Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Gratifikasi
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v3i2.161Kata Kunci:
Asas, Gratifikasi, Korupsi, Pencegahan dan PemberantasanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asas-asas yang dapat mencegah dan memberantas gratifikasi sebagai bagian dari tindak pidana korupsi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi kepustakaan pada bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data kualitatif yang kemudian akan menyimpulkan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan dan pemberantasan tindak pidana gratifikasi telah diatur dalam Pasal 12 B dan Pasal 12 C UU No. 20 Tahun 2001. Selain itu, ketentuan ini memuat pembebanan pembuktian terbalik, yang bertujuan untuk mempermudah proses pembuktian penerimaan dan indikasi tidak sah sebagai tindak pidana suap bagi pegawai negeri atau penyelenggara negara. Adapun asas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana gratifikasi meliputi kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, direkomendasikan kepada KPK, pegawai negeri atau penyelenggara negara, dan masyarakat untuk mempraktekkan asas-asas pencegahan dan pemberantasan tindak pidana gratifikasi. Dalam hal ini, Indonesia dapat terlepas dari belenggu tindak pidana korupsi di masa depan.
Unduhan
Referensi
Administrator. (2021, 5 October). Gratifikasi dan Suap, Apa sih Bedanya? Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia. Retrieved from https://www.kemenkumham.go.id/berita/gratifikasi-dan-suap-apa-sih-bedanya, at the date of 22 December 2021.
Bunga, M., et al. (2019). Urgensi Peran serta Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Law Reform, 15(1), 85-97. doi: https://doi.org/10.14710/lr.v15i1.23356
Dharmawan, N. A. S. (2018). Etika, Agama, dan Cinta sebagai Modal Dasar Akuntan dalam Memberantas Korupsi. JIA (Jurnal Ilmiah Akuntansi), 3(1), 17-32. doi: https://doi.org/10.23887/jia.v3i1.16626
Diantha, I. M. P. (2017). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Fitrah, F. A., et al. (2021). The Position of Civil Servant Investigator of Directorate General of Tax (DGT) in the Frame of Taxation Criminal Law Enforcement in Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 3(1), 1-25. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.107
Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2015 on Amendment to Law Number 30 of 2002 on the Corruption Eradication Commission (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2015 Number 31, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5661).
Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 43 of 2018 on Procedures for Implementing Community Participation and Awarding in Deterring and Eradicating the Criminal Act of Corruption (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2018 Number 157, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6250).
Hardjaloka, L. (2014). Studi Penerapan E-Government di Indonesia dan Negara Lainnya sebagai Solusi Pemberantasan Korupsi di Sektor Publik. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 3(3), 435-452. doi: http://dx.doi.org/10.33331/rechtsvinding.v3i3.35
Harefa, N. S. K., et al. (2020). Dasar Pertimbangan Hakim terhadap Tindak Pidana Korupsi yang Dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS): Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor: 73/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Mdn. SIGn Jurnal Hukum, 2(1), 30-42. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i1.68
Istiqomah, M. (2016). Kebijakan Formulasi Pengaturan “Illicit Enrichment” sebagai Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Media Hukum, 23(1), 76-86. doi: https://doi.org/10.18196/jmh.2015.0069.76-86
Law of the Republic of Indonesia Number 28 of 1999 on the State Organizer who shall be Clean and Free from Corruption, Collusion, and Nepotism (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1999 Number 75, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3851).
Law of the Republic of Indonesia Number 31 of 1999 on Eradication of the Criminal Act of Corruption (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1999 Number 140, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3874).
Law of the Republic of Indonesia Number 39 of 1999 on Human Rights (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1999 Number 165, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3886).
Law of the Republic of Indonesia Number 20 of 2001 on Amendment to Law Number 31 of 1999 on Eradication of the Criminal Act of Corruption (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2001 Number 134, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4150).
Law of the Republic of Indonesia Number 30 of 2002 on the Corruption Eradication Commission (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2002 Number 137, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4250).
Law of the Republic of Indonesia Number 5 of 2014 on the State Civil Apparatus (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2014 Number 6, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5494).
Law of the Republic of Indonesia Number 10 of 2015 on Enactment of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2015 on Amendment to Law Number 30 of 2002 on the Corruption Eradication Commission Into Law (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2015 Number 107, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5698).
Law of the Republic of Indonesia Number 19 of 2019 on the Second Amendment to Law Number 30 of 2002 on the Corruption Eradication Commission (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 197, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6409).
Mapuasari, S. A. & Mahmudah, H. (2018). Korupsi Berjamaah: Konsensus Sosial atas Gratifikasi dan Suap. Integritas: Jurnal Antikorupsi, 4(2), 159-176. doi: https://doi.org/10.32697/integritas.v4i2.279
Mubayyinah, F. (2017). SEMAI: Sembilan Nilai Anti Korupsi dalam Pendidikan Anak Usia Dini. Al-Hikmah: Indonesian Journal of Early Childhood Islamic Education, 1(2), 223-238. doi: https://doi.org/10.35896/ijecie.v1i2.15
Nazifah, L. (2019). Strategi Menyikapi Gratifikasi dengan Identifikasi Pemberian Hadiah Kepada Pegawai Negeri Sipil. Monas: Jurnal Inovasi Aparatur, 1(2), 47-58. doi: https://doi.org/10.54849/monas.v1i2.9
Qamar, N. & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
Setiyowati, L. & Ispriyarso, B. (2019). Upaya Preventif dalam Rangka Pengawasan terhadap APBD Melalui Penjaringan Aspirasi Masyarakat oleh DPRD. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 1(2), 250-265. doi: https://doi.org/10.14710/jphi.v1i2.250-265
Silaban, R. & Pase, I. M. (2021). Tinjauan Yuridis Sanksi Pidana terhadap Pelaku Pelanggaran Lalu Lintas Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 3(1), 107-119. doi: http://dx.doi.org/10.46930/jurnalrectum.v3i1.823
Yunas, N. S. (2020). Implementasi e-Government dalam Meminimalisasi Praktik Rent Seeking Behaviour pada Birokrasi Pemerintah Kota Surabaya. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 4(1), 13-23. doi: https://doi.org/10.21787/mp.4.1.2020.13-23














