Implementasi Independensi Hakim dalam Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman

  • Andi Suherman Mahasiswa Magister, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Independensi, Hakim, Kekuasaan, Kehakiman

Abstract

Independensi Hakim sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman merupakan instrumentarium hukum bagi hakim dalam melaksanakan fungsinya mengadili dan memutus suatu perkara yang dihadapkan kepadanya agar terbebas dari segala interfensi dan atau pengaruh dari lingkungan kekuasaan lainnya baik itu dari lingkungan organ kekuasaan eksekutif maupun dari lingkungan organ kekuasaan legislatif. Bahkan terbebas dari tekanan dari unsur-unsur kelompok pengekang dari masyarakat, Ormas-Ormas, LSM, media sekalipun. Independensi Hakim dalam mengadili dan memutus suatu perkara melalui peradilan-peradilan negara telah dijamin dalam UUD NRI Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, dengan tujuan agar Hakim dalam menjalankan fungsi yudisialnya benar-benar dapat mengadili dan memutus perkara berdasarkan hukum dan keadilan.

Author Biography

Andi Suherman, Mahasiswa Magister, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia

Mahasiswa Magister, Program Pascasarjana, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

References

A. Ahsin Thohari. (2004). Komisi Yudisial dan Reformasi Peradilan. Jakarta: ELSAM.

Ahmad Kamil. (2012). Filsafat Kebebasan Hakim. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Bambang Sutiyoso & Sri Hastuti Puspitasari. (2005). Aspek-Aspek Perkembangan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Dahlan Thaib. (1988). Implementasi Sistem Ketatanegaraan Menurut UUD 1945. Yogyakarta: Liberty.

H. F. Abraham Amos. (2007). Katastropi Hukum & Quo Vadis Sistem Politik Peradilan Indonesia: Analisis Sosiologi Kritis terhadap Prosedur Penerapan dan Penegakan Hukum di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hans Kelsen. (2006). Teori Umum tentang Hukum dan Negara (Terj. oleh Raisul Muttaqien). Bandung: Nusamedia & Nuansa.

La Ode Husen. (2009). Negara Hukum, Demokrasi dan Pemisahan Kekuasaan. Makassar: PT. Umitoha Ukhuwah Grafika.

Nurul Qamar, Muhammad Syarif, Dachran S. Busthami, Muhammad Kamal, Aan Aswari, Hardianto Djanggih, & Farah Syah Rezah. (2017). Metode Penelitian Hukum (Legal Research Methods). Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Nurul Qamar, Salle, Amiruddin, Kaharuddin Syah Y. Dt. Amas, Rusli Dg. Palabbi, Andi Suherman, & Farah Syah Rezah. (2018). Negara Hukum atau Negara Kekuasaan (Rechtsstaat or Machtstaat). Makassar: CV. Social Politic Genius (SIGn).

Nurul Qamar. (2010). Negara Hukum atau Negara Undang-Undang. Makassar: Pustaka Refleksi.

Nurul Qamar. (2010). Perbandingan Sistem Hukum dan Peradilan: Civil Law System, Common Law System. Makassar: Pustaka Refleksi.

Nurul Qamar. (2011). Percikan Pemikiran tentang Hukum. Makassar: Pustaka Refleksi.

Nurul Qamar. (2012). Pengantar Politik Hukum Ketatanegaraan. Makassar: Pustaka Refleksi.

Nurul Qamar. (2014). Hak Asasi Manusia dalam Negara Hukum Demokrasi (Human Rights in Democratiche Rechsstaat). Jakarta: Sinar Grafika.

Paul Scholten. (2005). Struktur Ilmu Hukum (Terj. oleh Bernard Arief Sidharta). Bandung: PT. Alumni.

Ronald S. Lumbuun. (2011). PERMA RI (Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia): Wujud Kerancuan antara Praktik Pembagian dan Pemisahan Kekuasaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Satjipto Rahardjo. (2006). Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Kompas.

Satjipto Rahardjo. (2007). Biarkan Hukum Mengalir: Catatan Kritis tentang Pergulatan Manusia dan Hukum. Jakarta: Kompas.

Satjipto Rahardjo. (2009). Penegakan Hukum: Suatu Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing.

Zubaedi. (2007). Filsafat Barat: Dari Logika Baru Rene Descartes hingga Revolusi Sains ala Thomas Kuhn (diedit oleh Ilyya Muhsin). Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Published
2019-09-27
How to Cite
Suherman, A. (2019). Implementasi Independensi Hakim dalam Pelaksanaan Kekuasaan Kehakiman. SIGn Jurnal Hukum, 1(1), 42-51. https://doi.org/10.37276/sjh.v1i1.29
Section
Articles