Penyelesaian Sengketa Pewarisan Terkait Kedudukan Anak Laki-Laki Angkat Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.128

Kata Kunci:

Ahli Waris, Anak Angkat, Penyelesaian Sengketa, Waris Adat

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penyelesaian sengketa pewarisan terkait kedudukan anak laki-laki angkat berdasarkan hukum adat Batak Toba. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analitis. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan metode yuridis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum waris adat memposisikan anak angkat sejajar dengan anak kandung. Misalkan ada sengketa warisan antara anak angkat dan anak kandung. Dalam hal itu, penyelesaian sengketa waris berdasarkan hukum adat Batak Toba dapat melalui tiga tahap: musyawarah keluarga, lembaga adat, dan pengadilan merupakan tahap atau langkah terakhir yang harus dipilih. Sebagian besar masyarakat adat Batak Toba memilih penyelesaian sengketa melalui lembaga adat. Dalam hal ini, peluang gagalnya kesepakatan dalam penyelesaian sengketa melalui lembaga adat sangat kecil karena lembaga adat melibatkan tokoh adat yang memahami dan menguasai hukum adat Batak Toba. Oleh karena itu, disarankan kepada seluruh masyarakat adat Batak Toba yang bersengketa untuk melakukan penyelesaian melalui tiga tahapan berdasarkan hukum adat Batak Toba. Selain itu, diharapkan seluruh elemen masyarakat adat Batak Toba melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan penyelesaian sengketa, mengingat masyarakat adat Batak Toba mengutamakan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan dan perdamaian dalam penyelesaian sengketa.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adiasih, N. (2018). Penemuan Hukum oleh Hakim dalam Perkara Waris sesuai Asas Keadilan. Adhaper: Jurnal Hukum Acara Perdata, 4(1), 35-56. doi: https://doi.org/10.36913/jhaper.v4i1.63

Aritonang, M. E. (2019). “Pembagian Warisan Anak Laki-Laki Manuhor Marga Ditinjau Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba”. Thesis. Postgraduate School, Universitas Sumatera Utara.

Aritonang, P. C. S. (2008). “Kedudukan Anak Angkat dalam Hukum Adat Batak Toba setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Studi di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara)”. Thesis. Postgraduate School, Universitas Sumatera Utara.

Armawi, A. (2008). Kearifan Lokal Batak Toba Dalihan Na Tolu dan Good Governance dalam Birokrasi Publik. Jurnal Filsafat, 18(2), 157-166.

Banjarnahor, S., et al. (2020). Pembagian Harta Warisan terhadap Anak Angkat Menurut Hukum Adat Batak Toba di Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Hukum Patik, 9(2), 90-101. doi: https://doi.org/10.51622/patik.v9i2.235

Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 210 K/SIP/1973.

Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 912 K/SIP/1975.

Dewi, D. K. (2020). Hak Waris Perempuan Menurut Hukum Adat Batak Toba Sebelum dan Sesudah Keluarnya Keputusan MA. No. 179 K/SIP/1961. Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa, 14(4), 585-601. doi: https://doi.org/10.46576/wdw.v14i4.911

Diantha, I. M. P. (2017). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Firmando, H. B. (2021). Kearifan Lokal Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu dalam Merajut Harmoni Sosial di Kawasan Danau Toba. Aceh Anthropological Journal, 5(1), 16-36. doi: https://doi.org/10.29103/aaj.v5i1.4613

Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 on the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 99, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5882).

Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 54 of 2007 on Implementation of Adopting a Child (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2007 Number 123, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4768).

Harahap, D. (2016). Implikasi Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu (Studi Pada Keluarga Muslim Batak Angkola di Yogyakarta). Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 12(1), 121-134.

Hariandja, S. B., et al. (2019). Kedudukan Anak Angkat dalam Pembagian Warisan Menurut Hukum Adat Batak Toba. Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat, 18(2), 45-57.

Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1974 Number 1, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3019).

Law of the Republic of Indonesia Number 4 of 1979 on Child Welfare (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1979 Number 32, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3143).

Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2002 Number 109, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4235).

Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 on Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 297, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5606).

Law of the Republic of Indonesia Number 17 of 2016 on the Enactment of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2016 on the Second Amendment to Law Number 23 of 2002 on Child Protection Into Law (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2016 Number 237, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5946).

Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 on Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 186, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6401).

Naibaho, V. R. & Sihombing, M. S. U. B. (2021). Kedudukan Anak Angkat dalam Pewarisan Menurut Hukum Adat Batak Toba di Desa Siogung-Ogung Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Widya Yuridika: Jurnal Hukum, 4(2), 435-444. doi: https://doi.org/10.31328/wy.v4i2.2418

Nasution, A. (2019). Akibat Hukum Pengangkatan Anak menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 6(1), 14-26. doi: https://doi.org/10.31289/jiph.v6i1.2473

Nugraha, G. C. P., et al. (2020). Kedudukan Anak sebagai Ahli Waris yang Beralih-Alih Agama Menurut Hukum Waris Adat Bali. Jurnal Konstruksi Hukum, 1(1), 227-231. doi: https://doi.org/10.22225/jkh.1.1.2139.227-231

Nugroho, B. D. (2019). Dinamika Hukum Adat. Bandung: Yayasan Pendidikan Nasional Bandung.

Qamar, N. & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Ramdania, D. (2016). Kajian terhadap Waris Anak Angkat Adat Batak Toba. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 15(2), 1-17.

Silaen, R., et al. (2018). Analisis Pengangkatan Anak dalam Tradisi Adat Batak Toba di Kelurahan Tambusai tengah Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau, 5(1), 1-12.

Simanjuntak, H. (2005). Dalihan Na Tolu Nilai-Nilai Budaya yang Hidup: Sebuah Warisan bagi Generasi Muda. Jakarta: OC Kaligis & Associates.

Simatupang, D. E. (2017). Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu sebagai Bingkai Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan Kawasan Danau Toba. Jurnal Kebudayaan, 12(2), 95-110. doi: https://doi.org/10.24832/jk.v12i2.246

Soekanto, S. (2021). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Suryani, A. L. & Prianto, Y. (2019). Pengaruh Emosi Keagamaan terhadap Kedudukan Anak Angkat pada Masyarakat Baduy Migran (Kasus Desa Cisimeut Lebak Banten). Jurnal Hukum Adigama, 2(1), 1-25. doi: http://dx.doi.org/10.24912/adigama.v2i1.4717

Diterbitkan

2022-04-17

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Sinaga, G. R. I., Nugroho, B. D., & Nasution, F. U. (2022). Penyelesaian Sengketa Pewarisan Terkait Kedudukan Anak Laki-Laki Angkat Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba. SIGn Jurnal Hukum, 4(1), 1-14. https://doi.org/10.37276/sjh.v4i1.128

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama