Kedudukan Undang-Undang Perkawinan terhadap Perkawinan Beda Agama di Luar Negeri
DOI:
https://doi.org/10.37276/sjh.v3i1.127Kata Kunci:
Kedudukan Undang-Undang, Perkawinan Beda Agama, Undang-Undang PerkawinanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan wibawa UU No. 16 Tahun 2019 dalam menyikapi perkawinan beda agama di luar negeri. Jenis penelitian hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis dogmatik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dari peraturan perundang-undangan, jurnal, hasil penelitian, dan buku. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis hermeneutik dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan that interfaith marriage is not justified in all scriptures recognized in Indonesia. Bagi pasangan yang ingin melakukan pernikahan beda agama dapat melangsungkannya di luar negeri. Sementara dari sudut pandang negara, pernikahan beda agama menjadi sesuatu yang inkonsisten. Dalam hal ini, UU No. 16 Tahun 2019 tidak membenarkan menikah beda agama, sedangkan UU No. 24 Tahun 2013 dapat menetapkan status perkawinan beda agama di luar negeri. Sehingga kepastian hukum terhadap perkawinan beda agama tidak berdasarkan UU No. 16 Tahun 2019, melainkan UU No. 24 Tahun 2013. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah mengamandemen UU No. 16 Tahun 2019. Dalam hal ini, memuat norma-norma yang melegitimasi perkawinan beda agama sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2013. Jika UU No. 16 Tahun 2019 dianggap masih relevan dengan kondisi sosial budaya Indonesia, maka pemerintah harus mengamandemen UU No. 24 Tahun 2013. Dalam hal ini, menghilangkan norma-norma yang melegitimasi perkawinan beda agama. Perubahan undang-undang tersebut berupaya menyelesaikan inkonsistensi dalam undang-undang terkait masalah perkawinan beda agama.
Unduhan
Referensi
Aditya, R. (2014, November, 24). Parisada Hindu: Nikah Beda Agama Hanya di India. Tempo.co. Retrieved from https://nasional.tempo.co/read/624196/parisada-hindu-nikah-beda-agama-hanya-di-india/full&view=ok, at the date of March 8, 2021.
Administrator. (2020, October 4). Ini Hukum Perkawinan Beda Agama dan Beda Kewarganegaraan. SINDOnews. Retrieved from https://nasional.sindonews.com/read/185608/94/ini-hukum-perkawinan-beda-agama-dan-beda-kewarganegaraan-1601820620?showpage=all, at the date of March 8, 2021.
Al-Jazairi, A. B. J. (2017). Ensiklopedia Muslim. Jakarta: Darul Falah.
Amir, R. (2019). Perkawinan Beda Agama di Indonesia Perspektif Hukum Islam. Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 6(1), 99-110. doi: https://doi.org/10.24252/al-qadau.v6i1.9482
Antonius, S. (2020). Pernikahan Kristen dalam Perspektif Firman Tuhan. Jurnal Pionir, 6(2), 229-238.
Arthayasa, I. N. (1998). Petunjuk Teknis Perkawinan Hindu. Surabaya: Penerbit Paramita.
Ashsubli, M. (2015). Undang-Undang Perkawinan dalam Pluralitas Hukum Agama (Judicial Review Pasal Perkawinan Beda Agama). Jurnal Cita Hukum, 3(2), 289-302. doi: http://dx.doi.org/10.15408/jch.v2i2.2319
Bachmid, F. (2021). Eksistensi Kedaulatan Rakyat dan Implementasi Parliamentary Threshold dalam Sistem Pemilihan Umum di Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 2(2), 87-103. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i2.83
Bahri, A. S. & Adama, A. (2020). Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Al-Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan, 2(1), 75-85. doi: https://doi.org/10.35673/as-hki.v2i1.895
Baiquni, A. (2014, November, 24). PHDI Nyatakan Pernikahan Beda Agama Tidak Sah. Merdeka.com. Retrieved from https://www.merdeka.com/peristiwa/phdi-nyatakan-pernikahan-beda-agama-tidak-sah.html, at the date of March 8, 2021.
Basri, H. (2021). Perlindungan Hukum terhadap Pelaku Tindak Pidana berdasarkan Sistem Peradilan Pidana Indonesia. SIGn Jurnal Hukum, 2(2), 104-121. doi: https://doi.org/10.37276/sjh.v2i2.90
Colonial Regulations, Staatsblad Number 158 of 1898 on Regeling op de Gemengde Huwelijken/Mixed Marriage.
Colonial Regulations, Staatsblad Number 23 of 1847 on the Burgerlijk Wetboek voor Indonesie/the Civil Code.
Darmabrata, W. (2004). Hukum Perkawinan dan Keluarga di Indonesia. Jakarta: Badan Penerbit FH UI.
Dipa, I. W. A., et al. (2020). Dinamika Perkawinan pada Gelahang: Kajian Yuridis dan Sosiologis. Denpasar: UNHI Press.
Firmansyah, I. (2010). “Perkawinan dalam Pandangan Agama Islam dan Buddha (Sebuah Studi Perbandingan)”. Bachelor Thesis. Comparative Religion Study Program, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Gabrillin, A. (2014, November, 5). Soal Nikah Beda Agama, Perwakilan Buddha Tak Ambil Pusing. Kompas.com. Retrieved from https://nasional.kompas.com/read/2014/11/05/15572051/Soal.Nikah.Beda.Agama.Perwakilan.Buddha.Tak.Ambil.Pusing, at the date of March 8, 2021.
Gede, P. & Sudharta, T. R. (1973). Manawa Dharmasastra (Manu Dharmasastra). Jakarta: Lembaga Penterjemah Kitab Suci Weda.
Indrayanti, K. W. & Enah, A. R. (2015). Peran Negara dalam Memberikan Perlindungan Hukum bagi Calon Pasangan Kawin Beda Agama (KBA) di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 45(3), 408-430. doi: http://dx.doi.org/10.21143/jhp.vol45.no3.55
Indrayanti, K. W. & Ristanty, E. (2020). Analisis Peraturan Perkawinan Beda Agama di Berbagai Negara sebagai Perlindungan Hukum untuk Membentuk Keluarga. Jurnal Cakrawala Hukum, 11(1), 71-81. doi: https://doi.org/10.26905/idjch.v11i1.4046
Koski, A. & Clark, S. (2021). Child Marriage in Canada. Population and Development Review, 47(1), 57-78. doi: https://doi.org/10.1111/padr.12369
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1946 on Criminal Code Regulations.
Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 1974 Number 1, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 3019).
Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2004 on Elimination of Violence in Household (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2004 Number 95, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4419).
Law of the Republic of Indonesia Number 23 of 2006 on the Citizen Administration (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2013 Number 124, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 4674).
Law of the Republic of Indonesia Number 24 of 2013 on Amendment to Law Number 23 of 2006 on the Citizen Administration (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2013 Number 232, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 5475).
Law of the Republic of Indonesia Number 16 of 2019 on Amendment to Law Number 1 of 1974 on Marriage (State Gazette of the Republic of Indonesia of 2019 Number 186, Supplement to State Gazette of the Republic of Indonesia Number 6401).
Leong, W. K. (1997). Principles of Family Law in Singapore. Singapore: Butterworths Asia.
M.Yunus, F. & Aini, Z. (2018). Perkawinan Beda Agama dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Tinjauan Hukum Islam). Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial, 20(2), 138-158. doi: http://dx.doi.org/10.22373/jms.v20i2.6512
Niedomysl, T., et al. (2010). The Globalisation of Marriage Fields: The Swedish Case. Journal of Ethnic and Migration Studies, 36(7), 1119-1138. doi: https://doi.org/10.1080/13691830903488184
Parliament of the United Kingdom of Great Britain and Ireland of 1836, 6 & 7 Will 4 c. 85 on an Act for Marriages in England.
Qamar, N. & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum: Doktrinal dan Non-Doktrinal. Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).
Rahmawati, N. N. (2019). Pengesahan Perkawinan Beda Agama dalam Persfektif Hukum Hindu. Belom Bahadat: Jurnal Hukum Agama Hindu, 9(1), 1-15. doi: https://doi.org/10.33363/bb.v8i1.341
Ramadhan, B. (2014, December 4). Romo Magnis: Pernikahan Beda Agama Dimungkinkan Sah. Republika.co.id. Retrieved from https://www.republika.co.id/berita/ng1nbi/romo-magnis-pernikahan-beda-agama-dimungkinkan-sah, at the date of March 8, 2021.
Samanadiwija, P. (1996). Tuntunan Perkawinan dan Hidup Berkeluarga dalam Agama Buddha. Jakarta: Yayasan Budha Sasana.
Saputra, J. & Hutabarat, S. S. (1988). Pendewasaan Usia Perkawinan. Jakarta: Badan Koordinasi Keluarga Berencana Biro Pembinaan Pendidikan (KB).
Sastra, A. R. A., et al. (2011). Pengkajian Hukum tentang Perkawinan Beda Agama (Perbandingan Beberapa Negara). Jakarta: Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.
Sipayung, G. E. (2020). Elohim YHWH sebagai Dasar Pernikahan Kristen Menyikapi Pro dan Kontra Pemberkatan Pernikahan Beda Agama/Iman (Tinjauan Teologis Pernikahan Menurut Kejadian Pasal 1-6). Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 119-139.
Statutes of Canada of 2005, c. 33 on Civil Marriage Act (Last Amended on June 18, 2015).
Subekti, W. I. & Mahdi, S. S. (2005). Hukum Perorangan dan Kekeluargaan Perdata Barat. Jakarta: CV. Gitama Jaya.
Sudarsana, I. B. P. (2005). Ajaran Agama Hindu Upadeca. Jakarta: Yayasan Dharma Acarya.
The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.
Wahyuni, S. (2014). Liberalisasi Hukum Perkawinan di Negara-Negara Barat. Asy-Syir’ah: Jurnal Ilmu Syir’ah dan Hukum, 48(1), 1-27.
Witoko, P. A. & Budhisulistyawati, A. (2019). Penyelundupan Hukum Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi (JHPE), 7(2), 251-257. doi: https://doi.org/10.20961/hpe.v7i2.43015














