ==
Decision of the District Court of Makassar Number 255/Pid.Sus/2021/PN Mks. http://sipp.pn-makassar.go.id/show_detil/bktLd2hOVENKT29LZGE1ZDE5VlRjeGNFUjJBYm0rU3FtbWhrMWhQQ2UwaTFvbGRRNHR4NWtzdFIvaHdacE5Gbi9IRXNGZkZ3ZWZuREozdE1jSXhuTlE9PQ==
Ersya, M. P. (2017). Permasalahan Hukum dalam Menanggulangi Cyber Crime di Indonesia. Journal of Moral and Civic Education, 1(1), 50-62. https://doi.org/10.24036/8851412020171112
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 71 of 2019 on Organization of Electronic Systems and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 185, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6400). https://peraturan.go.id/peraturan/view.html?id=8bbe35c2d0c1d71527ff135120c6825e
Irwansyah. (2020). Penelitian Hukum: Pilihan Metode & Praktik Penulisan Artikel. Mirra Buana Media.
Kantaatmadja, M. K., Wiradipraja, E. S., Sastrawidjaja, M. S., Ramli, A. M., Saefulah, T. S., Hawkins, C., Dewi, S., Ikhwansyah, I., Abubakar, L., Latipulhayat, A., Gultom, E., Budhijanto, D., Imamulhadi, I., & Siswadi, A. G. C. (2001). CyberLaw: Suatu Pengantar. ELIPS Project.
Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1981 on the Code of Criminal Procedure (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1981 Number 76, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3209). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/755
Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2008 Number 58, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4843). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/138
Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2016 on Amendment to Law Number 11 of 2008 on Electronic Information and Transactions (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 251, Supplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5952). https://www.dpr.go.id/jdih/index/id/1683
Mualfah, D., Viransa, A., & Amran, H. F. a. (2023). Akuisisi Bukti Digital pada Aplikasi Tamtam Messenger Menggunakan Metode National Institute of Justice. Journal of Software Engineering and Information System, 3(1), 7-16. https://doi.org/10.37859/seis.v3i1.4548
Pribadi, I. (2018). Legalitas Alat Bukti Elektronik dalam Sistem Peradilan Pidana. Lex Renaissance, 3(1), 109-124. https://doi.org/10.20885/JLR.vol3.iss1.art4
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rahmanto, T. Y. (2019). Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Penipuan Berbasis Transaksi Elektronik. Jurnal Penelitian Hukum de Jure, 19(1), 31-52. http://dx.doi.org/10.30641/dejure.2019.V19.31-52
Riskiyadi, M. (2020). Investigasi Forensik terhadap Bukti Digital dalam Mengungkap Cybercrime. Cyber Security dan Forensik Digital, 3(2), 12-21. https://doi.org/10.14421/csecurity.2020.3.2.2144
Rivanie, S. S. (2022). Hukum Pidana Terorisme: Hakikat Sanksi dan Pengaturan Terorisme di Indonesia. Penerbit KBM Indonesia.
Rivanie, S. S., Komuna, A. P., Putra, A. A., Utama, P. F., & Muzakkir, A. K. (2021). Protection of Children as Perpetrators of Criminal Act Stimulated by Pornography Based on Indonesian Laws. Musamus Law Review, 4(1), 1-15. https://doi.org/10.35724/mularev.v4i1.3759
Riyanto, H. R. B. (2020). Pembaruan Hukum Nasional Era 4.0. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(2), 161-181. http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v9i2.455
Suhyana, F. A., Suseno, S., & Ramli, T. S. (2021). Transaksi Ilegal Menggunakan Kartu ATM Milik Orang Lain. SIGn Jurnal Hukum, 2(2), 138-156. https://doi.org/10.37276/sjh.v2i2.92
Sulisrudatin, N. (2018). Analisa Kasus Cybercrime Bidang Perbankan Berupa Modus Pencurian Data Kartu Kredit. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 9(1), 26-39. https://doi.org/10.35968/jh.v9i1.296
Wiredarme, W., & Muttaqin, M. Z. (2022). Challenges and Strategies to Minimize Campaign Violations of Regional Head Election. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 58-71. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.168
Wu, H., & Zheng, G. (2020). Electronic Evidence in the Blockchain Era: New Rules on Authenticity and Integrity. Computer Law & Security Review, 36, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2020.105401














