Legalitas Hibah oleh Warga Negara Asing Atas Objek Tanah di Indonesia: Studi Kasus Putusan Pengadilan
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.131Kata Kunci:
Hibah, Notaris, PPAT, Warga Negara Asing, WasiatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis legalitas pemberian hibah oleh warga negara Singapura kepada warga negara Indonesia di hadapan Notaris Singapura atas objek atas tanah yang berada di wilayah Indonesia berdasarkan Putusan No. 912/Pdt.G/2018 /PA.Jmb. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis peraturan perundang-undangan yang harus diterapkan dalam menangani kasus hibah berdasarkan hukum perdata internasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Studi literatur digunakan untuk mendapatkan bahan-bahan hukum yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data kualitatif dengan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legalitas pemberian hibah atas objek tanah di Indonesia dari mantan warga negara Indonesia yang telah menjadi warga negara asing kepada warga negara Indonesia berdasarkan Putusan No. 912/Pdt.G/2018/PA.Jmb tidaklah sah dan batal demi hukum. Perkara ini bertentangan dengan Pasal 21 ayat (3) UU No. 5 Tahun 1960 dan Pasal 37 ayat (1) PP No. 24 Tahun 1997. Berdasarkan konsep Hukum Perdata Internasional, perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai penyelundupan hukum, yaitu suatu perbuatan yang dilakukan di negara asing dan diakui sah di negara asing tersebut. Adapun benda tidak bergerak, asas umum yang diterima dalam hukum perdata internasional menyatakan bahwa benda tidak bergerak dalam statusnya didasarkan pada asas lex situs atau lex rei sitae. Oleh karena itu, direkomendasikan agar setiap warga negara asing yang memiliki hak atas tanah atau hak milik lainnya di Indonesia harus melepaskan hak milik tersebut dalam waktu satu tahun. Pemberian hak atas tanah atau hak milik harus dilakukan dalam perjanjian hibah di hadapan PPAT Indonesia. Selanjutnya pendaftaran peralihan hak atas tanah akan dilakukan di Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Dengan demikian, hak atas tanah atau hak milik akan mendapatkan jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.
Unduhan
Referensi
Abdoeh, N. M. (2020). Hibah dalam Tinjauan KHI, KUHPerdata, Sosiologis, dan Filosofis. Salatiga: LP2M Press.
Administrator. (2020, 29 April). Overview of Hibah. IRB Law LLP. Retrieved from https://irblaw.com.sg/learning-centre/overview-hibah/, at the date of March 13, 2022.
Administrator. (2020, 4 June). Muslim Wills vs Regular Wills, What Is the Difference? Emerald Law. Retrieved from https://emeraldlaw.com.sg/muslim-wills-vs-regular-wills/, at the date of March 15, 2022.
Administrator. (2022, 7 February). Using Hibah for Muslim Estate Planning in Singapore. Singapore Legal Advice. Retrieved from https://singaporelegaladvice.com/law-articles/hibah-muslim-estate-planning-singapore/, at the date of March 13, 2022.
Ardani, M. N. (2017). Kepemilikan Hak atas Tanah bagi Orang Asing di Indonesia. Law Reform, 13(2), 204-216. doi: https://doi.org/10.14710/lr.v13i2.16156
Azikin, W. (2018). Hibah dan Wasiat dalam Perspektif Hukum Perdata (BW) dan Kompilasi Hukum Islam. Meraja Journal, 1(3), 81-87. doi: https://doi.org/10.33080/mrj.v1i3.19
Black, A. (2012). Replicating ‘A Model of Mutual Respect’: Could Singapore’s Legal Pluralism Work in Australia? The Journal of Legal Pluralism and Unofficial Law, 44(65), 65-102. doi: https://doi.org/10.1080/07329113.2012.10756682
Budify, A., et al. (2020). Pembatalan Akta Hibah di Pengadilan Negeri Pematangsiantar: Kajian Putusan Nomor 33/Pdt.G/2019/PN.Pms. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 72-85. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.77
Chayadi, L. (2020). Implikasi Hukum atas Kedudukan Warga Negara Asing sebagai Ahli Waris untuk Hak Milik atas Tanah. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 7(2), 159-168.
Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on Algemene Bepalingen van Wetgeving voor Indonesie/The General Regulations of Legal Provisions for Indonesia.
Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on the Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/the Civil Code.
Decision of the Religious Court of Jambi Number 912/Pdt.G/2018/PA.Jmb.
Diantha, I. M. P. (2017). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Dwisana, I. M. A. & Resen, M. G. S. K. (2021). Pembuktian Harta Bersama dalam Perceraian Perkawinan Campuran tanpa Perjanjian Kawin di Indonesia. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 6(3), 561-577. doi: https://doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i03.p8
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 24 of 1997 on Land Registration (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1997 Number 59, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3696).
Hadiyanti, A. R., et al. (2017). Kedudukan Akta Hibah dalam Sengketa Kepemilikan Hak Atas Tanah. Lentera Hukum, 4(3), 213-228. doi: https://doi.org/10.19184/ejlh.v4i3.5316
Kamarusdiana, K. & Salsabila, Z. (2019). Disparitas Putusan Hibah: Studi Analisis di Pengadilan Malang, Pengadilan Agama Tinggi Surabaya dan Mahkamah Agung. Jurnal Indo-Islamika, 9(1), 91-114. doi: https://doi.org/10.15408/idi.v9i1.14829
Kolopaking, A. D. A. (2021). Penyelundupan Hukum Kepemilikan Hak Milik atas Tanah di Indonesia. Bandung: PT. Alumni.
Law of the Republic of Indonesia Number 5 of 1960 on Agrarian Basic Principles (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1960 Number 104, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 2043).
Lestari, P. (2020). Pengadaan Tanah untuk Pembangunan demi Kepentingan Umum di Indonesia Berdasarkan Pancasila. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 71-86. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v1i2.54
Memi, C. (2017). Penerapan Klausul Pilihan Yurisdiksi (Choice of Juridiction) dan Pilihan Hukum (Choice of Law) dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Internasional (Studi Kasus: Perkara PT. Symrise Melawan PT. Mega Suryamas). Era Hukum: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 15(2), 183-213.
Moechthar, O. (2017). Kedudukan Negara sebagai Pengelola Warisan atas Harta Peninggalan tak Terurus Menurut Sistem Waris Burgerlijk Wetboek. Yuridika, 32(2), 280-309. doi: https://doi.org/10.20473/ydk.v32i2.4851
Nur, A. R. (2018). Penguasaan Tanah oleh Orang Asing dalam Perspektif Hak Bangsa. Mulawarman Law Review, 3(1), 66-88. doi: https://doi.org/10.30872/mulrev.v3i1.32
Paramita, I. A. I. D., et al. (2018). Hak Ahli Waris Berkewarganegaraan Asing terhadap Harta Warisan Berupa Tanah. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 6(2), 1-5.
Pramuvti, R. D. & Roisah, K. (2018). Akibat Hukum Pengalihan Hak atas Merek Terdaftar Berdasarkan Akta Hibah Wasiat. Notarius, 11(1), 130-140. doi: https://doi.org/10.14710/nts.v11i1.23131
Presidential Instruction of the Republic of Indonesia Number 1 of 1991 on Spread of the Compilation of Islamic Law.
Qamar, N. & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rusydi, I. (2016). Hibah dan Hubungannya dengan Kewarisan Menurut Kompilasi Hukum Islam dan Hukum Perdata. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 4(2), 154-166. doi: http://dx.doi.org/10.25157/jigj.v4i2.324
Sanjaya, U. H. (2018). Kedudukan Surat Wasiat terhadap Harta Warisan yang Belum Dibagikan Kepada Ahli Waris. Jurnal Yuridis, 5(1), 67-97. doi: http://dx.doi.org/10.35586/.v5i1.317
Sanjaya, U. H. & Suprapton, M. Y. (2017). Kedudukan Ahli Waris yang Penerima Hibah dari Orang Tua terhadap Ahli Waris Lainnya pada Proses Pembagian Waris. Jurnal Yuridis, 4(2), 218-233. doi: http://dx.doi.org/10.35586/.v4i2.253
Santoso, U. (2011). Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Saraswati, A. A. R. & Yogantara, P. (2021). Peran Notaris dalam Menentukan Jangka Waktu Sewa-Menyewa Tanah terhadap Warga Negara Asing. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 6(2), 438-449. doi: https://doi.org/10.24843/AC.2021.v06.i02.p17
Sari, I. G. A. D., et al. (2018). Kewenangan Notaris dan PPAT dalam Proses Pemberian Hak Guna Bangunan atas Tanah Hak Milik. Acta Comitas: Jurnal Hukum Kenotariatan, 3(1), 41-58. doi: https://doi.org/10.24843/AC.2018.v03.i01.p04
Suisno, S. (2017). Tinjauan Yuridis Normatif Pemberian Hibah dan Akibat Hukum Pembatalan Suatu Hibah Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Independent, 5(1), 16-22. doi: https://doi.org/10.30736/ji.v5i1.66
Supriyana, A. G. O., et al. (2020). Status Hukum Tanah Hak Milik bagi Ahli Waris yang Pindah Kewarganegaraan Menjadi Warga Negara Asing. Jurnal Interpretasi Hukum, 1(2), 7-11. doi: https://doi.org/10.22225/juinhum.1.2.2419.7-11
Syarifuddin, M. S. A. (2021). Kedudukan Hukum dan Keabsahan Kepemilikan Hak atas Tanah Warga Negara Asing yang Berasal dari Pewarisan. Notaire, 4(3), 373-398. doi: https://doi.org/10.20473/ntr.v4i3.27056
The Statutes of the Republic of Singapore of 2020 Revised Edition on Wills Act 1838.
Trovani, C. (2021). Hak Ahli Waris Berkewarganegaraan Asing terhadap Harta Warisan Berupa Tanah Hak Milik dari Pewaris Berkewarganegaraan Indonesia. Indonesian Notary, 3(1), 621-634.














